Gede Arya Bagus Arisudhana
Universitas Triatma Mulya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Dukungan Kelompok Sebaya Terhadap Efikasi Diri Pasien Diabetes Mellitus Tipe II: The Effect of Peer Group Support on the Self-Efficacy of Type II Diabetes Mellitus Patients Kadek Ayu Sri Sinta Dewi; Gede Arya Bagus Arisudhana
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v1i1.1

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan setiap tahun. Keberhasilan pengelolaan DM tipe 2 tergantung pada efikasi diri. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efikasi diri pada penderita DM tipe 2 yaitu dukungan kelompok sebaya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dukungan kelompok sebaya terhadap efikasi diri pasien DM tipe 2 di Puskesmas II Denpasar Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desainpra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-posttest design, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intervensi dukungan kelompok sebaya dilakukan selama 4 minggu. Setiap sesi dilakukan setiap minggu 1 kali. Sesi 1 membahas materi DM tipe 2, kemudian sesi 2 membahas diet DM, selanjutnya  sesi 3 mengenai aktivitas fisik, dan terakhir sesi 4 mengenai keyakinan diri, serta setiap sesi berdurasi 40 menit. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner Diabetes Management Self-efficacy Scale versi Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank. Hasil: Penelitian menemukan nilai efikasi diri sebelum intervensi memiliki rata-rata = 57.41, sedangkan setelah intervensi memiliki nilai rata-rata = 78.67. Kesimpulan: Terdapat pengaruh dukungan kelompok sebaya terhadap efikasi diri penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas II Denpasar Barat. Dukungan kelompok sebaya berpengaruh pada perubahan efikasi diri pasien DM.
Tingkat Depresi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis: Depression Levels among Chronic Kidney Failure Patients Gede Arya Bagus Arisudhana; Gede Yasa Antarika
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v1i1.2

Abstract

Latar Belakang: Perubahan kondisi dari sehat menjadi sakit dapat berakibat pada gangguan kejiwaan individu. Gangguan kejiwaan seperti depresi dapat berdampak pada kematian penderita penyakit kronis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi pada pasien GGK. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronis yang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 43 dengan teknik pengambilan sampel consecutive. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuisoner Beck Depression Inventory-II. Analisa univarit dilakukan dengan menghitung distribusi frekuensi. Hasil: Sebagian besar 30 (70%) responden berjenis kelamin laki-laki, rata-rata usia responden pada penelitian ini 55 tahun. Tingkat depresi penderita GGK didominasi 22 (51%) orang pada kategori depresi ringan. Kesimpulan: Depresi pada penderita GGK lebih banyak dilaporkan dibandingkan penderita penyakit kronis lain seperti diabetes mellitus.
Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique Terhadap Kualitas Hidup Orang Dengan HIV/AIDS: The Effect Of Spiritual Emotional Freedom Technique Therapy On The Quality Of Life Of People With HIV AIDS Gede Arya Bagus Arisudhana; Ni Kadek Pradnyani
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v1i2.11

Abstract

Latar Belakang: Kualitas hidup merupakan suatu aspek kehidupan seseorang yang berfungsi dengan baik dan dapat menikmati hidupnya dengan menjalankan perannya secara memuaskan. Terapi Spiritual Emotional Freedom (SEFT) merupakan terapi yang menggunakan metode tapping pada titik meridian dengan melibatkan Tuhan didalamnya. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi spiritual emotional freedom technique terhadap kualitas hidup orang dengan HIV AIDS. Metode: Penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen rancangan one group pre test – post test design. Jumlah sampel penelitian adalah 25 responden. Responden diberikan terapi sebanyak delapan kali dalam satu bulan, alat ukur yang digunakan yaitu WHOQOL-BREF. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil uji Wilcoxon Signed Rank dengan nilai p = 0,000 (p<a 0,05) maka Ha diterima, berarti ada pengaruh terapi spititual emotional freedom technique terhadap kualitas hidup orang dengan HIV AIDS di Yayasan Spirit Paramacitta Denpasar. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan antara pengaruh terapi SEFT terhadap kualitas hidup pada ODHA.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Shivering Pasca Operasi Di Ruang Operasi: Factors Associated with the Occurrence of Postoperative Shivering in the Operating Room Kadek Ary Dwipayana; Gede Arya Bagus Arisudhana; I Ketut Sudiarta
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v2i1.67

Abstract

Latar Belakang: pembedahana merupakan salah satu tatalaksana pengobatan kuratif melalui proses interprofesi. Pembedahan memiliki komplikasi yang mungkin terjadi diantaranya shivering. Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor pendukung. Kondisi shivering ini sering terjadi pasca pembedahan dilakukan. Beberapa faktor penyebab perlu dilakukan pengkajian lebih jauh sehingga dapat dilakukan pencegahan pada kondisi yang lebih buruk. Tujuan: penelitian ini memilki tujuan utama untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan shivering pada pasien post operasi menggunakan teknik spinal anestesi. Metode: Penelitian merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 67 pasien post operasi, diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji multivariat regresi linier ganda. Hasil: Uji terhadap variabel independen menunjukkan korelasi antara variabel usia dengan kejadian shivering (nilai p = 0,004), indeks masa tubuh berkorelasi dengan kejadian shivering (nilai p = 0,005), variabel lama operasi memiliki korelasi dengan kejadian shivering (nilai p = 0,000). Kesimpulan: Tatalaksana bedah merupakan intervensi yang kompleks melibatkan interprofesi, sehingga pemantauan terhadap kondisi pasien demi keselamatan menjadi penting, terutama ketika pasien mengalami kondisi hipotermi dan shivering. Berdasarkan temuan penelitian terdapat beberapa faktor seperti usia, indeks massa tubuh dan lama operasi yang berkorelasi dengan shivering pada pasien pasca operasi.
Pengaruh Pemberian Akupresur Terhadap Mual Muntah Pasca Operasi Pasien Dengan Anestesi Umum : The Effect of Acupressure on Postoperative Nausea and Vomiting in Patients Undergoing General Anesthesia Ni Ketut Dwi Ganda Sari; Gede Arya Bagus Arisudhana
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v2i2.69

