Tua Dalimunthe
Prodi KPI Program Magister Pascasarjana Uin Syahada Padangsidimpuan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pertemuan Spiritual di Ruang Digital: Studi Fenomenologis atas Interaksi Da’i dan Followers dalam Dakwah Islam Tua Dalimunthe; Zilfaroni Zilfaroni
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 3, No 2 (2025): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ittishol.v3i2.17868

Abstract

The rise of digital dakwah has transformed how Muslims experience and engage with religious communication. Social media platforms such as YouTube have become dynamic spaces where da’i (preachers) and followers construct new forms of spiritual interaction beyond physical gatherings. This study aims to explore the lived meanings of da’I follower interactions within digital preaching spaces, focusing on how spiritual experiences are mediated through online engagement. Employing an interpretative phenomenological approach, data were collected through the observation of 10–15 interactive YouTube preaching sessions and in-depth interviews with eight da’i and followers. The analysis followed Moustakas’ (1994) phenomenological procedure to uncover the essence of participants’ experiences. The findings reveal several key themes: digital intimacy, where followers feel emotionally and spiritually connected through the screen; mediated spirituality, in which faith experiences are shaped by technological presence; negotiated authority, reflecting the dialogic construction of religious legitimacy; and collective piety, expressed through shared emotions and rituals in live chat interactions. These themes illustrate that digital dakwah is not merely a form of religious broadcasting but a meaningful spiritual encounter enabled by technology. The study concludes that the digital sphere has become a new locus for Islamic spirituality and dakwah relations an interactive, participatory, and affective space where faith is collectively experienced and reinterpreted.
Kesetaraan Gender di Ruang Publik (Analisis Pesan Dakwah Kesetaraan Gender Pada Youtube Ustadz Abdul Somad) Tua Dalimunthe; Juni Wati Sri Rizki
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 2, No 2 (2024): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ittishol.v2i2.13095

Abstract

Kesetaraan gender adalah isu yang krusial dan mendesak dalam masyarakat saat ini, terutama dalam konteks dakwah Islam. Dakwah tentang kesetaraan gender sangat penting untuk dilakukan guna mewujudkan masyarakat yang adil dan seimbang, di mana hak dan peran baik laki-laki maupun perempuan dihormati dan dijunjung tinggi. Studi ini menggunakan metode library research model eksploratif-analitik. Hasil analisis menunjukkan Melalui Chanel Youtube Ustadz Abdul Somad ada 35 vidio yang membahas tentang kesetaraan gender, salah satu tema tentang derajat perempuan dalam islam pada tahun 2018, tema tentang benarkah perempuan tidak boleh jadi pemimpin pada tahun 2019, tema tentang makna emansipasi wanita pada tahun 2020, tema wanita dengan segala fitrahnya pada tahun 2023, tema peran muslimah dalam membentuk peradaban Islam dan tahun 2024. Wujud kesetaraan gender menurut UAS adalah Islam mengajarkan amar ma’ruf nahi munkar, wanita dan laki-laki sama-sama mendapatkan hukuman apabila melanggar ajaran Islam artinya wanita dan laki-laki setara dihadapan Allah SWT. Perempuan memiliki hak untuk didik dengan baik, dilindungi dan dibimbing dengan baik. Perempuan sebagai kodratnya mengandung, melahirkan dan merawat anak. Namun, bukan berarti perempuan tidak memiliki kebebasan, hanya saja sesuai dengan substansinya tanpa menyalahi kodratnya. Ustadz Abdul Somad (UAS), sebagai salah satu dai yang berpengaruh di Indonesia, menunjukkan kepedulian terhadap isu kesetaraan gender melalui pesan-pesan dakwahnya di kanal YouTube miliknya. Peneliti mengeksplorasi bagaimana pesan-pesan dakwahnya memberikan pemahaman dan pandangan terhadap peran dan hak perempuan dalam Islam. UAS secara konsisten menyampaikan nilai-nilai Islam yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap perempuan, peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat serta keadilan dalam distribusi hak dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan.