Qanita Wulandara
Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

RELATIONSHIP BETWEEN ELECTROLYTE LEVELS OF PREGNANT WOMEN AND THE EVENT OF PREECLAMPSIA Qanita Wulandara; Siti Patimah
Media Informasi Vol 17, No 2 (2021): Media Informasi Volume 17 No 2 Tahun 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i2.856

Abstract

Preeclampsia is a condition of high blood pressure accompanied by protein in the urine and become one of the causes of maternal and fetal morbidity and mortality. Electrolytes such as calcium,sodium, potassium and chloride contribute significantly to vascular smooth muscle function and play an important role in the etiopathogenesis of hypertension.This study was conducted to determine the relationship between levels of calcium, sodium, potassium and chloride with the incidence of preeclampsia in pregnant women. The type of research used is an analytic observational study with a case control design. The sample in this study was 80 pregnant women, namely 40 for the case group and 40 for the control group according to the inclusion and exclusion criteria set. Statistical analysis was performed by chi square.In this study, the results showed that there was a relationship between calcium, potassium and chloride levels with the incidence of preeclampsia. It is hoped that this study can increase the knowledge of health workers and become the basis for providing intake of calcium, potassium and sodium levels to prevent preeclampsia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN DI RUANG BERSALIN RSUD SINGAPARNA MEDIKA CITRAUTAMA TASIKMALAYA: FACTORS ASSOCIATED WITH THE INCIDENCE OF PREECLAMPSIA IN PARTURIENT WOMEN AT LABOUR ROOM OF SINGAPARNA MEDIKA CITRAUTAMA HOSPITAL TASIKMALAYA Qanita Wulandara; Siti Patimah
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 1 No. 1 (2020): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.013 KB) | DOI: 10.36082/jmswh.v1i1.164

Abstract

Preeklampsia merupakan suatu keadaan tekanan darah tinggi yang disertai dengan protein urine. Sepuluh juta wanita mengalami preeklamsia setiap tahun di seluruh dunia Preeklampsia di Indonesia menjadi salah satu penyebab kematian ibu, walaupun etiologi pasti preeklampsia tidak diketahui, namun banyak faktor yang diduga mempengaruhi terjadinya preeklampsia Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di ruang bersalin RS Singaparna Medika Citrautama (SMC) Kabupaten Tasikmalaya seperti usia, paritas, obesitas, suplementasi kalsium dan kadar kalsium dalam darah. Rancangan penelitian menggunakan case control study. Subyek penelitian adalah ibu bersalin yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu preeklamsia dan tidak preeklampsia. Analisis data bivariat menggunakan chi-square sedangkan analisis data multivariat menggunakan regresi logistic. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia (p = 0,043), obesitas (p= 0,038) dan kadar kalsium (p= 0,002) tehadap preeclampsia dan tidak ada hubungan antara paritas (p= 0,438) dan riwayat kesehatan yang lalu (p=1,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara faktor usia,obesitas dan kadar kalsium dalam darah dengan kejadian Preeklampsia. Penelitian ini merekomendasikan tenaga kesehatan untuk meningkatkan promotif dan preventif dengan penyuluhan dan sosialisasi mengenai faktor risiko kejadian preeklampsia sehingga ibu dapat menjalani kehamilan dan persalinan yang sehat.
Pengaruh Pijat Endorphin terhadap Kecemasan Ibu Hamil Trimester III di UPTD Puskesmas Gandrungmangu I Kabupaten Cilacap Tahun 2019 Qanita Wulandara; Suci Miniarsih; Sri Gustini; Lina Marlina
Media Informasi Vol. 18 No. 2 (2022): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.603 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v18i2.44

Abstract

Latar Belakang : Masa kehamilan merupakan salah satu masa penting dalam kehidupan seorang ibu. Ketika ibu hamil mengalami tingkat kecemasan yang tinggi, terutama pada trimester pertama, tubuh akan menghasilkan hormon stres kortisol. Kadar hormon stres ini jika berlebihan dapat memengaruhi kesehatan bayi karena dapat memasuki ketuban melalui plasenta. Untuk mengatasi tingkat kecemasan yaitu dengan senam hamil, aroma serta melakukan pijat dengan relaksasi, salah satunya adalah pijat endorphin. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat endorphin terhadap kecemasan ibu hamil trimester III di UPTD Puskesmas Gandrungmangu I Kabupaten Cilacap Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain one group pretest posttest. Populasinya adalah ibu hamil trimester III di UPTD Puskesmas Gandrungmangu I Kabupaten Cilacap dengan jumlah sampel 37 orang. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat kecemasan ibu hamil trimester III sebelum diberikan pijat endhorpin sebagian besar mempunyai tingkat kecemasan sedang sebanyak 25 orang (67.57%)dan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III setelah diberikan pijat endhorpin sebagian besar mempunyai tingkat kecemasan ringan sebanyak 28 orang (75.68%). Hasil analisis bivariate diperoleh bahwa ada pengaruh pijat endorphin terhadap kecemasan ibu hamil trimester III di UPTD Puskesmas Gandrungmangu I Kabupaten Cilacap Tahun 2019 dengan value 0.000. Kesimpulan : ada pengaruh pijat endorphin terhadap kecemasan ibu hamil trimester III di UPTD Puskesmas Gandrungmangu I Kabupaten Cilacap Tahun 2019
Analysis of Factors Affecting the Implementation of Uterine Exploration at the Third Stage of Labor Bayu Irianti; Qanita Wulandara; Uly Artha Silalahi
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 16 No 1 (2024): EMBRIO: Jurnal Kebidanan (MAY)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v16i1.8020

