Lase, Suci Hati
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kualitas Pengelolaan Laboratorium di SMA Negeri Unggulan Sukma Nias Lase, Suci Hati; Bate’e, Riston Iman; Lase, Lilis Febrika; Hulu, Charisman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium merupakan fasilitas penting dalam meningkatkan mutu atau prosese pembelajaran di sekolah. Laboratorium membutuhkan pengelolaan yang efektif untuk memastikan kualitas hasil efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengelolaan laboratorium, kualitas laboratorium dan tahun berapa berdirinya laboratorium itu pada SMA negeri unggulan SUKMA nias. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara kepada kepala laboratorium (junita kristiani lase S.pd). Penelitian ini menganalisis kualitas pengelolaan laboratorium di SMA negeri ungulan SUKMA nias. dengan hasil yang menunjukaan kualitas pengelolaan mencapai skor 90%, faktor yang mendukung kualitas pengelolaan laboratorium adalah ketersediaan peralatan (80%) kemampuan teknisi (75%) dan pengawasan (60%). Laboratorium SMA negeri unggulan SUKMA nias telah memenuhi standar nasional pendidikan dan pengelolaan laboratorium, ketersediaan peralatan, kemampuan teknisi dan pengawasan sangat mendukung.
Tahapan Proses Pencernaan Makanan Pada Manusia: Kajian Teoritis Berdasarkan Literatur Lase, Suci Hati; Telaumbanua, Titi Krisnawati; Zalukhu, Agneris; Hulu, Kharisman; Zega, Novelina Andriani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29994

Abstract

Pencernaan makanan merupakan proses biologis yang kompleks dan terintegrasi, yang bertujuan untuk mengubah makanan menjadi zat gizi yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh. Proses ini melibatkan serangkaian tahapan mekanik dan kimiawi yang berlangsung mulai dari rongga mulut hingga usus halus, serta melibatkan berbagai organ dan enzim pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis tahapan-tahapan proses pencernaan makanan pada manusia berdasarkan kajian pustaka dari berbagai sumber ilmiah.Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur (library research), dengan menelaah sejumlah buku teks, artikel jurnal ilmiah, dan publikasi relevan yang membahas sistem pencernaan manusia. Fokus kajian diarahkan pada identifikasi fungsi setiap organ pencernaan, peran enzim dalam proses hidrolisis zat gizi, serta mekanisme penyerapan nutrien di usus halus. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses pencernaan terdiri atas lima tahap utama: ingestion (pemasukan makanan), digestion (pemecahan secara mekanik dan kimiawi), absorption (penyerapan zat gizi), assimilation (penggunaan zat gizi oleh sel tubuh), dan egestion (pembuangan sisa yang tidak tercerna). Setiap tahapan melibatkan interaksi yang kompleks antara struktur anatomi dan zat biokimia yang bekerja secara sinergis. Pemahaman yang mendalam terhadap tahapan ini penting untuk mendukung pendidikan kesehatan dan pengembangan ilmu biomedis.
Pengaruh Teknologi Pengolahan terhadap Preferensi Konsumen terhadap Produk Pangan Siap Saji Lase, Suci Hati; Telaumbanua, Titi Krisnawati; Zalukhu, Agneris; Hulu, Kharisman; Zega, Novelina Andriani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29995

Abstract

Perkembangan teknologi pengolahan pangan telah memberikan dampak signifikan terhadap industri makanan, khususnya produk pangan siap saji. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi pengolahan terhadap preferensi konsumen dalam memilih produk pangan siap saji. Teknologi yang dimaksud mencakup metode pemrosesan modern seperti pemanasan tinggi singkat, pembekuan cepat, teknologi pengemasan inovatif, hingga penggunaan bahan tambahan yang aman. Penelitian dilakukan melalui survei terhadap 50 responden yang rutin mengonsumsi makanan siap saji, dengan pendekatan kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara teknologi pengolahan dan preferensi konsumen, terutama dalam hal kualitas rasa, daya simpan, keamanan pangan, serta kemudahan penyajian. Konsumen cenderung lebih memilih produk yang diproses dengan teknologi terkini yang menjamin mutu dan keamanan, meskipun dengan harga yang sedikit lebih tinggi. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi produsen pangan dalam mengadopsi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan konsumen.
Analisis Efisiensi Fermentasi Tempeh Antara Metode Tradisional dan Modern Nazara, Agustiaman; Zebua, Putri Berlian; Lase, Suci Hati; Zega, Listen Arahan; Lase, Lilis Febrika Putri; Zega, Novelina Andriani
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i1.5044

Abstract

This study aims to analyse the comparison of tempeh fermentation efficiency between traditional methods and modern methods based on fermentation parameter control. The research method used was a systematic literature review of 23 accredited national journal articles indexed by SINTA and published between 2013 and 2024. Articles were selected based on inclusion criteria covering discussions on fermentation parameters, tempeh product quality, and fermentation method comparisons. Data were analysed descriptively and comparatively by examining aspects of fermentation time, quality consistency, product yield, and microbial contamination levels. The results of the study show that modern fermentation methods that apply temperature control and the use of standardised starters can shorten fermentation time by 18–24% compared to traditional methods. In addition, modern methods produce better quality consistency, as indicated by lower protein content and texture variation. Product yield also increased by 12–15%, accompanied by lower levels of pathogenic microbial contamination. These findings indicate that the application of modern fermentation methods has the potential to improve the efficiency and quality of tempeh production and can be a relevant alternative for the development of small and medium-scale tempeh industries without eliminating local food characteristics.