Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Model Cooperative Learning Tipe Inside-Outside Circle (IOC) Terhadap Prestasi Belajar dengan Memperhatikan Minat Belajar Matematika Sakila, Jannati; Qusyairi, Lalu A Hery
PALAPA: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Vol 6 No 1 (2018): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Palapa Nusantara Lombok NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.214 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1). pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe inside-outside circle (IOC)  terhadap prestasi belajar matematika siswa yang memiliki minat belajar tinggi (2). untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe inside-outside circle (IOC) terhadap prestasi belajar matematika siswa yang memiliki minat belajar rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain dua factorial. Jumlah populasinya adalah seluruh siswa kelas XI MA NW Palapa Nusantara Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan jumlah 180 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan kelas XI IPS 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket minat belajar dan tes prestasi belajar matematika. Metode pengujian hipotesis yang digunakan Uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1).  nilai thitung > ttabel yaitu thitung = 4,430 lebih besar dari pada ttabel 0.05 = 2,00484 maka H0 ditolak, yang artinya terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe inside-outside circle (IOC)  terhadap prestasi belajar matematika siswa yang memiliki minat belajar tinggi (2). nilai thitung < ttabel yaitu thitung = 1,703 lebih kecil dari pada ttabel 0.05 = 2,00484 maka H0 diterima, yang artinya tidak terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe inside-outside circle (IOC) terhadap prestasi belajar matematika siswa yang memiliki minat belajar rendah.    
Pengaruh Keterampilan Mengajar dan Kedisiplinan Guru dalam Proses Belajar Mengajar M. Saipul Watoni; Lalu A. Hery Qusyairi
AS-SABIQUN Vol 3 No 1 (2021): MARET
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v3i1.1328

Abstract

This research is entitled "The Influence of Teaching Skills and Teacher Discipline in the Teaching and Learning Process on Student Achievement in Social Studies Subjects for the 2020/2021 Academic Year". The aim of this research is to find out how much influence teaching skills and teacher discipline in the teaching and learning process (PBM) have on student achievement in social studies subjects. The approach used in this research is a quantitative approach with the type of survey research. The population used as subjects in this study were all Social Studies students of class VIII consisting of three classes at MTs NW Selebung for the academic year 2020/2021. In this study, the technique used in sampling is a random sampling technique with the class as the sample unit so that all students are studied randomly by providing equal opportunities to all members of the population, the minimum sample size is 50.98 so 51 students will be taken from class VIII MTs NW Selebung. The main data collection technique in this research is to use a closed questionnaire given to all students who are the research sample, there are two types of questionnaires used in collecting data in this study, namely a questionnaire about teaching skills and teacher discipline which will be filled out by students. For data analysis techniques used Pearson product moment analysis techniques, t-test (t-test) and multiple correlation. Based on the results of the calculations obtained coefficient t count of 5.75 with a contribution of 31.58% for teacher teaching skills, t count of 4 .42 with a contribution of 23.43% for teacher discipline, t count of 9.33 with a contribution of 27.98% for teaching skills and teacher discipline, with a significance level of 5%, dk = 51 obtained t table of 4.08 means that t count t table, thus there is a significant influence on teacher teaching skills, teacher discipline as well as teaching skills and teacher discipline together in the teaching and learning process in social studies subjects at MTs NW Selebung for the academic year 2020/2021.
Pengembangan Alat Evaluasi Psikomotor SMP Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Lalu A. Hery Qusyairi
PALAPA Vol 4 No 2 (2016): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.187 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v4i2.21

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan aspek-aspek psikomotor yang dapat diukur dengan menggunakan alat evaluasi psikomotor dan mendapatkan tingkat pencapaian aspek psikomotor peserta didik dengan menggunakan alat evaluasi psikomotor yang sudah dikembangkan pada pokok bahasan besaran dan pengukuran di kelas VII SMP Negeri 1 Keruak. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitianpengembangan model 4-D (Four D Model) yang meliputi define, design, develop dan disseminate. Adapun subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIIA SMP Negeri 1Keruak. Dengan instrument penelitian yang meliputi: lembar evaluasi psikomotor, lembar penilaian instrument, dan Rubrik penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). aspek psikomotor yang dapat diukur dengan menggunakan alat evaluasi psikomotor yang sudah dikembangkan adalah: (a) peserta didik mengkalibrasi alat sebelum digunakan; (b) peserta didik meletakkan benda yang akan diukur pada alat ukur; (c) peserta didik memegang alat dengan benar; (d) peserta didik membaca alat ukur dengan tepat; (e) peserta didik menentukan nilai pada skala alat ukur dengan benar. 2). Tingkat pencapaian psikomotor peserta didik yang mampu menggunakan alat ukur dengan baik, yaitu pengukuran menggunakan jangka sorong ada 42,83% peserta didik, mikrometer sekrup ada 23,33% peserta didik dan stopwatch ada 80,00% peserta didik.
Hubungan Pengetahuan Aqidah dengan Sikap Siswa terhadap Pergaulan Bebas di MA Lalu A. Hery Qusyairi
PALAPA Vol 5 No 2 (2017): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.183 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v5i2.51

