Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Metode dalam Islam dan Implementasinya di SMP Annur Prima Arlina, Arlina; Azzahra, Dini; As-Salim, Malikul Sholeh; Agustin, Rika Nurmida
AHKAM Vol 4 No 1 (2025): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v4i1.4741

Abstract

Learning methods are ways that teachers use to convey learning materials to students in achieving goals. Teachers are also expected to be objective in epistemological aspects and apply holistic and flexible methods, strategies and approaches. Choosing a method must be accurate in accordance with various factors, so that the results will be satisfactory. There are 8 methods of learning in Islam: the method of targib, tarhib, exemplary, story, habituation, tamsil, memorization, warning and giving motivation. The method we use in this research is a phenomenalogical qualitative method by collecting some field data, in the form of observation, interviews and documentation. The results showed that Islamic learning methods at An-nur Prima Junior High School have been implemented in the classes so that learning runs effectively and can also shape the character of students who are more religious.
Sosialisasi Peserta Didik Sebagai Kunci Adaptasi dan Perkembangan Sosial di Sekolah Sitorus, Khairun Nisa; Nazaruddin, Nazaruddin; Agustin, Rika Nurmida; Nisa, Khairun
Edukatif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi peserta didik merupakan proses penting dalam membantu siswa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah serta membentuk kemampuan sosial yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai agen sosialisasi yang berperan dalam menanamkan nilai, norma, dan perilaku sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sosialisasi peserta didik sebagai kunci dalam proses adaptasi dan perkembangan sosial di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai jurnal, buku sosiologi pendidikan dan literatur ilmiah yang membahas sosialisasi, adaptasi sosial, serta perkembangan sosial peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses sosialisasi yang efektif di sekolah mampu meningkatkan kemampuan adaptasi siswa, seperti keterampilan berkomunikasi, kerja sama, rasa empati, dan pengendalian diri dalam interaksi sosial. Selain itu, peran guru, teman sebaya, serta budaya sekolah memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk perkembangan sosial peserta didik. Dengan demikian, sosialisasi peserta didik di sekolah menjadi faktor kunci dalam membangun individu yang mampu beradaptasi secara sosial dan memiliki karakter yang selaras dengan nilai-nilai masyarakat.
Konversi Agama: Tahapan, Faktor Pendorong, dan Implikasinya terhadap Perilaku Keagamaan Daffa, M. Faiz; Afni, Nurul; Agustin, Rika Nurmida; Jannah, Khurfatul; Ihsan, M.; Lubis, Ramadan
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2356

Abstract

Konversi agama merupakan proses perubahan keyakinan yang terjadi ketika seseorang berpindah dari satu sistem kepercayaan ke sistem kepercayaan lain atau mengalami pendalaman terhadap agama yang dianutnya. Kajian teori menunjukkan bahwa konversi agama memiliki dimensi psikologis, sosial, spiritual, dan kultural yang saling berpengaruh. Secara psikologis, konversi dipicu oleh ketegangan batin, konflik emosi, pengalaman spiritual, serta dorongan kemauan individu. Secara sosial, konversi dapat muncul karena pengaruh keluarga, lingkungan, perubahan status sosial, tekanan ekonomi, maupun interaksi dengan tokoh agama. Proses konversi berlangsung melalui tahapan kegelisahan, pencarian makna, pengalaman pencerahan, hingga terbentuknya ketenangan dan perubahan perilaku keagamaan. Konversi agama juga memberikan dampak penting terhadap kehidupan individu, mulai dari penguatan akidah dan ibadah, perubahan cara berinteraksi dalam masyarakat, hingga dinamika hubungan dalam keluarga. Dengan demikian, konversi agama bukan hanya peristiwa perpindahan keyakinan, melainkan transformasi menyeluruh yang melibatkan aspek mental, sosial, dan spiritual seseorang.