Tua Dalimunthe
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Literasi Media Pendakwah Dalam Menyampaikan Konten Pembangunan Lingkungan Terhadap Masyarakat Di Kota Padangsidimpuan Tua Dalimunthe; Hasan Sazali; Ali Sati; Agus Salim Lubis; Desi Fitriani
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 6, No 2 (2024): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v6i2.10861

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman, keterampilan dan strategi yang diterapkan oleh pendakwah dalam menyampaikan pesan pembangunan lingkungan melalui berbagai media. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan analisis konten media yang digunakan oleh pendakwah. Responden utama penelitian ini terdiri dari beberapa pendakwah yang aktif di Kota Padangsidimpuan beserta masyarakat yang menjadi target audiens mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi media pendakwah memiliki dampak positif dalam menyampaikan konten pembangunan lingkungan kepada masyarakat. Pendakwah menggunakan berbagai media, termasuk media sosial, radio, dan ceramah langsung untuk mencapai audiens mereka. Strategi komunikasi yang diterapkan melibatkan penggunaan bahasa yang mudah dipahami, pemanfaatan gambar dan audiovisual, serta interaksi langsung dengan masyarakat.
Efektivitas Dinas Kebersihan Pasar Dalam Menjaga Kebersihan Di Kota Padangsidimpuan Tua Dalimunthe; Masdewati masdewati; Rapiqa Syahidah Ritonga
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 2, No 1 (2024): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ittishol.v2i1.11741

Abstract

Kebersihan pasar merupakan aspek penting dalam mendukung kesehatan masyarakat dan citra kota. Dinas Kebersihan sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam pengelolaan kebersihan pasar memainkan peran krusial dalam menjaga sanitasi dan keindahan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Dinas Kebersihan Pasar dalam menjaga kebersihan di Kota Padangsidimpuan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan petugas kebersihan, dan analisis dokumen terkait kebersihan pasar. Responden utama adalah petugas Dinas Kebersihan, pengelola pasar, dan pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kebersihan Pasar di Kota Padangsidimpuan telah melakukan upaya yang signifikan dalam menjaga kebersihan pasar. Namun, masih terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya kesadaran pedagang, dan tingginya aktivitas pasar yang membutuhkan pemeliharaan berkelanjutan. Efektivitas Dinas Kebersihan Pasar dapat ditingkatkan melalui langkah-langkah strategis, termasuk peningkatan jumlah petugas kebersihan, edukasi kepada pedagang tentang pentingnya kebersihan, serta penerapan aturan yang lebih ketat terkait pengelolaan sampah. Diperlukan juga kolaborasi aktif antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan pasar. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika kebersihan pasar dan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas Dinas Kebersihan. Implikasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar bagi pemerintah setempat untuk meningkatkan strategi pengelolaan kebersihan pasar demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat Kota Padangsidimpuan. 
Partai Politik dan Pemilu Tua Dalimunthe
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 1, No 1 (2023): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ittishol.v1i1.11051

Abstract

Analysis of Anarchist Politics and Actions, Regional Head Elections, President and Vice President Elections, Political Party Membership, and the role of Political Parties shows the complexity and dynamics in a country's political system. Anarchist actions, although they can reflect people's dissatisfaction with the political system, can also be detrimental to stability and security. Regional head and presidential elections are an important cornerstone of democracy, reflecting the voice of the people, but challenges related to fairness and transparency need to be overcome to ensure the integrity of the democratic system. Membership in a political party plays a crucial role in shaping policies and supporting potential leaders. Then, the role of one political party raises questions regarding political pluralism and alternatives in formulating policies that reflect diverse interests. Therefore, a deep understanding of the relationship between politics, anarchist actions, regional head and presidential elections, political party membership, and the role of a political party, is essential for formulating policies that support inclusive and sustainable democratic dynamics.
Pertemuan Spiritual di Ruang Digital: Studi Fenomenologis atas Interaksi Da’i dan Followers dalam Dakwah Islam Tua Dalimunthe; Zilfaroni Zilfaroni
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 3, No 2 (2025): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ittishol.v3i2.17868

Abstract

The rise of digital dakwah has transformed how Muslims experience and engage with religious communication. Social media platforms such as YouTube have become dynamic spaces where da’i (preachers) and followers construct new forms of spiritual interaction beyond physical gatherings. This study aims to explore the lived meanings of da’I follower interactions within digital preaching spaces, focusing on how spiritual experiences are mediated through online engagement. Employing an interpretative phenomenological approach, data were collected through the observation of 10–15 interactive YouTube preaching sessions and in-depth interviews with eight da’i and followers. The analysis followed Moustakas’ (1994) phenomenological procedure to uncover the essence of participants’ experiences. The findings reveal several key themes: digital intimacy, where followers feel emotionally and spiritually connected through the screen; mediated spirituality, in which faith experiences are shaped by technological presence; negotiated authority, reflecting the dialogic construction of religious legitimacy; and collective piety, expressed through shared emotions and rituals in live chat interactions. These themes illustrate that digital dakwah is not merely a form of religious broadcasting but a meaningful spiritual encounter enabled by technology. The study concludes that the digital sphere has become a new locus for Islamic spirituality and dakwah relations an interactive, participatory, and affective space where faith is collectively experienced and reinterpreted.
Kesetaraan Gender di Ruang Publik (Analisis Pesan Dakwah Kesetaraan Gender Pada Youtube Ustadz Abdul Somad) Tua Dalimunthe; Juni Wati Sri Rizki
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 2, No 2 (2024): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ittishol.v2i2.13095