Abstract

Latar Belakang: Mual muntah pasca operasi menjadi perhatian utama pasien dengan anastesi umum. Hal ini terjadi akibat stimulasi terhadap chemoreseptor trigger zone ke pusat rangsang mual muntah di medula oblongata. Akupresur pada akupoin PC6 mampu membantu menstimulasi endorfin sebagai antiemetik alami. Tujuan: Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui pengaruh pemberian akupresur terhadap mual muntah pasca anestesi umum. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pre-test post-test. Sampel berjumlah 32 orang dipilih dengan teknik purposive sampling. Akupresur dilakukan selama 30 tekanan dengan waktu getaran 15-20 detik. Penekanan dapat dihentikan sejenak setelah 3 menit penekanan dan kemudian diteruskan hingga lama total penekanan 15 menit dengan 1 kali pengulangan. Alat yang digunakan mengumpulkan data adalah lembar observasi. Analisa data menggunakan uji wilcoxon sign rank. Hasil: Skor mual muntah sebelum intervensi memiliki rata-rata 2,66, nilai median 3. Setelah intervensi akupresur diberikan, rata-rata  skor mual muntah menjadi  1,19, dengan median 1. Uji hipotesis dengan wilcoxon sign rank diketahui nilai Zhitung = 5,092 > Ztabel = 1,96 dan nilai p = 0,001 (α<0,05). Kesimpulan: Akupresur dapat meningkatkan pelepasan neurotransmiter seperti serotonin dan endorfin, yang berperan dalam regulasi mual dan muntah. Setelah diberikan intervensi akupresur menunjukkan ada pengaruh terhadap mual muntah pasca anestesi umum.
HUBUNGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN DENGAN TERJADINYA HIPERVOLEMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA: Fluid Restriction Compliance and Hypervolemia in Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis Desak Putu Risna Dewi; Ni Luh Putu Lely Lestari; Dwi Oktavyanti; Gede Arya Bagus Arisudhana
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.38

Abstract

Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronik dapat didefinisikan sebagai kerusakan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali,sehingga tubuh kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan peningkatan ureumia. Pasien Gagal Ginjal kronik yang menjalani hemodialisa diketahui bahwa paling banyak mengalami kelebihan cairan sehingga terjadi perubahan berat badannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa. Metode : Penelitian ini menggunakan diskriptif korelasi pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjalkronik yang menjalani hemodialisa di RS Balimed Denpasar. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dengan menggunakan teknik quota sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk keparuhan pembatasan cairan, dan alat ukur untuk kejadian hipervolemia menggunakan lembar catatan pengukuran berat badan. Hasil: Kepatuhan pembatasan cairan kategori kurang patuh sebanyak 65 responden (72,2%) dan kejadian hipervolemia kategori hipervolemia ringan sebanyak 71 responden (78,9%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,019 (< α 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa. Pasien gagal ginjal kronis dalam lingkup rumah sakit, perawat bisa memeberikan pendidikan maupun konseling kesehatn mengenai pembatasan cairan dapat berupa diskusi atau menggunakan audio visual dengan demosntrasi sehingga pasien HD tidak hanya mendengar tetapi juga bisa langsung mempraktekannya.
PENGARUH MASSAGE DEEP FRICTION DENGAN MINYAK PEPPERMINT TERHADAP PENURUNAN NYERI OTOT LEHER PADA PENENUN DI KABUPATEN JEMBRANA: The Effect of Deep Friction Massage with Peppermint Oil on Reducing Neck Muscle Pain in Weavers in Jembrana Regency Made Putri Tirta Yanti; Gede Arya Bagus Arisudhana; Komang Srititin Agustina
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v4i1.50

Abstract

Latar Belakang: Nyeri otot leher merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh penenun akibat posisi kerja statis dan tidak ergonomis yang berlangsung dalam waktu lama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian massage deep friction dengan minyak peppermint terhadap nyeri otot leher pada penenun. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitaif dengan metode Quasy Eksperimental dengan pendekatan Nonequivalent With Control Group. Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Sampel terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 17 responden kelompok intervensi dan 17 responden kelompok kontrol. Alat pengumpulan data menggunakan numeric rating scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat signifikasi α=0,05.  Hasil: Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok intervensi menunjukkan nilai Z = -4,025 dengan p-value <0,001. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat nyeri otot leher sebelum dan sesudah pemberian massage deep friction dengan minyak peppermint pada penenun di Kabupaten Jembrana