Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Lansia Melalui Kemampuan Deteksi Dini Masalah Kesehatan Fisik Dan Psikososial Pada Lansia Eko Arik Susmiatin; Melani Kartika Sari; Linda Ishariani; Baghase Prasetyo; Cindy Maya Nuari; Dwi Nur Indah
Bisma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Bisma)
Publisher : Universitas Darunnajah, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61159/bisma.v2i2.340

Abstract

Empowerment of elderly cadres is an important aspect in efforts to improve the welfare and quality of life of the elderly. One effective approach is through developing early detection skills for physical and psychosocial health problems This study aims to investigate ways to empower elderly cadres in this regard. Before the cadre empowerment activity in the form of education, 20 elderly cadres were measured. The results of the pre-test, which was tested for validity and reliability, showed that 85 persen dari cadre knowledge was in the poor category (with an average value of 59.5), while the education knowledge in the good category increased by 100%, with an average value of 85.83. Following the intervention, cadres' understanding of how to identify physical and mental health issues in the elderly has significantly increased. The experience of cadres and appropriate and engaging teaching strategies enhance their capacity to identify physical and mental health issues in the elderly at an early stage. To ensure that health initiatives pertaining to the welfare and quality of life of the elderly are accomplished and that cadres' ability is maintained, this activity must be sustained with support and reinforcement from all parties involved.
Hubungan Keaktifan Mengikuti Posyandu Kesehatan Jiwa Dengan Tingkat Kemandirian Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Eko Arik Susmiatin; Dwi Setyorini; Mukhlis Santoso
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i7.1809

Abstract

Salah satu masalah di masyarakat adalah Stigma ODGJ, yang dianggap tidak bisa mandiri dan hanya menjadi beban keluarga dan lingkungan. Salah satu wadah rehabilitasi ODGJ di desa adalah posyandu kesehatan jiwa, yang membantu melatih kemandirian sehingga merasa diterima masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan keaktifan mengikuti Posyandu dan tingkat kemandirian ODGJ. Penelitian ini menggunakan pendekatan longitudinal restropektif dan dengan teknik sampling total, sejumlah 18 orang. Uji spearmant rho digunakan untuk menganalisis data dengan taraf signifikansi (α) = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden (55,6%) aktif mengikuti kegiatan posyandu kesehatan jiwa; selain itu, hampir seluruh responden (72,25%) mengkategorikan diri mereka sebagai mandiri. Dari penelitian ini juga diketahui ada hubungan antara keaktifan mengikuti posyandu kesehatan jiwa dengan tingkat kemandirian p = 0,012 ( p value < 0,05) dan dilihat dari coefficient correlation (r = 0,578) menunjukkan tingkat korelasi sedang. Semakin baik keaktifan ODGJ mengikuti kegiatan posyandu kesehatan jiwa semakin baik tingkat kemandiriannya. Pada kegiatan posyandu kesehatan jiwa dilakukan beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan kemandirian ODGJ seperti keterampilan bersosialisasi, keterampilan merawat diri / ADL, dan terapi aktifitas kelompok
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Stres Selama Mengerjakan Skripsi Mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan STIKES Karya Husada Kediri Eko Arik Susmiatin; Linda Ishariani; Melani Kartikasari; Ilham Ardiansyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i1.1568

Abstract

Faktor-faktor berikut dapat menyulitkan mahasiswa menyusun skripsi; kesulitan menentukan judul, kesulitan mengumpulkan data, waktu yang terbatas untuk menyelesaikan skripsi, dosen pembimbing yang sibuk, dan kesulitan mencari literatur. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan stres selama mengerjakan skripsi mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan desain diskriptif eksploratif dan melibatkan 80 responden, yang merupakan seluruh mahasiswa sarjana keperawatan tingkat akhir STIKES Karya Husada di Kediri yang sedang mengerjakan skripsi. Metode pengambilan sampel adalah total sampling. Penelitian menggunakan kuisioner sebagai alat ukur statistic deskriptif untuk analisisnya. Hasil penelitian analisis menunjukkan bahwa factor yang menyebabkan stress mahasiswa dalam kriteria berat yaitu faktor role of supervisor (84%) faktor literatur review (66%) faktor data analysis method (80%), faktor support system (86%) dan faktor research gap (69%).Ketika mahasiswa tidak memiliki strategi koping yang baik saat mengerjakan skripsi, stres dapat berdampak pada penurunan hasil akademik, keterlambatan kelulusan, penurunan kesehatan fisik, dan depresi. Sebagai bahan pertimbangan dan perhatian, kampus dan keluarga perlu memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kondisi psikologi mahasiswa tingkat akhir, sehingga mereka mampu mengurangi stress dan menyelesaikan tugas akhirnya dengan baik.
Hubungan Antara Persepsi Beban Akademik Dengan Status Mental Emosional Pada Mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan Di STIKES Karya Husada Kediri Eko Arik Susmiatin; Melani Kartika Sari; Puji Suseno
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i1.1294

