Candi Prambanan merupakan warisan budaya yang merefleksikan perpaduan nilai sosial budaya, sejarah, religi, dan arsitektur masyarakat Jawa Kuna. Secara historis, kompleks candi ini dibangun pada abad ke-9 Masehi pada masa Dinasti Sanjaya sebagai penanda kejayaan Kerajaan Mataram Kuna sekaligus sebagai respons politik-religius terhadap berkembangnya agama Buddha di Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Candi Prambanan ditinjau dari aspek sosial budaya, sejarah, religi, dan arsitektur. Penelitian menggunakan desain etnografi dengan pendekatan kualitatif. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan informan kunci Kepala Urusan Pelestarian Cagar Budaya, serta informan pendukung yang meliputi ahli sejarah, peneliti, arkeolog, dan petugas di Kompleks serta Museum Prambanan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek sosial budaya, relief-relief Candi Prambanan menggambarkan kehidupan masyarakat, nilai moral, dan kisah Ramayana yang berfungsi sebagai media pendidikan dan hiburan rakyat, menegaskan peran kawasan candi sebagai pusat sosial budaya. Dari aspek sejarah, Candi Prambanan merupakan bukti kejayaan Kerajaan Mataram Kuna serta dinamika politik, sosial, dan budaya pada masa Hindu-Buddha di Jawa. Dari aspek religi, Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang didedikasikan untuk Trimurti (Brahma, Wisnu, dan Siwa). Sementara itu, dari aspek arsitektur, Candi Prambanan menunjukkan keunggulan teknologi bangunan abad ke-9 melalui struktur yang menjulang tinggi, simetris, serta teknik konstruksi dan ukiran yang mencerminkan estetika dan pengetahuan teknik tinggi, yang hingga kini menjadi sumber inspirasi arsitektur Nusantara.