Kopi merupakan komoditas strategis bagi Provinsi Lampung. Namun, ekosistem bisnis hilir kopi yang berkembang pesat menuntut pelaku usaha untuk memahami secara menyeluruh faktor-faktor pemasaran yang mendorong keputusan pembelian konsumen. Penelitian terdahulu pada PT Anjosia Corp Lampung hanya menguji dua variabel, yaitu kemasan dan harga, secara terpisah, sehingga peran simultan kualitas produk, distribusi, dan promosi masih belum terkonfirmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, harga, kemasan, distribusi, dan promosi terhadap keputusan pembelian produk kopi pada PT Anjosia Corp Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert tiga poin dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil uji F menunjukkan bahwa kelima variabel secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian (F = 20,350; Sig. = 0,000), dengan kemampuan menjelaskan varians sebesar 80,9% (R² = 0,809). Secara parsial, hanya harga (b = 0,781; Sig. = 0,001) dan promosi (b = 0,274; Sig. = 0,041) yang berpengaruh signifikan, sedangkan kualitas produk, kemasan, dan distribusi tidak berpengaruh signifikan ketika diuji secara bersama-sama. Temuan ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang mengidentifikasi kemasan sebagai faktor paling dominan. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya shared variance (varians bersama) di antara variabel-variabel bauran pemasaran dalam konteks UMKM kopi lokal. Penelitian ini merekomendasikan agar PT Anjosia Corp Lampung memprioritaskan penetapan harga yang kompetitif dan penguatan promosi digital sebagai faktor utama dalam mendorong keputusan pembelian, tanpa mengabaikan konsistensi kualitas produk dan pembaruan kemasan sebagai fondasi jangka panjang.