Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

USING COOPERATIVE MIND MAPPING SUMMARY STRATEGY TO IMPROVE THE READING COMPREHENSION SKILL OF PUBLIC ADMINISTRATION STUDENTS’ IN UNISBA BLITAR Nuryanti , Nuryanti
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 12 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/konstruk.v12i1.950

Abstract

This research was purposed to determine that cooperative mind mapping summary strategy can improve reading comprehension skill of Public Administration Students’. The research conducted in Public Administration of UnisbaBlitar in 2019 - 2020. The respondents were 30 students. The researcher conducted research using Classroom Action Research (CAR) and individual research design. The procedures of research were preliminary study, plan the action, implementing the plan, observation, and reflection. The data collections are through observation, questionnaire, field note, and test.The research result showed that Cooperative Mind Mapping Summary Strategy could increasethe reading comprehension skill of Public Administration Students’.
Pemikiran Pendidikan Islam Muhammad Iqbal Nuryanti , Nuryanti; Yusrianto, Edi; Harun, Idris
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.478

Abstract

Pendidikan Islam telah berkembang sejak awal kemunculannya pada masa Nabi Muhammad SAW, dan terus mengalami perkembangan sepanjang sejarah Islam. Perkembangan pemikiran pendidikan Islam pada masa kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk sistem pendidikan Islam yang ada hingga saat ini. Meskipun kedua dinasti ini memiliki perbedaan dalam pola pemerintahan dan kebijakan, keduanya sama-sama memberikan kontribusi yang besar terhadap dunia pendidikan Islam. Metode analisis yang dipergunakan adalah analisis deskriptif. Metode analisis yang dipergunakan adalah analisis deskriptif. Hasil Penelitian adalah pemikiran pendidikan Islam pada masa Umayyah dan Abbasiyah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dalam sejarah pendidikan Islam. Pada masa Umayyah, pendidikan lebih bersifat informal dan terbatas pada ilmu agama, sementara pada masa Abbasiyah, sistem pendidikan berkembang dengan adanya madrasah yang mengajarkan berbagai disiplin ilmu, baik agama maupun sains. Kedua periode ini memiliki kontribusi besar terhadap pemikiran dan sistem pendidikan Islam yang berkembang hingga saat ini, dengan masa Abbasiyah memberikan fondasi yang lebih terstruktur dan sistematis dalam dunia pendidikan Islam. Masa Umayyah: Pendidikan lebih informal dan berbasis pada pengajaran agama, meskipun ada upaya untuk mengembangkan pusat-pusat pendidikan. Masa Abbasiyah: Pendidikan berkembang menjadi lebih formal dengan pendirian madrasah dan kemajuan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Keduanya berkontribusi pada sejarah pendidikan Islam, dengan masa Abbasiyah lebih menonjol dalam hal sistem pendidikan yang lebih terstruktur dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Socio-Cultural, Historical, Religious, and Architectural Values of Prambanan Temple Slamet, Slamet; Nuryanti , Nuryanti; Soelistijanto, Raden; Bhandari, Rahul
At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan Vol. 13 No. 1 (2026): At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : the Faculty of Education and Teacher Training of the Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/zg3vd841

Abstract

Candi Prambanan merupakan warisan budaya yang merefleksikan perpaduan nilai sosial budaya, sejarah, religi, dan arsitektur masyarakat Jawa Kuna. Secara historis, kompleks candi ini dibangun pada abad ke-9 Masehi pada masa Dinasti Sanjaya sebagai penanda kejayaan Kerajaan Mataram Kuna sekaligus sebagai respons politik-religius terhadap berkembangnya agama Buddha di Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Candi Prambanan ditinjau dari aspek sosial budaya, sejarah, religi, dan arsitektur. Penelitian menggunakan desain etnografi dengan pendekatan kualitatif. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan informan kunci Kepala Urusan Pelestarian Cagar Budaya, serta informan pendukung yang meliputi ahli sejarah, peneliti, arkeolog, dan petugas di Kompleks serta Museum Prambanan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek sosial budaya, relief-relief Candi Prambanan menggambarkan kehidupan masyarakat, nilai moral, dan kisah Ramayana yang berfungsi sebagai media pendidikan dan hiburan rakyat, menegaskan peran kawasan candi sebagai pusat sosial budaya. Dari aspek sejarah, Candi Prambanan merupakan bukti kejayaan Kerajaan Mataram Kuna serta dinamika politik, sosial, dan budaya pada masa Hindu-Buddha di Jawa. Dari aspek religi, Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang didedikasikan untuk Trimurti (Brahma, Wisnu, dan Siwa). Sementara itu, dari aspek arsitektur, Candi Prambanan menunjukkan keunggulan teknologi bangunan abad ke-9 melalui struktur yang menjulang tinggi, simetris, serta teknik konstruksi dan ukiran yang mencerminkan estetika dan pengetahuan teknik tinggi, yang hingga kini menjadi sumber inspirasi arsitektur Nusantara.