Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Dialog Lintas Agama Melalui Pertunjukan Seni Keagamaan di Desa Tewang Rangkang Binti Yusup, Wirastiani; Ajahari, Ajahari; Sihung, Sihung; Gustina, Handika Pratama; Rachmawati, Siti Wanda; Awalia, Nur; Syahrudin, Syahrudin; Lestari, Indah; Handayani, Selpi; Zain, Puji Efriany; Harini Anugraha, Ni Made Iswanty; Jumil, Jumil; Ritonga, Bhatara Solimega; Trisnawati, Rizka Zulya Bunga
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4074

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengoptimalkan dialog lintas agama melalui pertunjukan seni keagamaan di Desa Tewang Rangkang. Kegiatan ini berfokus pada penguatan moderasi beragama melalui seni keagamaan. Masalah utama yang diidentifikasi adalah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap ajaran agama dan kurangnya apresiasi terhadap seni keagamaan. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti melaksanakan pertunjukan seni keagamaan yang melibatkan partisipasi anak-anak dan remaja dari tiga agama utama di desa: Hindu Kaharingan, Kristen, dan Islam, setelah itu peneliti melakukan kegiatan refleksi untuk mengetahui perubahan yang terjadi setelah kegiatan dilakukan. Metode yang digunakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui kegiatan pelatihan keterampilan seni dan kegiatan pertunjukan sebagai sarana dialog lintas agama. Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa toleransi antar agama dan hubungan sosial di antara masyarakat yang berbeda latar belakang agama di Desa Tewang Rangkang mengalami peningkatan melalui repson positif yang ditunjukkan oleh masyarakat. Umpan balik dari pemerintah desa dan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat efektif dalam mempromosikan moderasi beragama dan bisa menjadi model bagi kegiatan serupa di masa depan. Hasil pengabdian ini penting karena memperlihatkan bagaimana seni dapat menjadi alat yang kuat untuk mempererat persatuan dan kerukunan antarumat beragama.
OPTIMALISASI PENGUATAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA MELALUI AKSI GOTONG ROYONG MENYAMBUT HUT RI KE 79 DI DESA TARUSAN DANUM Ajahari, Ajahari; Sihung, Sihung; Yusup, Wirastiani Binti; Yalla, Elisabeth; Anggara, Danda; Nisapingka, Diren; Angeli, Monica; Yuverdina, Yuverdina; Pernando, Jhony; Rifa’i, Ibnu; Syahrani, Septya Dwi; Rahmawati, Annisa Awallia; Rozi, Ahmat Fahrul; Fitrila, Najima
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/2b5td251

Abstract

KKN Nusantara Religious Moderation is a priority program of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia which was initiated through collaboration with various universities in Indonesia, in order to maximize the value of tolerance in society. KKN Nusantara Religious Moderation in 2024 was implemented in Central Kalimantan, precisely in Katingan Regency, by sending 12 groups to different villages with programs that could foster an attitude of tolerance in society. The purpose of KKN NMB is to build a commitment to community understanding related to the values ​​of religious moderation within the framework of Bhineka Tunggal Ika. The KKN NMB community service method uses the PAR Participatory Action Research type or community participation action research in Tewang Rangkang Village. The results of the NMB KKN activities show that the strengthening of the values ​​of religious moderation in the Tarusan Danum Village community on a scale of change is slightly better than before the arrival of the NMB KKN, especially through mutual cooperation actions to enliven the 79th Anniversary of the Republic of Indonesia. As for community participation towards being pro-active again with a commitment in each respective place of worship (Islam, Christianity and Hinduism) willing to carry out and implement the values ​​of religious moderation. Thus, the realization of the priority program of the Ministry of Religion together with PTK Nusantara is able to have a massive and sustainable impact on society
Tradisi Membuatan Sandung Pada Umat Hindu Kaharingan Dayak Ngaju Sihung, Sihung; Dharmawan, I Gusti Agung
Jurnal Penelitian Agama Hindu Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/jpah.v10i1.4118

Abstract

Sandung is a distinctive structure in the Hindu Kaharingan tradition of the Dayak Ngaju community, serving as a repository for the bones of deceased family members following the tiwah ceremony. This tradition continues to exist today and reflects both cultural identity and religious belief. The purpose of this study is to describe the meaning, functions, and values embodied in the construction of sandung, while also examining how the tradition is maintained amidst social change. The research employed a qualitative descriptive method using both primary and secondary data sources. Primary data were obtained through in-depth interviews with six key informants and discussions with community members knowledgeable about the tradition, while secondary data were collected from documentation and related studies. Data collection involved observation, interviews, and documentation with customary leaders, community figures, and Hindu Kaharingan practitioners. The findings indicate that the construction of sandung requires specific skills, adherence to customary norms, and deep spiritual understanding. Beyond its role as a bone repository, sandung embodies profound social and religious meanings: it represents filial responsibility toward deceased parents, gratitude and respect for ancestors, and a medium for maintaining harmony between the living and the dead. The study concludes that the sandung tradition plays a vital role in strengthening the cultural identity of the Dayak Ngaju community, preserving the spiritual values of Hindu Kaharingan, and is believed to bring prosperity to surviving family members. Therefore, the continuity of this tradition requires collective support from society and younger generations to ensure its preservation.