Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN DRIVER AMBULANS MELALUI PELATIHAN DASAR KEGAWATDARURATAN Triyuliarto, Dwiwardoyo; Freddy, Antonius; Imowanto, Yuddy; Arlando, Choga Ilham; Puspitasari, Dewi
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i2.2060

Abstract

Penyelenggaraan layanan medis darurat (EMS) cukup beragam. Di Indonesia, ambulans gratis yang dijalankan oleh relawan semakin banyak, namun tidak semua memahami kewajiban sebagai seorang driver ambulans. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Evaluasi melalui penelitian setelah pelatihan dapat membantu menilai peningkatamn pengetahuan yang dimiliki. Sampel penelitian merupakan peserta pelatihan yang mengikuti seluruh pelatihan dan mengikuti pretest serta postest. penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan metode One group pretest-posttest. Dari gambaran deskriptif terhadap 85 sampel driver ambulans yang mengikuti pelatihan, didapatkan mean pretest 51,80 (IK95%;49,74 - 53,86) dan postest 57,48 (IK95%;54,62 - 60,35) selanjutnya dilakukan uji t berpasangan dengan hasil  p 0,001 yang bermakna pelatihan atau intervensi yang diberikan memiliki efek yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan driver ambulans. Pelatihan dasar kegawatdaruratan bagi driver ambulans bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan driver ambulans. Diperlukan pelatihan berkala dan refreshing materi kepada para driver ambulans. Penelitian ini dapat dijadikan landasan untuk pelatihan-pelatihan selanjutnya yang lebih baik
Peningkatan Pengetahuan Pengemudi Ambulans Melalui Pelatihan Dasar Ambulans Haedar, Ali; Aryanto, Zaki Yuli Aryanto; Ulfah, Mulia; Wahyuni, Sri; Arlando, Choga Ilham; Puspitasari, Dewi; Manggala, Exgha Dwi Putra; Arifin, Arifin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.4877

Abstract

Mengendarai ambulans bukanlah sekedar — ini memainkan peran penting dalam perawatan medis pasien dan keselamatan mereka. Oleh karena itu, pengemudi ambulans memerlukan pelatihan khusus yang mencakup pengetahuan medis, keterampilan mengemudi teknis, dan manajemen stress. Di Indonesia, pemilik dan operator ambulans sangat bervariasi yang menjadi tantangan dalam penetapan standar pelayanan kegawatdaruratan yang harus dilakukan. Melalui pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mereka. dan evaluasi paska pelatihan dapat membantu menilai peningkatan pengetahuan yang dihasilkan. Penelitian ini ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan metode One group pretest-posttest. selanjutnya dilakukan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan hasil p = 0,005 dengan interval kepercayaan 95% yang bermakna pelatihan atau intervensi yang diberikan memiliki efek yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan driver ambulans. Pelatihan dasar kegawatdaruratan bagi driver ambulans bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan driver ambulans. Diperlukan pelatihan berkala dan refreshing materi kepada para driver ambulans. Penelitian ini dapat dijadikan landasan untuk pelatihan-pelatihan selanjutnya yang lebih baik
PENINGKATAN PENGETAHUAN DRIVER AMBULANS MELALUI PELATIHAN DASAR KEGAWATDARURATAN Triyuliarto, Dwiwardoyo; Freddy, Antonius; Imowanto, Yuddy; Arlando, Choga Ilham; Puspitasari, Dewi
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i2.2060

Abstract

Penyelenggaraan layanan medis darurat (EMS) cukup beragam. Di Indonesia, ambulans gratis yang dijalankan oleh relawan semakin banyak, namun tidak semua memahami kewajiban sebagai seorang driver ambulans. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Evaluasi melalui penelitian setelah pelatihan dapat membantu menilai peningkatamn pengetahuan yang dimiliki. Sampel penelitian merupakan peserta pelatihan yang mengikuti seluruh pelatihan dan mengikuti pretest serta postest. penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan metode One group pretest-posttest. Dari gambaran deskriptif terhadap 85 sampel driver ambulans yang mengikuti pelatihan, didapatkan mean pretest 51,80 (IK95%;49,74 - 53,86) dan postest 57,48 (IK95%;54,62 - 60,35) selanjutnya dilakukan uji t berpasangan dengan hasil  p <0,001 yang bermakna pelatihan atau intervensi yang diberikan memiliki efek yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan driver ambulans. Pelatihan dasar kegawatdaruratan bagi driver ambulans bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan driver ambulans. Diperlukan pelatihan berkala dan refreshing materi kepada para driver ambulans. Penelitian ini dapat dijadikan landasan untuk pelatihan-pelatihan selanjutnya yang lebih baik
A Case of spinal cord decompression sickness: Diagnostic dilemmas and barriers to hyperbaric therapy in Indonesia Nugroho, Suryanto Eko Agung; Triyuliarto, Dwiwardoyo; Arlando, Choga Ilham; Putra, Rico Wicaksana
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 16, No 3, (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol16.Iss3.art11

Abstract

The majority of dives go off without any problems, but there are physiological changes brought on by pressure fluctuations in the underwater environment that might cause serious harm. Decompression sickness (DCS) is a condition resulting from the formation of nitrogen bubbles in body tissues due to rapid decompression after a dive, and one of the severe manifestations of DCS is spinal cord DCS. Although it is uncommon, it is a neurological diving emergency that can cause permanent impairment. The gold standard treatment for all DCS, including spinal cord DCS, is hyperbaric oxygen (HBO) therapy. In this article, we present a case report of a 43-year-old male with spinal cord DCS with a high MEDSUBHYP score, but who refused HBO therapy, which led to long-term morbidity and residual neurological deficits. The patient had received non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) and methylprednisolone as adjunctive therapy, but they provided no benefit. This article discusses the clinical presentation of spinal cord DCS, its challenging diagnosis, and several factors that predicted poor prognosis in patients with spinal cord DCS. We also highlight the logistical barrier to getting HBO therapy in Indonesia, which may be one of the main reasons the patient refused to be referred to another facility.