Wilda Maulina
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implementasi Prinsip Desain Humanis dalam Revitalisasi Kawasan Rumah Susun Kumuh di Kota Palembang Prasetyo, Wahyu Yoga; Maulina, Wilda
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rusun 26 ilir di Kota Palembang adalah hunian vertikal yang sudah berdiri dari tahun 1980 an, kondisi fisik dan lingkungan yang terus menurun sangat berdampak pada kenyamanan penggunanya, Permasalahan ventilasi dan pencahayaan alami, sanitasi yang kurang memadai, serta tidak adanya ruang komunal. Penelitian ini mempunyai tujuan utama yaitu revitalisasi rusun 26 ilir Kota Palembang yang berbasis hunian humanis sesuai dengan standar dan kebutuhan penggunanya, dan memenuhi standar bangunan di Indonesia, Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dari kajian literatur, wawancara semi terstruktur dengan penghuni rumah susun, dan observasi lapangan. Data diambil dan di analisis secara tematik untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan ruang. Hasil penelitian menyatakan bahwa peningkatan kenyamanan, perbaikan sanitasi, penyediaan ruang komunal, adanya bank sampah, dan penggunaan panel surya menjadi prioritas utama. Konsep desain yang dihasilkan mengintegrasikan antara perbaikan tata ruang hunian, penggunaan ventilasi silang, serta bank sampah yang terhubung dalam satu shaft. Penelitian ini berguna sebagai acuan revitalisasi rusun agar lebih layak, sehat dan berkelanjutan.
Kajian Implementasi Efisiensi Energi Konsep Bangunan Gedung Hijau pada Kantor Dinas Cipta Karya Provinsi Jawa Timur mengunakan EDGE Khansa, Hukama Almer; Maulina, Wilda
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya konsumsi energi pada sektor bangunan mendorong perlunya penerapan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip BGH dengan fokus pada efisiensi energi pada bangunan perkantoran pemerintah melalui pendekatan evaluasi kuantitatif. Studi kasus dilakukan pada Kantor Dinas Cipta Karya Provinsi Jawa Timur dengan metode studi literatur, observasi lapangan, serta analisis karakteristik iklim dan fisik bangunan. Evaluasi kinerja efisiensi energi dilakukan menggunakan perangkat lunak EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) sebagai alat utama untuk menilai potensi penghematan energi secara kuantitatif berdasarkan kondisi eksisting dan alternatif desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi desain pasif dan optimalisasi elemen bangunan yang responsif terhadap iklim tropis berpotensi meningkatkan kenyamanan ruang sekaligus menurunkan konsumsi energi bangunan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam evaluasi dan pengembangan perancangan bangunan perkantoran pemerintah yang adaptif terhadap iklim tropis serta selaras dengan ketentuan Bangunan Gedung Hijau di Indonesia.
Efisiensi Ruang Gerak Kantor melalui Desain Ergonomi Furnitur dan Layout Clustered Open Plan Setyadi, Dimas Alfi; Maulina, Wilda
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi ruang kerja menjadi aspek penting dalam perancangan kantor open plan karena memengaruhi kelancaran aktivitas dan produktivitas pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi gerak pekerja melalui penerapan prinsip ergonomi pada furnitur dan layout clustered open plan di Frank Home & Office, Bantul, Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap standar ergonomi serta mensimulasikan tiga alternatif layout. Efisiensi diukur berdasarkan total jarak tempuh aktivitas harian pekerja. Hasil simulasi menunjukkan bahwa alternatif layout clustered open plan menghasilkan jarak tempuh terpendek sebesar 63,5 meter per hari, sehingga dinilai paling efisien dibandingkan dua alternatif lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan prinsip ergonomi furnitur dan layout clustered open plan mampu meningkatkan efisiensi gerak dan efektivitas ruang kerja pada kantor kreatif berskala kecil.
Analisis Performa Pencahayaan Alami pada Ruang Kerja melalui Simulasi DIALux berdasarkan Standar SNI (Studi Kasus: Lantai 3 Kantor BAPPEDA Kabupaten Grobogan) Saputra, Ahmad Bayu; Maulina, Wilda
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kinerja penerangan alami di area kerja lantai 3 Gedung BAPPEDA Kabupaten Grobogan, yang memiliki fasad kaca tanpa pelindung dari sinar matahari. Situasi ini diduga menjadi penyebab dari ketidakseimbangan dalam distribusi cahaya serta masalah silau bagi para pengguna ruangan tersebut. Dengan memanfaatkan metode simulasi DIALux evo serta validasi di lapangan melalui alat pengukur lux, penelitian ini menganalisis dampak dari elemen arsitektural terhadap standar SNI 03-6575-2001. Analisis awal menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan di area kerja melebihi 500 lux, yang lebih tinggi dari ambang batas kenyamanan visual. Sebagai upaya pemecahan, penelitian ini melaksanakan pengujian setelah intervensi dengan menambahkan unsur Venetian blind dan melakukan penyesuaian pada transmisi kaca. Hasil simulasi mengindikasikan bahwa penerapan elemen peneduh dapat menyeimbagkan distribusi intensitas cahaya di seluruh ruang. Penemuan ini menegaskan betapa pentingnya pengontrolan elemen kualitas pencahayaan arsitektural dalam perancangan fasad guna mencapai kualitas pencahayaan alami yang optimal di lingkungan kantor.
