Dewi, Desak Putu Risna
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK REMAJA DALAM PENCEGAHAN STIGMA DAN DISKRIMINASI PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS BERBASIS SERVICE-LEARNING : Empowerment of Youth Groups in Preventing Stigma and Discrimination in People Living with HIV/AIDS Based on Service-Learning Arisudhana, Gede Arya Bagus; Dewi, Desak Putu Risna; Agustini, IGA Ratih
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v1i1.5

Abstract

Latar Belakang: Stigma dan diskriminasi menjadi salah satu masalah yang berdampak pada keterbukaan status HIV positif Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA). Terjadinya stigma dan diskriminasi memiliki persentase yang tinggi pada remaja. Dibutuhkan metode yang tepat dalam meningkatkan pemahaman remaja pada kondisi HIV dan AIDS. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan remaja dalam mencegah stigma dan diskriminasi pada ODHA berbasis service learning. Metode: Populasi pada pengabdian masyarakat ini adalah remaja di Banjar Sigaran Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pendekatan service learning. jumlah partisipan pada kegiatan ini adalah 25 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi pada perilaku stigma dan diskriminasi dan kusioner pengetahuan tentang HIV dan AIDS. Hasil: Sebagian besar pengetahuan remaja setelah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini berada pada kategori baik (60%). Perilaku stigma pada ODHA oleh remaja setelah mengikuti kegiatan ini diketahui 80% tidak melakukan stigma dan diskriminasi. Kesimpulan: Pemberdayaan remaja menggunakan metode service learning efektif dalam mencegah terjadinya stigma dan diskriminasi.
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA ORANG DENGAN HIV AIDS UNTUK MENINGKATKAN SELF-ESTEEM DALAM UPAYA MENGHADAPI STIGMA DAN DISKRIMINASI : Health Education in People Living with HIV AIDS in Increasing Self-Esteem as an Effort to Face Stigma and Discrimination Arisudhana, Gede Arya Bagus; Dewi, Desak Putu Risna; Antarika, Gde Yasa
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v1i2.16

Abstract

Latar Belakang: Self-esteem merupakan bagian dari sumber daya psikologi yang berperan penting dalam interaksi dan komunikasi individu. ODHA harus mempertahankan self-esteem pada koindisi yang baik melalui edukasi yang terstruktur. Tujuan: kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku tentang self-esteem pada ODHA. Metode: Populasi pada kegiatan ini adalah ODHA di Banjar Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Badung. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pendekatan direct service learning melalui ceramah. Jumlah partisipan sebanyak 18 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan Kuisioner Rosenberg Self Esteem Scale. Hasil: Sebagian besar partisipan memiliki self-esteem pada kategori cukup. Partisipan memahami pentingnya pemahaman tentang HIV AIDS dan masalaha psikologis yang mungkin terjadi. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan mampu menunjukkan sebagian besar self esteem partisipan (67%) pada kategori cukup.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI LATIHAN SENAM LANSIA DENGAN HIPERTENSI UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN : Community Empowerment Through Elderly Exercise Training for Hypertension to Improve Health Status Sari, Ni Luh Putu Mira Santana; Dewi, Desak Putu Risna; Agustini, Ni Rai Sintya
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i1.21

Abstract

Latar Belakang: Lanjut Usia (Lansia) sebuah proses bertambahnya usia disertai adanya penurunan fungsi organ tubuh pada lansia, seiring meningkatnya usia, terjadi perubahan dalam struktur dan  penurunan fungsi pada  tubuh. Beberapa jenis penyakit yang dapat dialami oleh lansia adalah hipertensi  atau yang biasa di sebut juga dengan penyakit tekanan darah tinggi. Tekanan darah diri merupakan keadaan kronis yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri. Tujuan: Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khusunya lansia tentang  pengetahuan hipertensi dan senam lansia yang  dihapakan mampu meningkatkan kualitas hidup lansia di Banjar   Batan Duren, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Metode: Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA). Jumlah peserta 48 orang lansia. Kegiatan dilakukan selama 1 hari dengan kegiatan berupa penyuluhan  kesehatan tentang hipertensi, pemeriksaan tekanan darah dan senam lansia. Hasil: Diperoleh hasil sebanyal 54% lansia memiliki pengetahuan yang baik setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dan senam lansia dan juga didapatkan hasil sebesar 58,3% lansia mengalami hipertensi, pengetahuan lansia terhadap senam lansia yang baik dan benar mengalami peningkatan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan  dan senam lansia yang baik dan benar  dapat membantu meningkatkan pengetahuan lansia tentang manajemen hipertensi yang berdampak pada peningkatan derajat kesehtan lansia.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Keselamatan Pasien Dengan Kepatuhan Protokol Keselamatan Bedah : The Correlation of Knowledge Levels About Patient Safety With Compliance of Surgical Safety Protocols Filastana, I. M. Doyobi; Dewi, Desak Putu Risna; Oktavyanti, Dwi
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 3 No. 2 (2024): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v3i2.135

