Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROGRAM PENINGKATAN PENGELOLAAN USAHA DENGAN PELATIHAN DAN WORKSHOP PENGHITUNGAN HPP DAN PENYULUHAN TENTANG KESEHATAN DAN KEBUGARAN PELAKU UKM KUMPULAN ORANG ORANG DEPOK (KOOD) BERBUDAYA, KOTA DEPOK Utomo, Joko; Rina Sugiarti; Sri Nawangsari; Ade Rahmawati; Aris Budi Setyawan; Ditiya Himawati; Lasminiasih; Rachmi Ridho; Wardoyo; Haryono; Aji Sukarno; Budi Santosa; Bagus Nurcahyo; Hani Harlan; Stanty Aufia Rahmat; Tertio Kunto Dewo; Prihandoko
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2024): Desember: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v3i3.1871

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) di Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) Berbudaya ini bertujuan untuk peningkatan kapasitas masyarakat yang tergabung dalam KOOD di Kota Depok, Khususnya para pelaku usaha (UKM). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di KOOD ditujukan untuk melakukan kegiatan pelatihan / workshop dan penyuluhan pada para pelaku usaha dalam hal peningkatan pengelolaan usaha melalui pelatihan /workshop Penghitungan HPP dan Penyuluhan Kesehatan dan Kebugaran. Dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan ini telah menghasilkan dan mendorong para pelaku UKM untuk meningkatkan pengelolaan usaha dengan mulai melakukan penghitungan biaya produksi dan operasional dari usaha mereka secara teratur dan sistematis sehingga dapat diketahui harga jual yang sesuai dan lebih realistis sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing, selain itu telah dilaksanakan pula kegiatan penyuluhan kesehatan dan kebugaran yang bertujuan dapat meningkatkan performa dari para pelaku UKM dalam kegiatan usahanya. Untuk tahapan selanjutnya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) akan melakukan kegiatan pendampingan bagi para pelaku UKM tentang Penghitungan HPP pada tingkatan yang lebih jauh sampai pada tahapan dapat menghitung dan menentukan harga jual dari produk yang dihasilkan., sebagai keberlanjutan dari kegiatan yang sudah dilakukan.
Penipuan dalam Ekosistem Digital Finance: Kajian Teoritis dan Strategi Mitigasi di Indonesia Hani Harlan
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapidly developing digital finance sector in Indonesia has brought both positive and negative impacts. While it has enhanced the accessibility of financial services, it has also led to an increase in digital financial fraud. This study aims to develop specific preventive techniques tailored to Indonesia's context by investigating the phenomenon of digital financial fraud through the lenses of behavioral theory, technology, and legislation. The methodology employed is a descriptive-analytical systematic literature review covering the period from 2022 to 2025, incorporating a variety of textual sources. The findings highlight three main reasons behind the occurrence of digital fraud: a lack of public knowledge about technology and finance, vulnerabilities in digital security systems, and outdated legislation that fails to keep pace with new innovations. Case studies conducted by the Financial Services Authority (OJK) and the Investment Alert Task Force emphasize recurring issues, such as illegal online lending, fraudulent investment schemes using mobile apps, and data breaches involving personal identity information. A successful prevention strategy requires strong and enforceable regulations, advanced technologies like blockchain and Artificial Intelligence (AI), and comprehensive literacy programs.Keywords: fintech, fraud detection, digital fraud, mitigation strategy, OJK, Indonesia   Abstrak Baik hal baik maupun buruk telah muncul dari sektor keuangan digital Indonesia yang berkembang Sektor ini telah meningkatkan penipuan keuangan digital tetapi juga membuat layanan keuangan lebih mudah diakses. Dengan tujuan mengembangkan teknik pencegahan yang spesifik untuk kondisi Indonesia penelitian ini berupaya menyelidiki fenomena penipuan sistem keuangan digital dari sudut pandang teori perilaku, teknologi, dan legislasi. Metodologi yang digunakan adalah studi literatur sistematis deskriptif-analitis yang mencakup tahun 2022–2025 dan meliputi berbagai sumber tekstual. Menurut temuan ada tiga alasan utama mengapa penipuan digital terjadi: kurangnya pengetahuan masyarakat tentang teknologi dan uang, kerentanan dalam sistem keamanan digital, dan undang-undang yang belum diperbarui cukup cepat untuk mengakomodasi inovasi baru. Studi kasus yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satuan Tugas Siaga Investasi menyoroti kesamaan termasuk contoh pinjaman internet ilegal skema investasi curang menggunakan aplikasi seluler dan pelanggaran data yang melibatkan informasi identitas pribadi Peraturan perundang-undangan yang kuat dan dapat diterapkan teknologi mutakhir seperti blockchain dan Kecerdasan Buatan (AI) serta program literasi yang komprehensif merupakan komponen penting dari strategi pencegahan yang sukses. Kata Kunci: fintech, deteksi penipuan, digital fraud, strategi migitasi, OJK, Indonesia