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) Ingin mengetahui tingkat pengetahuan aqidah pada siswa MA Palapa Nusantara NW Selebung Ketangga tahun pelajaran 2017/2018; 2) Ingin mengetahui sikap siswa terhadap pergaulan bebas di MA Palapa Nusantara NW Selebung Ketangga tahun pelajaran 2017/2018; dan 3) Ingin mengetahui hubungan antara pengetahuan aqidah dan sikap siswa terhadap pergaulan bebas di MA Palapa Nusantara NW Selebung Ketangga tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi yang bertujuan mencari besarnya hubungan antara dua variabel atau lebih berdasarkan koefisien korelasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa MA Palapa Nusantara NW Selebung Ketangga tahun pelajaran 2017/2018. Sedangkan sampel yang dijadikan sumber data adalah siswa kelas XII. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa: Pertama, hasil tes pengetahuan aqidah yang diberikan kepada siswa kelas XII MA Palapa Nusantara NW Selebung Ketangga menunjukkan bahwa jumlah skor yang dicapai oleh 25 siswa adalah 1957 dengan skor rata-rata 77,82 dengan kategori sedang. Sacara rinci, dari 25 siswa, terdapat 9 siswa dengan kategori pengetahuan rendah, 5 siswa berkategori pengetahuan sedang, dan 11 siswa berkategori pengetahuan tinggi. Kedua, hasil pengukuran sikap terhadap pergaulan bebas siswa kelas XII MA Palapa Nusantara NW Selebung Ketangga menunjukkan bahwa skor total yang dicapai oleh 25 siswa adalah 2028 dan skor rata-rata 80,30 dengan kategori sedang. Secara rinci, terdapat 13 siswa dengan kategori rendah, 4 siswa dengan kategori sedang, dan 8 siswa berkategori tinggi. Ketiga, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan aqidah dengan sikap terhadap pergaulan bebas pada siswa kelas XII MA Palapa Nusantara NW Selebung Ketangga tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini terbukti dari perhitungan product moment, di mana nilai r hitung yang diperoleh 0,826. Harga r tabel untuk n=25 adalah 0,404. Jadi, rhitung > r-tabel (0,826 > 0,404). Berdasarkan keriteria, harga r-hitung tersebut (0,826) berkategori tinggi sekali.
Pengaruh Model Cooperative Learning Tipe Inside-Outside Circle (IOC) terhadap Prestasi Belajar dengan Memperhatikan Minat Belajar Matematika Lalu A. Hery Qusyairi; Jannati Sakila
PALAPA Vol 6 No 1 (2018): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.67 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v6i1.57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1). pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe inside-outside circle (IOC) terhadap prestasi belajar matematika siswa yang memiliki minat belajar tinggi (2). untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe inside-outside circle (IOC) terhadap prestasi belajar matematika siswa yang memiliki minat belajar rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain dua factorial. Jumlah populasinya adalah seluruh siswa kelas XI MA NW Palapa Nusantara Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan jumlah 180 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan kelas XI IPS 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket minat belajar dan tes prestasi belajar matematika. Metode pengujian hipotesis yang digunakan Uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). nilai t hitung > ttabel yaitu thitung = 4,430 lebih besar dari pada ttabel 0.05 = 2,00484 maka H0 ditolak, yang artinya terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe inside-outside circle (IOC) terhadap prestasi belajar matematika siswa yang memiliki minat belajar tinggi (2). nilai thitung < ttabel yaitu thitung = 1,703 lebih kecil dari pada ttabel 0.05 = 2,00484 maka H0 diterima, yang artinya tidak terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe inside-outside circle (IOC) terhadap prestasi belajar matematika siswa yang memiliki minat belajar rendah.
Interaksi Sosial dalam Proses Pembelajaran Lalu Moh. Fahri; Lalu A. Hery Qusyairi
PALAPA Vol 7 No 1 (2019): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.021 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v7i1.194