Abstract

Labor is one of the critical periods for women based on IDHS data up to 2020 shows that bleeding, hypertension in pregnancy, and infection are the causes of maternal death. Observation data was conducted in January-February 2022 at 5 Puskesmas in the city of Tasikmalaya, and it was found that 3 out of 5 women in labor underwent exploratory procedures during the third stage of labor because there were signs of retained placenta. The act of uterus exploration could be a portal of bacterial entry into the cavity and cause infection. This study aimed to look at the factors that affect the implementation of uterine exploration in the third stage of labor. The research method uses a sequential explanatory mix method to analyze the supporting factors for third-stage exploration actions by midwives. The research sample was 43 midwives. Quantitative results showed that there was no influence of characteristic factors on exploration actions (ρ more than 0.05), and there was no influence of self-efficacy on uterus exploration (ρ more than 0.05). Qualitative results showed that there were four main factors supporting exploration, such as visible signs of bleeding and weak contractions, ensuring that there were no remaining placentas and routine actions that were carried out. The research concludes that the exploratory action carried out is the midwife's accumulated experience, which results in the perception of dealing with cases of retained placenta in the third stage of labor, this makes the uterus exploration an additional action to anticipate problems.
EDUKASI DAN SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR BAGI WANITA USIA REPRODUKSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI KEHAMILAN Yulia Herliani; Helmi Diana; Qanita Wulandara
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1169

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan kanker semakin meningkat pada wanita usia reproduksi. Kondisi ini berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin, menurunkan produktivitas, serta meningkatkan risiko komplikasi saat kehamilan. Pencegahan dan deteksi dini sangat penting untuk menjaga kualitas hidup wanita, sehingga diperlukan solusi alternatif untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular ini, salah satunya dengan skrining kesehatan dan edukasi pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia reproduksi tentang pencegahan dan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) melalui edukasi dan skrining kesehatan. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan kesehatan secara gratis, pelatihan kader kesehatan dan edukasi penyakit tidak menular (PTM) dengan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil dari pengabdian masyarakat ini mendapatkan respon positif dari masyarakat umum dan pemerintah setempat serta terdapat 18 responden yang mengikuti kegiatan ini dan mengikuti pretest serta post-test peningkatan pengetahuan selama proses kegiatan penyuluhan. Terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan pada wanita usia reproduksi yaitu sebelum perlakuan rata-rata tingkat pengetahuan wanita usia reproduksi adalah 73,3% dan setelah diberikan edukasi menjadi 100%. Dapat disimpulkan pengabdian masyarakat ini sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan perlu dilakukan secara kontinuitas agar kesehatan wanita usia reproduksi dapat terus terjaga dengan baik.
Improving Knowledge, Interest, and Behavior Toward IVA Screening Through Audio-Visual Education Among Reproductive-Age Women in Ciamis Gita Ekaputra Rahman; Qanita Wulandara; Sri Gustini
Media Informasi Vol. 21 No. 3 (2025): October
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v22i3.877

Abstract

Background: Cervical cancer remains one of the leading causes of death among women worldwide, despite being largely preventable through early detection methods such as Visual Inspection with Acetic Acid (IVA). However, the participation rate of women of childbearing age in IVA screening remains low, particularly in rural areas. Health education using audio-visual media has the potential to enhance knowledge, stimulate interest, and promote preventive health behaviors. This study aimed to evaluate the effectiveness of audio-visual-based education on IVA screening in improving knowledge, interest, and behavior among women of childbearing age in Gereba Village, Cipaku District, Ciamis Regency. Methods: This quasi-experimental study employed a one-group pretest-posttest design. A purposive sampling technique was used to recruit 81 women of childbearing age. Data were collected through structured questionnaires measuring knowledge, interest, and behavior related to IVA screening before and after the educational intervention. Statistical analysis was conducted using univariate and bivariate non-parametric tests, specifically the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: The majority of participants were aged 15–44 years (88.9%), had a low level of education (60.5% did not complete high school), and were predominantly housewives (97.5%). The Wilcoxon Signed Rank Test indicated a statistically significant increase in knowledge (p = 0.000), interest (p = 0.000), and behavior (p = 0.034) following the audio-visual educational intervention. Conclusion: The study demonstrates that audio-visual education significantly improves knowledge, interest, and preventive behavior regarding IVA screening among women of childbearing age. These findings support the integration of innovative media-based education in public health strategies to enhance cervical cancer prevention efforts in rural communities