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kamar operasi merupakan pelayanan yang berpengaruh terhadap indikator layanan mutu Rumah Sakit. WHO mendorong gerakan operasi yang aman, dan menciptakan surgical safety checklist (SSC) yang terbukti menurunkan angka kematian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan tentang keselamatan pasien dengan kepatuhan protokol keselamatan bedah di kamar operasi Rumah Sakit Denpasar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunal total sampling dengan jumlah 22 responden. Instrumennya yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan patient safety dan WHO-surgical safety checklist. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil: dari 22 responden sebagian besar memiliki pengetahuan baik 11 orang (50%), berpengetahuan cukup sebagian besar patuh sebanyak 5 orang (22,8%), sedangkan berpengetahuan kurang sebagian besar tidak patuh sebanyak 3 orang (13,6%). Hasil uji chi-square diperoleh nilai P = 0,016 (< α = 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan tentang pengetahuan tentang keselamatan pasien dengan kepatuhan protokol keselamatan bedah di kamar operasi Rumah Sakit Denpasar.
Hubungan Pengetahuan Diet Rendah Cairan Dengan Restriksi Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis: The Correlation Of Low Fluid Diet Erudition With Fluid Restriction In Chronic Kidney Disease Patients Indrawan, I Wayan Gede; Agustini, I Gst Ayu Ratih; Dewi, Desak Putu Risna
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 3 No. 2 (2024): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v3i2.136

Abstract

Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan suatu kondisi yang mengharuskan dilakukan pembatasan cairan agar tidak terjadi edema. Penatalaksanaan pembatasan cairan ini harus tepat. Untuk itu, dibutuhkan pengetahuan tentang diet cairan. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan diet rendah cairan dengan restriksi cairan pada pasien GGK. Metode: Desain penelitian menggunakan cross-sectional, jumlah sampel 70 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan diet cairan dan lembar observasi Interdialytic Weight Gain.  Uji korelasi menggunakan Spearman-Rank. Hasil: Sebanyak 38,6% responden dengan pengetahuan baik memiliki pembatasan cairan sesuai peningkatan IDWG kategori Ringan. Ditemukan hasil perhitungan nilai p = 0,00 (<α = 0,05), nilai R = 0,477. Kesimpulan: Responden memiliki pengetahuan yang cukup baik. Terdapat hubungan pengetahuan diet rendah cairan dengan restriksi cairan pada pasien gagal ginjal kronis dengan kekuatan korelasi sedang.
PENGENALAN DAN PEMBERIAN TERAPI KOMPLEMENTER BEKAM PADA MASYARAKAT DESA : Introducting and Provisioning Of Complementary Cupping Therapy In Village Communities Lestarini, Putu Ayu; Solehah, Eka Lutfiatus; Dewi, Desak Putu Risna
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i2.24

Abstract

Latar Belakang: Terapi komplementer bekam juga dikenal sebagai terapi cupping, adalah praktik pengobatan tradisional yang telah digunakan selama ribuan tahun di berbagai budaya. Kenyataanya masih banyak masyarakat yang belum begitu mengenal dan dapat merasakan pengobatan komplementer bekam secara langsung Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengenalan, pemahaman, dan pengalaman kepada masyarakat Desa Cepaka mengenai terapi komplementer khususnya terapi bekam sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan Community-Based Participatory. Pelaksanaan bertempat di Desa Cepaka Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan selama 2 hari yaitu pada tanggal 3-4 Oktober 2024. Peserta berjumlah 29 orang. Hasil: Tingkat pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan memiliki rata-rata skor 70 dan setelah diberikan penyuluhan memiliki rata-rata skor 90. Sebesar 83% peserta merasakan puas dan adanya perubahan setelah dilakukan terapi.. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan penyuluhan dan Sebagian besar masyarakat merasakan puas dengan layanan terapi komplementer bekam.
HUBUNGAN HEALTH LOCUS OF CONTROL DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PASIEN STROKE DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ARI CANTI GIANYAR: Relationship between Health Locus of Control and Self-Management in Stroke Patients in the Inpatient Room of Ari Canti Gianyar Hospital Dewi, Desak Putu Risna; Lestarini, Putu Ayu; Solehah, Eka Lutfiatus
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.27