Abstract

This study aims to provide an overview of students' social interactions in the learning process for instructors and prospective teachers. In this article a number of things will be reviewed, including the meaning of social interaction and learning, forms of social interaction and learning, and interaction relationships with learning. After understanding the interaction in the learning process, instructors and prospective instructors are expected to understand that learning outcomes and learning processes must be balanced so that the educational process leads to the development of attitudes, intellectual intelligence, or the development of children's skills according to their needs.
Penerapan Kerja Laboratorium melalui Pendekatan Induktif dan Pendekatan Deduktif-Verifikatif untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Fisika Peserta Didik SMA Negeri 1 Sakra Provinsi NTB Lalu A. Hery Qusyairi
PALAPA Vol 1 No 1 (2013): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/palapa.v1i1.723

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) hubungan antara minat awal fisika dan kemampuan memecahkan masalah fisika peserta didik SMA Negeri 1 Sakra, (2) manakah yang memiliki pengaruh yang lebih baik antara penerapan kerja laboratorium dengan pendekatan induktif dan penerapan kerja laboratorium dengan pendekatan deduktif-verifikatif terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika untuk minat fisika awal tinggi, (3) manakah yang memiliki pengaruh yang lebih baik antara penerapan kerja laboratorium dengan pendekatan induktif dan penerapan kerja laboratorium dengan pendekatan deduktif-verifikatif terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika untuk minat fisika awal rendah, (4) interaksi antara pendekatan induktif dan pendekatan deduktif-verifikatif untuk minat fisika awal tinggi terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika, dan (5) interaksi antara pendekatan induktif dan pendekatan deduktif-verifikatif untuk minat fisika awal rendah terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain satu faktorial dan menggunakan dua kelompok. Populasi penelitian ini adalah 197 orang peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Sakra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat hubungan antara minat awal fisika dan kemampuan memecahkan masalah fisika peserta didik SMA Negeri 1 Sakra, (2) penerapan kerja laboratorium dengan pendekatan induktif tidak memiliki pengaruh yang lebih baik daripada penerapan kerja laboratorium dengan pendekatan deduktif-verifikatif terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika peserta didik untuk minat fisika awal tinggi, (3) penerapan kerja laboratorium dengan pendekatan induktif memiliki pengaruh yang lebih baik daripada penerapan kerja laboratorium dengan pendekatan deduktif-verifikatif terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika peserta didik untuk minat fisika awal rendah, (4) tidak ada interaksi antara pendekatan induktif dan pendekatan deduktif-verifikatif untuk minat fisika awal tinggi terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika, dan (5) tidak ada interaksi antara pendekatan induktif dan pendekatan deduktif-verifikatif untuk minat fisika awal rendah terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika.
Analisis Kemampuan Kognitif Mahasiswa dalam Pembelajaran Kontekstual dan Pembelajaran Deduktif pada Perkuliahan Media Pembelajaran PAI Lalu A. Hery Qusyairi
PALAPA Vol 2 No 1 (2014): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.085 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v2i1.736