Abstract

Tingginya tugas serta tuntutan capaian kredit dalam satu semester cenderung membuat mahasiswa berpersepsi negatif terhadap beban akademik yang berdampak stress dan perubahan status mental emosionalnya. Tujuan penelitian mengetahui hubungan persepsi beban akademik dengan status mental emosional pada mahasiswa tingkat 1. Desain penelitian adalah korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel Total Sampling, dengan sampel 94 mahasiswa. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat signifikasi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan (80%) persepsi beban akademik dalam kriteria negatif, dan tercatat masing – masing 51,5% dan 43,4 % menunjukkan status mental emosional ambang/borderline baik dari sisi kesulitan maupun kekuatan.Hasil uji didapatkan p-value (0.017) dan (0.021) (α<0,05) maka H1 diterima, yang artinya ada hubungan antara persepsi beban akademik dengan status mental emosional. Persepsi beban akademik yang dirasakan dipengaruhi oleh pandangan mahasiswa menghadapi beban atau tekanan yang dirasakan. Beban akademik yang dipersepsikan negatif, akan memberikan kesan buruk bagi kesehatan fisik, mental, emosi, dan prestasi akademiknya. Sebaliknya, beban akademik yang dipersepsikan positif, akan menjadi tantangan dan sumber motivasi bagi mahasiswa untuk bersemangat dalam menyelesaikan akademik dengan banyak hal positif. Berdasarkan hal tersebut mahasiswa diharapkan dapat menjaga kesehatan mental dengan cara dapat beraktifitas secara positif, memberi penilaian yang positif terhadap diri, afirmasi diri, serta meningkatkan sisi spiritual dalam diri.
THE RELATIONSHIP BETWEEN BULLYING EXPERIENCES AND SELF-ACCEPTANCE ADAPTATION ABILITY IN ADOLESCENTS Setiawan, Lilik; Eko Arik Susmiatin
Nursing Sciences Journal Vol 9 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v9i2.6952

Abstract

Incident bullying is an unwanted action that occurs in adolescents due to an imbalance of power, and bullying this has the potential to happen repeatedly and at any time. Experience bullying what the victim experiences directly will have an impact on their development and growth as a teenager, especially in terms of adaptability and social skills. Aggravating factors bullying namely lack of self- confidence, lack of self-acceptance, and lack of communication. This research aims to determine the relationship between experience bullying with the ability to adapt to self-acceptance. The design used in this research is correlation with the approach cross-sectional. The population of all students victims of bullying at Taruna Bakti Vocational School was 35 respondents. The sample in the research was 35 students obtained from engineering Total Sampling. Experience variable data bullying measured using a questionnaire The Olweus Bully and data on the variable ability to adapt to self-acceptance were measured using a questionnaire Berger’s Self Acceptance Scale, and data analysis with statistical tests Spearman rank. The research results stated that the majority of respondents 26 students (74.3%) experienced bullying lightweight with good acceptance criteria. The results of the analysis show that there is a relationship of experience bullying with the ability to adapt to self-acceptance (p-value 0.00<0.05). Good self-acceptance in individuals makes them able to develop themselves. able to interact with other people, and establish close relationships with other people without feeling disturbed by their weaknesses, because individuals who have high self-acceptance are aware of and accept all forms of shortcomings and weaknesses. the advantages that exist within him and realizing that other individuals also have these.