Evaluasi Ketertiban Pedagang Kaki Lima sebagai Dasar Penataan Kawasan Wisata Religi Zuhroh, Talitha Arifin; Maulina, Wilda
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan religi Makam Kiai Ageng Besari Ponorogo berfungsi sebagai ruang ibadah dan ziarah yang menuntut ketertiban pemanfaatan ruang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketertiban pedagang kaki lima (PKL) sebagai dasar penataan kawasan religi. Evaluasi ketertiban dilakukan berdasarkan indikator kesesuaian lokasi berdagang dengan zonasi, keteraturan tata letak lapak, kelancaran sirkulasi pengunjung, pemanfaatan fasilitas kawasan, dan kepatuhan terhadap aturan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat ketertiban PKL di kawasan penelitian tergolong kurang tertib, ditandai oleh pemanfaatan area non-perdagangan dan jalur sirkulasi pengunjung. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan serta mengurangi kesakralan kawasan religi. Temuan ini mengindikasikan perlunya penataan melalui penguatan zonasi, pengaturan sarana berdagang, dan peningkatan pengawasan agar aktivitas PKL dapat berjalan tertib dan selaras dengan fungsi kawasan religi.
Perencanaan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Makam Kyai Ageng Muhammad Besari dengan Pendekatan Arsitektur Lanskap berbasis Kenyamanan Peziarah di Ponorogo Miladiya Noor Latifah; Wilda Maulina
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam kajian arsitektur lanskap dipahami sebagai ruang luar yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan, kenyamanan aktivitas luar ruang, serta nilai visual suatu kawasan. Kawasan Makam Kyai Ageng Muhammad Besari di Kabupaten Ponorogo, yang memiliki nilai sejarah dan religius, menyimpan potensi untuk dikembangkan sebagai RTH yang tertata dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji perencanaan RTH pada kawasan makam berdasarkan prinsip-prinsip arsitektur lanskap, dengan fokus pada perancangan tata ruang lanskap, pengaturan zonasi dan sistem sirkulasi peziarah, penataan elemen vegetasi dan elemen keras, serta penyediaan fasilitas pendukung yang bersifat inklusif bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, studi literatur, dan analisis deskriptif kualitatif terhadap kondisi tapak eksisting melalui penilaian keterhubungan antar ruang, susunan dan komposisi vegetasi, kualitas jalur pedestrian, tingkat aksesibilitas kawasan, serta hubungan visual dan spasial dalam kawasan makam. Evaluasi perencanaan RTH dilakukan berdasarkan aspek fungsional, estetis, dan kenyamanan, yang mencakup kemudahan pencapaian dan keterbacaan sirkulasi, kesesuaian desain lanskap dengan karakter sakral kawasan, penerapan prinsip aksesibilitas universal, serta kualitas mikroklimat, keberadaan ruang teduh, dan suasana lanskap yang mendukung ketenangan pengunjung. Hasil penelitian diharapkan mampu menghasilkan konsep dan rekomendasi perencanaan RTH kawasan makam yang fungsional, estetis, nyaman, dan inklusif, sekaligus memperkuat pengalaman ruang religius bagi peziarah maupun pengunjung dengan beragam kemampuan.
Pengaruh Arsitektur Mediterranean terhadap Perspektif Pengguna pada Klinik berbasis Simulasi Visual Kallvin Allan Leonardo; Wilda Maulina
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan klinik kecantikan menuntut pendekatan desain yang tidak hanya fungsional tetapi juga mendukung kesejahteraan psikologis pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan arsitektur Mediterranean terhadap persepsi pengguna pada klinik kecantikan, khususnya dalam aspek persepsi kenyamanan, tingkat kecemasan, dan persepsi klinik sebagai ruang wellness. Metode yang digunakan adalah eksperimental semu (quasi-experimental) dengan desain posttest-only control group. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 64 partisipan. Stimulus visual fotorealistik dan Augmented Reality (AR) digunakan sebagai intervensi, teknik pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert, dengan teknik analisis data menggunakan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenerapan arsitektur Mediterranean pada klinik kecantikan meningkatkan secara persepsi signifikan kenyamanan pengguna, mengurangi tingkat kecemasan, dan memperkuat citra klinik sebagai ruang wellness yang holistik dibandingkan dengan desain klinik konvensional.