Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Penyebab Stres Selama Mengerjakan Skripsi Mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan STIKES Karya Husada Kediri Eko Arik Susmiatin; Linda Ishariani; Melani Kartikasari; Ilham Ardiansyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i1.1568

Abstract

Faktor-faktor berikut dapat menyulitkan mahasiswa menyusun skripsi; kesulitan menentukan judul, kesulitan mengumpulkan data, waktu yang terbatas untuk menyelesaikan skripsi, dosen pembimbing yang sibuk, dan kesulitan mencari literatur. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan stres selama mengerjakan skripsi mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan desain diskriptif eksploratif dan melibatkan 80 responden, yang merupakan seluruh mahasiswa sarjana keperawatan tingkat akhir STIKES Karya Husada di Kediri yang sedang mengerjakan skripsi. Metode pengambilan sampel adalah total sampling. Penelitian menggunakan kuisioner sebagai alat ukur statistic deskriptif untuk analisisnya. Hasil penelitian analisis menunjukkan bahwa factor yang menyebabkan stress mahasiswa dalam kriteria berat yaitu faktor role of supervisor (84%) faktor literatur review (66%) faktor data analysis method (80%), faktor support system (86%) dan faktor research gap (69%).Ketika mahasiswa tidak memiliki strategi koping yang baik saat mengerjakan skripsi, stres dapat berdampak pada penurunan hasil akademik, keterlambatan kelulusan, penurunan kesehatan fisik, dan depresi. Sebagai bahan pertimbangan dan perhatian, kampus dan keluarga perlu memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kondisi psikologi mahasiswa tingkat akhir, sehingga mereka mampu mengurangi stress dan menyelesaikan tugas akhirnya dengan baik.
PENGARUH JOB CRAFTING DENGAN PSYCHOLOGY WELL-BEING PADA PEKERJA GIG ECONOMY DI INDONESIA Ilham Ardiansyah
Probisnis Vol 19, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/probisnis.v19i2.3357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Job Crafting dengan Psychology Well-Being pada pekerja Gig Economy di Indonesia. Di tengah ketidakpastian kerja dan tekanan tinggi pada sektor ini, job crafting berperan sebagai strategi proaktif bagi driver untuk menyesuaikan aspek pekerjaan dengan kebutuhan pribadi. Perilaku ini diharapkan mampu membantu individu mengelola tuntutan kerja secara mandiri demi mencapai kesejahteraan psikologis yang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 251 driver ShopeeFood di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen pengumpulan data terdiri dari Skala Psychology Well-Being dan Skala Job Crafting yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan teknik Regresi Linier Berganda menggunakan program JAMOVI. Hasil uji hipotesis pada dimensi Self-acceptance menunjukkan nilai korelasi (R) = sebesar 0,611 dengan nilai F = 148,1 dengan signifikansi p = <0,001 serta nilai (R²) = 0,373, pada dimensi Personal Growth memiliki nilai korelasi (R) = sebesar 0,658 dengan nilai F = 94,8 dengan signifikansi p = <0,001 serta nilai (R²) = 0,433, pada dimensi Positive Relation With Other memiliki nilai koefisien (R) = 0,658 dengan nilai F = 62,9 dengan signifikansi p = <0,001 serta nilai (R²) = 0,433, pada dimensi Purpose in Life memiliki nilai koefisien (R) = 0,720 dengan nilai F = 66,2 dengan signifikansi p = <0,001 serta nilai  (R²) = 0,518 dan pada dimensi Enviromental Mastery memiliki nilai koefisien (R) = 0,730 dengan nilai F = 55,8 dengan signifikansi p = <0,001 serta nilai (R²) = 0,532 serta pada dimensi Autonomy memiliki nilai koefisien (R) = 0,733 dengan nilai F = 4,73 dengan signifikansi p = <0,001 serta nilai (R²) = 0,538. Hal tersebut menunjukan bahwa variabel Job Crafting memiliki sumbangan efektif sebesar 53,8 % terhadap Psychology Well-Being  serta sisanya 46,2% di pengaruhi oleh faktor lain.