Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AUTOMATIC CONTROL SYSTEM: AUTOMATIC WHEELCHAIR WITH INTUITIF SENSOR ELECTRONIC WHEEL DRIVE WITH ELECTROMYOGRAM DETECTION AND NAVIGATION ST. Khaeratul Mukarramah; Ariani Amri; Muh. Abdillah
Jurnal Media Elektrik Vol. 22 No. 1 (2024): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v22i1.5986

Abstract

This research aims to address the needs of individuals with tetraplegia, with the expectation that it can contribute to the development of automatic control systems and provide insights for the fields of healthcare and education. The control system in the wheelchair reads muscle contractions via electrodes attached to the muscles. These electrodes serve as muscle sensors. The muscle sensor data, often referred to as EMG, is 10-bit. The EMG sensor in the wheelchair shows that the wheelchair's movement is detected as moving forward when the data value generated by the EMG sensor reaches the minimum threshold of 589. The wheelchair moves forward when the Y-axis value is positive and moves backward when the Y-axis value is negative. The wheelchair will turn right or left when the X-axis value is positive or negative, respectively. Thus, when the X value is 20 and the Y value is 20, the wheelchair will move forward and turn right. The data collected by the IMU sensor can be wirelessly transmitted to an IoT (Internet of Things)-based system. This data can then be monitored through a browser on a laptop or PC, as well as through a smartphone.
Pengembangan Teknologi Produksi Keripik Laut Rendah Minyak Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Penghidupan dan Ketahanan Iklim Pesisir di Luwu Utara, Sulawesi Selatan Kurniati Tajuddin; Chalik Mawardi; Thitin Binalopa; Ehlisa Ehlisa; ST. Khaeratul Mukarramah; Rahman Syam
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.754

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi produksi keripik rumput laut rendah minyak berbasis komunitas di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Masyarakat pesisir Luwu Utara telah lama membudidayakan rumput laut jenis Eucheuma Cottonii sebagai mata pencaharian utama, namun pengolahan bernilai tambah masih sangat terbatas, sehingga pendapatan masyarakat tetap rendah dan rentan terhadap fluktuasi harga komoditas. Program ini memperkenalkan teknologi penggorengan vakum (vacuum frying) berskala komunitas yang dikombinasikan dengan penguatan kapasitas masyarakat secara komprehensif, meliputi pelatihan teknologi pengolahan, pengendalian mutu produk, pengemasan dan pelabelan, manajemen usaha, serta pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat berhasil memproduksi keripik rumput laut dengan kadar minyak rata-rata 12,3 ± 1,8% (b/b), jauh lebih rendah dibandingkan keripik hasil penggorengan konvensional (28,7 ± 2,3%). Kualitas sensoris produk dinilai lebih unggul dengan masa simpan mencapai 60 hari. Pendapatan rumah tangga meningkat sekitar 45% dibandingkan penjualan rumput laut kering mentah. Peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kepercayaan diri yang signifikan dalam mengelola usaha pengolahan berbasis teknologi. Program ini berkontribusi pada penguatan ketahanan iklim pesisir melalui diversifikasi sumber pendapatan, mengurangi ketergantungan pada komoditas tunggal, dan membangun kapasitas adaptif masyarakat terhadap gangguan iklim. Model program ini dapat direplikasi di komunitas pesisir budidaya rumput laut lainnya di Indonesia bagian timur.
Pengaruh Pemajuan saat Penginjeksian terhadap Ketebalan Asap Mesin Diesel Ilham Sentosa; ST. Khaeratul Mukarramah; Ahmad Ashari
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i2.278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemajuan saat penginjeksian terhadap ketebalan asap mesin diesel. Penelitian ini tergolong penelitian eksperimen dengan menggunakan Penelitian Pre-Experimental Design dengan model one-shot case study desain.Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan, bertempat di Laboratorium Politeknik Dewantara. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu pemajuan saat penginjeksian pada mesin diesel sedangkan variabel terikatnya adalah ketebalan asap dan variabel kontrolnya adalah tekanan injeksi, suhu, dan putaran mesin. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan pengujian, dengan memvariasikan penyemrotan bahan bakar yaitu dengan pemajuan saat penginjeksian 11o , 15o dan, 20o sebelum titik mati atas. dan diuji pada putaran sesuai dengan putaran pada alat yaitu, 1.500 RPM, 2.000 RPM, dan 2.500 RPM. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan output dari IBM SPSS statistic 20 bahwa pemajuan saat penginjeksin terhadap ketebalan asap mesin diesel memiliki pengaruh yang signifikan, karena nilai signifikasi ≤ 0,05 yaitu 0,005.