Abstract

Latar Belakang: Pasien stroke membutuhkan waktu lama untuk sembuh sehingga diperlukan manajemen diri untuk patuh melaksanakan rehabilitasi dan kontrol serta mencegah serangan berulang yang mengakibatkan kondisi semakin parah. Pelaksanaan manajemen diri pada pasien stroke dipengaruhi oleh faktor dalam diri individu, salah satunya yaitu keyakinan untuk mengendalikan kesehatannya yang disebut dengan istilah health locus of control. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan health locus of control dengan manajemen diri pada pasien stroke. Metode: Jenis penelitian Deskriptip Korelasional dengan rancangan cross- sectional study. Jumlah sampel 45 orang dipilih dengan Purposive Sampling. Alat yang digunakan mengumpulkan data adalah kuesioner, analisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian health locus of control sebagian besar 20 responden (44,4%), manajemen diri sebagian besar 22 responden (48,9%). Hasil uji Rank Spearman didapatkan angka p value sebesar 0,000 menunjukkan ada hubungan health locus of control dengan manajemen diri pada pasien stroke, nilai Coefisien corelation 0,955 menunjukkan korelasi yang kuat dengan arah positif. Kesimpulan: health locus of control yang tinggi menyebabkan pasien memiliki keyakinan bahwa dirinya mempunyai kontrol atas kesehatan dirinya, sehingga pasien tersebut bertanggung jawab terhadap kesehatannya dan mematuhi anjuran-anjuran untuk melakukan manajemen stroke. Simpulan: health locus of control berhubungan signifikan dengan manajemen diri pada pasien stroke.
HUBUNGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN DENGAN TERJADINYA HIPERVOLEMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA: Fluid Restriction Compliance and Hypervolemia in Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis Dewi, Desak Putu Risna; Lestari, Ni Luh Putu Lely; Oktavyanti, Dwi; Arisudhana, Gede Arya Bagus
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.38

Abstract

Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronik dapat didefinisikan sebagai kerusakan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali,sehingga tubuh kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan peningkatan ureumia. Pasien Gagal Ginjal kronik yang menjalani hemodialisa diketahui bahwa paling banyak mengalami kelebihan cairan sehingga terjadi perubahan berat badannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa. Metode : Penelitian ini menggunakan diskriptif korelasi pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjalkronik yang menjalani hemodialisa di RS Balimed Denpasar. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dengan menggunakan teknik quota sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk keparuhan pembatasan cairan, dan alat ukur untuk kejadian hipervolemia menggunakan lembar catatan pengukuran berat badan. Hasil: Kepatuhan pembatasan cairan kategori kurang patuh sebanyak 65 responden (72,2%) dan kejadian hipervolemia kategori hipervolemia ringan sebanyak 71 responden (78,9%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,019 (< α 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa. Pasien gagal ginjal kronis dalam lingkup rumah sakit, perawat bisa memeberikan pendidikan maupun konseling kesehatn mengenai pembatasan cairan dapat berupa diskusi atau menggunakan audio visual dengan demosntrasi sehingga pasien HD tidak hanya mendengar tetapi juga bisa langsung mempraktekannya.
Pengaruh Pemberian Edukasi Dengan Leaflet Terhadap Pengetahuan Tentang Manajemen Diri Pada Pasien Diabetes Melitus : The Effect of Leaflet-Based Education on Knowledge of Self-Management Among Patients with Diabetes Mellitus Jayanti, Ni Putu Dewi; Dewi, Desak Putu Risna
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v2i1.70

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan tentang manajemen diri pada pasien diabetes melitus masih terbatas dimiliki bagi beberapa pasien dan hal tersebut merupakan hal penting untuk diperhatikan untuk mencegah adanya komplikasi penyakit yang lebih buruk. Pemberian edukasi menjadi upaya yang penting dilakukan melalui beberapa media, salah satunya leaflet. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi dengan leaflet terhadap pengetahuan tentang manajemen diri pada pasien diabetes melitus di Poliklinik Rumah Sakit Balimed Denpasar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test post-test, yang melibatkan 31 responden serta ditentukan dengan teknik purposive sampling. Edukasi dilakukan selama satu kali dalam waktu 15 menit. Alat ukur pengetahuan menggunakan Kuisioner. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon sign rank. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan intervensi sebesar 14,68 menjadi 16,42 setelah diberikan intervensi. Hasil uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Sign Rank diperoleh nilai Zhitung = 4,062 dan nilai p = 0,000 (<α=0,05). Kesimpulan: Pemberian edukasi dengan leaflet secara konsisten efektif meningkatkan pengetahuan pasien diabetes melitus tentang manajemen diri.