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang kemampuan kognitif mahasiswa pada pembelajaran kontekstual dan pembelajaran deduktif, serta mengetahui manakah yang memiliki pengaruh yang lebih baik antara pembelajaran kontekstual dan pembelajaran deduktif. Pemahaman kognitif dalam penelitian ini dibatasi pada kemampuan: pendefinisian istilah, pemahaman istilah, dan penerapan istilah.Penelitian ini dilakukan dengan studi eksperimetal pada implementasi mata kuliah Media Pembelajaran PAI. Penelitian ini dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa STIT Palapa Nusantara Lombok NTB yang dibagi menjadi kelas eksperimen satu dan kelas Eksperimen dua. Untuk mengukur pemahaman kogntifsecara teori, digunakan soal essai Sedangkan untuk mengukur kemampuan kognitif secara aplikasi, digunakan pedoman observasi. data dianalisis dengan uji multivariatT2Hotelling. Uji ini menunjukkan adanya perbedaan efek, sehingga ditindak lanjut dengani uji t untuk menentukan metode manakah yang lebih unggul, ditinjau dari kemampuan teori maupun kemampuan aplikasi mahasiswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pembelajaran deduktif lebih baik dari pada pembelajaran CTL pada kemampuan teori mahasiswa. (thit= 2,28 &gt; ttab =2,00). 2) pembelajaran CTL lebih baik dari pada menggunakan pembelajaran deduktif dalam kemampuan aplikasi (thit= 4,05 &gt; ttab(0,025;66) = 2,00).
Penerapan Strategi Giving Questions and Getting Answers dengan Pendekatan Kerja Laboratorium Inkuiri Terbimbing Lalu A. Hery Qusyairi
PALAPA Vol 2 No 2 (2014): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.241 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v2i2.741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar untuk siswa yang diberi strategi giving questions and getting answers dengan giving information pada pendekatan kerja laboratorium inkuiri terbimbing terhadap peningkatan pemahaman konsep fisika siswa dan kinerja ilmiah siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang menggunakan rancangan eksperimen pretest-posttest dengan dua kelas eksperimen yang telah di pasangkan (matching pretest-posttest comparison group design) Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik matching mengambil satu karakteristik saja atau diambil dengan dipasangkan. Rancangan dipilih karena selama eksperimen tidak memungkinkan untuk mengubah kelas yang telah ada. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Keruak, dan sampelnya adalah 26 siswa dari kelas VIII D sebagai kelas eksperimen 1 yang menggunakan strategi giving questions and getting answers, dengan pendekatan kerja laboratorium inkuiri terbimbing dan 26 siswa dari kelas VIII B sebagai kelas eksperimen 2 yang menggunakan strategi giving information, dengan pendekatan kerja laboratorium inkuiri terbimbing. Metode pengujian hipotesis yang digunakan adalah mann-whitney pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar untuk siswa yang diberi strategi giving questions and getting answers dengan giving information pada pendekatan kerja laboratorium inkuiri terhadap peningkatan pemahaman konsep fisika siswa. Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar untuk siswa yang diberi strategi giving questions and getting answers dengan giving information pada pendekatan kerja laboratorium inkuiri terhadap kinerja ilmiah siswa.
Pembelajaran Fisika Berbasis Masalah melalui Metode Eksperimen dan Demonstrasi Ditinjau dari Kemampuan Menggunakan Alat Ukur dan Sikap Ilmiah Siswa Lalu A. Hery Qusyairi
PALAPA Vol 3 No 2 (2015): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.868 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v3i2.760

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh penggunaan metode pembelajaran eksperimen dan demonstrasi terhadap prestasi belajar, (2) pengaruh kemampuan menggunakan alat ukur terhadap prestasi belajar, (3) pengaruh sikap ilmiah terhadap prestasi belajar, (4) interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan menggunakan alat ukur terhadap prestasi belajar, (5) interaksi antara metode pembelajaran dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar, (6) interaksi antara kemampuan menggunakan alat ukur dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar, (7) interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan menggunakan alat ukur dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental (experimental research). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI program IPA SMA Negeri 1 Keruak Lombok Timur tahun pelajaran 2014/2015, sebanyak 8 kelas. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas. Kelas eksperimen 1 dengan metode eksperimen dan kelas eksperimen 2 dengan metode demonstrasi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mendapatkan data prestasi belajar kognitif dan kemampuan menggunakan alat ukur, sedangkan metode angket untuk mendapatkan informasi sikap ilmiah dan prestasi belajar afektif. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2 dan frekuensi sel tidak sama. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Tidak ada pengaruh penggunaan metode pembelajaran eksperimen dan demonstrasi terhadap prestasi kognitif (p-value = 0,151) dan afektif (p-value = 0,368). (2) Tidak ada pengaruh kemampuan menggunakan alat ukur terhadap prestasi kognitif (p-value = 0,593) dan afektif (p-value = 726). (3) Tidak ada pengaruh sikap ilmiah terhadap prestasi kognitif (p-value = 0,399) dan afektif (p-value = 0,084). (4) Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan menggunakan alat ukur terhadap prestasi kognitif (p-value = 0,832). (5) Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan sikap ilmiah terhadap prestasi kognitif (p-value = 0,839). (6) Tidak ada interaksi antara kemampuan menggunakan alat ukur dengan sikap ilmiah terhadap prestasi kognitif (p-value = 318). (7) Ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan menggunakan alat ukur dan sikap ilmiah terhadap prestasi kognitif (p-value = 0,029).