p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Flourishing Journal
Heryanti, Amanda Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Bahasa dan Kemampuan Sosial pada Anak Speech Delay Heryanti, Amanda Putri; Yahman, Femas Arifin; Hermawati, Zahra Putri; Putri, Raissa Dwifandra
Flourishing Journal Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i112024p530-538

Abstract

Children with speech delay disorders have difficulty expressing their language orally. This can cause difficulties for children to socialize and adapt to their environment. This research was carried out with the aim of exploring language development and social skills in speech delayed children. Literature review is the method used in writing this article. Based on the results of research conducted, results were obtained which showed that language development in speech delayed children tended to have less than perfect pronunciation of certain words and only responded to stimuli with non-verbal responses. The social skills of children who suffer from speech delays will have difficulty adapting to people in their immediate circle, especially in communicating. Factors that cause speech delay include the number of languages spoken, economic and social factors in the family, use of gadgets, and genetic factors. The handling strategies that can be carried out include guiding the child to speak in correct and appropriate language which is done repeatedly, paying attention to the words the child says when speaking, correcting his speech if the child makes mistakes in pronunciation, carrying out oral stimulation, and using the storytelling method as a stimulus to provoke children to talk. AbstrakAnak dengan gangguan speech delay memiliki kesulitan untuk menyatakan bahasanya secara lisan. Hal tersebut dapat menimbulkan kesulitan yang dialami anak untuk bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Dilaksanakannya penelitian ini dengan tujuan untuk mengeksplorasi perkembangan bahasa dan kemampuan sosial pada anak speech delay. Literature review menjadi metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini. Bersumber pada hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa perkembangan bahasa pada anak speech delay cenderung memiliki pengucapan kata-kata tertentu yang kurang sempurna dan hanya merespon stimulus dengan respon non-verbal. Kemampuan sosial pada anak yang mengidap terlambat berbicara akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan orang-orang di lingkup terdekatnya khususnya dalam berkomunikasi. Faktor penyebab speech delay meliputi banyaknya bahasa yang digunakan, faktor ekonomi dan sosial keluarganya, penggunaan gadget, dan faktor genetik. Adapun strategi penanganan yang bisa dilakukan diantaranya menuntun anak untuk berbicara dengan bahasa yang benar dan tepat yang dilakukan berulang kali, memperhatikan kata yang diucapkan anak ketika berbicara, mengoreksi ucapannya jika anak mengalami kekeliruan dalam penyebutan, melakukan stimulasi oral, dan menggunakan metode bercerita sebagai stimulus untuk memancing anak berbicara.
From Empty Nest to New Beginnings: Kehidupan yang Memuaskan bagi Orang Tua Paruh Baya Aurilio, Fraditya Lexcy; Heryanti, Amanda Putri; Danish, Aqila Permata Amara; Alayubi, Muhammad Sifa; Masruroh, Noviana Dawil; Masfufah, Ulfa
Flourishing Journal Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i122024p591-604

Abstract

This study aims to explore the experiences of middle-aged parents who face the empty nest phase when their children leave home. The method used in this research is through a qualitative approach with online interviews with participants who fit the research criteria, namely aged 40 to 65 years. The results showed that the empty nest phase is often accompanied by feelings of loss and loneliness but also provides opportunities to achieve new life satisfaction. This study identifies the challenges faced by parents in adjusting to changing roles and responsibilities, as well as the psychological impacts that arise, such as empty nest syndrome. The findings are expected to provide insights and solutions for middle-aged parents in dealing with this life transition, so that they can achieve a more fulfilling life after being left behind by their children. As such, this study contributes to the understanding of the psychological impact of the empty nest phase, as well as the importance of providing social support, positive activities, and a good state of spirituality in overcoming these challenges. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman orang tua paruh baya yang menghadapi fase empty nest ketika anak-anak mereka meninggalkan rumah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara dalam jaringan terhadap partisipan yang sesuai dengan kriteria penelitian yakni berusia 40 hingga 65 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase empty nest seringkali disertai dengan perasaan kehilangan dan kesepian, namun juga memberikan peluang untuk mencapai kepuasan hidup yang baru. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi orang tua dalam menyesuaikan diri dengan perubahan peran dan tanggung jawab, serta dampak psikologis yang muncul, seperti sindrom kekosongan sarang atau disebut dengan empty nest syndrome. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan solusi bagi orang tua paruh baya dalam menghadapi transisi kehidupan ini, sehingga mereka dapat mencapai kehidupan yang lebih memuaskan setelah ditinggal oleh anak-anak mereka. Penelitian ini juga menemukan pemahaman tentang pentingnya memberikan dukungan sosial, dan mengikuti kegiatan yang positif, serta kondisi spiritualitas yang baik dalam mengatasi tantangan pada fase tersebut.