Abstract

Kesetaraan gender adalah isu yang krusial dan mendesak dalam masyarakat saat ini, terutama dalam konteks dakwah Islam. Dakwah tentang kesetaraan gender sangat penting untuk dilakukan guna mewujudkan masyarakat yang adil dan seimbang, di mana hak dan peran baik laki-laki maupun perempuan dihormati dan dijunjung tinggi. Studi ini menggunakan metode library research model eksploratif-analitik. Hasil analisis menunjukkan Melalui Chanel Youtube Ustadz Abdul Somad ada 35 vidio yang membahas tentang kesetaraan gender, salah satu tema tentang derajat perempuan dalam islam pada tahun 2018, tema tentang benarkah perempuan tidak boleh jadi pemimpin pada tahun 2019, tema tentang makna emansipasi wanita pada tahun 2020, tema wanita dengan segala fitrahnya pada tahun 2023, tema peran muslimah dalam membentuk peradaban Islam dan tahun 2024. Wujud kesetaraan gender menurut UAS adalah Islam mengajarkan amar ma’ruf nahi munkar, wanita dan laki-laki sama-sama mendapatkan hukuman apabila melanggar ajaran Islam artinya wanita dan laki-laki setara dihadapan Allah SWT. Perempuan memiliki hak untuk didik dengan baik, dilindungi dan dibimbing dengan baik. Perempuan sebagai kodratnya mengandung, melahirkan dan merawat anak. Namun, bukan berarti perempuan tidak memiliki kebebasan, hanya saja sesuai dengan substansinya tanpa menyalahi kodratnya. Ustadz Abdul Somad (UAS), sebagai salah satu dai yang berpengaruh di Indonesia, menunjukkan kepedulian terhadap isu kesetaraan gender melalui pesan-pesan dakwahnya di kanal YouTube miliknya. Peneliti mengeksplorasi bagaimana pesan-pesan dakwahnya memberikan pemahaman dan pandangan terhadap peran dan hak perempuan dalam Islam. UAS secara konsisten menyampaikan nilai-nilai Islam yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap perempuan, peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat serta keadilan dalam distribusi hak dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan.
Model Integratif Nilai-Nilai Keislaman Dalam Revitalisasi Kesehatan Mental Generasi Z di Era Digital: Pendekatan Holistik Berbasis Spiritual dan Psikologis Tua Dalimunthe; M. Juandha
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2026): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generation Z faces various mental health challenges in the digital era, such as anxiety, stress, depression, and identity crises caused by intensive social media use and online social pressure. This article proposes an integrative model of Islamic values in revitalizing Generation Z’s mental health through a holistic approach that combines spiritual, psychological, and social dimensions. The spiritual dimension is realized through practices such as dhikr, prayer (shalat), Qur’anic recitation, and tazkiyatun nafs as means of soul purification; the psychological dimension integrates Cognitive Behavioral Therapy (CBT) and Positive Psychology within an Islamic worldview; while the social dimension emphasizes strengthening ukhuwah and community-based support systems. The findings suggest that the integration of Islamic spirituality and modern psychology has the potential to enhance mental resilience, psychological well-being, and adaptability of Generation Z in facing digital era challenges. This model is expected to serve as a relevant and applicable alternative solution for developing mental health programs based on Islamic values. Generasi Z menghadapi berbagai tantangan kesehatan mental di era digital, seperti kecemasan, stres, depresi, dan krisis identitas akibat intensitas penggunaan media sosial serta tekanan sosial daring. Artikel ini menawarkan model integratif nilai-nilai keislaman dalam revitalisasi kesehatan mental Generasi Z melalui pendekatan holistik yang menggabungkan aspek spiritual, psikologis, dan sosial. Dimensi spiritual diwujudkan melalui praktik dzikir, shalat, tilawah Al-Qur'an, dan tazkiyatun nafs sebagai sarana pembinaan jiwa; dimensi psikologis mengintegrasikan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan Positive Psychology dalam perspektif Islam; sedangkan dimensi sosial menekankan penguatan ukhuwah dan dukungan komunitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi spiritualitas Islam dan psikologi modern berpotensi meningkatkan resiliensi mental, kesejahteraan psikologis, serta kemampuan adaptasi Generasi Z dalam menghadapi tantangan era digital. Model ini diharapkan menjadi alternatif solusi yang relevan dan aplikatif dalam pengembangan program kesehatan mental berbasis nilai-nilai keislaman.