Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan kepedulian lingkungan pesisir melalui kegiatan transplantasi karang di masyarakat pesisir Arfai Manokwari: Improving coastal environmental concern through coral transplantation activities in the Arfai Coastal Comunnities Manokwari Loinenak, Frida; Kolibongso, Duaitd; Sembel, Luky; Manuhutu, Jafry; Suhaemi; Wattimury, Dougklas; Ayhuan, Hendrik
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i1.520

Abstract

ABSTRACT  The presence of coral reefs in coastal regions serves crucial ecological and economic functions, providing significant benefits for biodiversity and local communities reliant on these ecosystems for their livelihoods. Despite their importance, coral reefs face numerous threats stemming from both anthropogenic and natural activities. One viable restoration strategy to protect coral reef ecosystems in coastal areas is coral transplantation. This community service initiative aims to enhance understanding and awareness of the critical role of coral reef ecosystems while promoting their sustainability among the coastal communities of Arfai. The outreach program included two primary topics: coral reefs and the technique of coral transplantation. The session, lasting approximately 1.5 hours, featured a question-and-answer format to facilitate discussion and idea exchange. A demonstration of coral transplantation was conducted for residents of RT 001, utilizing the spider web method. Participants actively engaged in the transplantation process by tying seedlings and placing transplant racks in the waters surrounding Raimuti Arfai Island. Keywords: Arfai Coastal Communities; Coral Transplantation; Environmental Concern   ABSTRAK  Keberadaan terumbu karang pada wilayah pesisir memiliki fungsi dan manfaat penting secara ekologi dan  ekonomis bagi kehidupan biota dan bagi masyarakat pesisir dalam memenuhi kebutuhan hidup. Disamping potensi yang dimiliki, terumbu karang juga selalu mengalami ancaman dari berbagai aktivitas yang bersifat merusak baik akibat aktivitas antropogenik maupun alam. Salah satu upaya restorasi yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan kehidupan terumbu karang di wilayah pesisir yaitu melalui tranplantasi karang. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kepedulian tentang pentingnya ekosistem terumbu karang dan turut menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang kepada masyarakat pesisir Arfai. Dalam kegiatan penyuluhan terdapat 2 materi yang disampaikan yaitu tentang terumbu karang dan transplantasi karang. Kegiatan penyuluhan berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam, dilakukan diskusi berupa tanya jawab atau saling bertukar pemikiran. Demonstrasi kegiatan transplantasi karang secara langsung kepada warga RT 001 tentang teknik transplantasi karang menggunakan metode jaring laba-laba (spider web). Warga turut dilibatkan dalam melakukan kegiatan transplantasi seperti pengikatan bibit, dan penempatan rak tranplantasi di perairan Pulau Raimuti Arfai.  Kata Kunci: Kepedulian Lingkungan; Masyarakat Pesisir Arfai; Transplantasi Karang
Edukasi Lingkungan Bagi Anak-anak Pesisir Dalam Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Sejak Dini Loinenak, Frida; Kolibongso, Duaitd; Sembel, Luky; Manangkalangi , Emannuel
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.569

Abstract

Kampung Aipirierupakan wilayah pesisir yang rawan terhadap terhadap siklon tropis, gelombang badai, dan hujan lebat. Kondisi ini tidak hanya mengganggu sektor ekonomi dan sosial, tetapi juga merusak ekosistem pantai. Mengingat anak-anak di Kampung Aipiri terbiasa beraktivitas di kawasan pesisir sejak dini, mereka menjadi sasaran strategis dalam upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi anak-anak dalam menjaga kelestarian lingkungan pantai melalui pendekatan edukatif. Sasaran kegiatan mencakup 38 anak dengan jenjang pendidikan TK, SD, dan SMP. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, permainan edukatif, dan praktik langsung, dengan tahapan kegiatan berupa persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, di mana sebagian besar memperoleh skor evaluasi “akhirnya mengetahui”, sementara sisanya menjawab “mengetahui” (skor 1) dan “sedikit mengetahui” (skor 3). Antusiasme tinggi terlihat dalam kegiatan permainan edukatif, sedangkan dalam praktik pengumpulan sampah, terkumpul 750 item sampah plastik seperti botol bekas, kantung plastik, bungkusan makanan, dan sandal bekas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang menyenangkan dapat meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan pesisir. Hasil kegiatan ini memiliki dampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan di Kampung Aipiri, karena partisipasi aktif anak-anak mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan sejak dini.
Bioaccumulation of The Heavy Metal Lead (Pb) in Herbivorous and Carnivorous Fishes Within The Seagrass Ecosystem of Nusmapi Island Sembel, Luky; Manangkalangi, Emmanuel; Manumpil, Abraham W; Lutfi; Tebaiy, Selvi; Manan, Jemmy; Lefaan, Paskalina T.; Paisey, Anjeli S; Loinenak, Frida; Kolibongso, Duaitd
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.14.1.2026.66985

Abstract

Nusmapi Island, located in Doreri Bay, Manokwari Regency, West Papua Province, is exposed to various anthropogenic activities that may introduce pollutants transported from the mainland. Fish are commonly used as bioindicators of aquatic pollution due to their ability to accumulate contaminants through food webs. This study was conducted on Nusmapi Island from June to August 2020 to examine differences in lead (Pb) concentrations among fish species and trophic groups. Fish samples represented two trophic groups: carnivores and herbivores that feed on algae and seagrass. Pb concentrations in fish muscle were analyzed using a Shimadzu AA-6880 atomic absorption spectrophotometer (AAS). The results showed that the average Pb concentration in the carnivorous group was 0.88 mg/kg, while the herbivorous group exhibited a higher average concentration of 1.13 mg/kg. The highest Pb concentration was recorded in Siganus spinus (1.34 mg/kg), whereas the lowest concentration was found in Neoniphon sammara (0.27 mg/kg). Elevated Pb levels in sediments and seagrass around Nusmapi Island may exert continuous environmental pressure on marine biota. As Pb concentrations in these environmental compartments exceed threshold levels, they may serve as major sources of contamination entering the food chain, increasing the toxicological risk for fish occupying higher trophic levels. Keywords: heavy metal Pb, bioaccumulation, Doreri Bay   Abstrak Pulau Nusmapi merupakan daerah yang berada di kawasan Teluk Doreri Kabupaten Manokwari yang merupakan daerah yang terdampak akibat padatnya berbagai aktivitas dari daratan yang ditransport secara langsung maupun tidak langsung. Ikan merupakan organisme yang sering digunakan sebagai bioindikator untuk menilai tingkat pencemaran suatu perairan. Penelitian dilakukan pada bulan Juni - Agustus Tahun 2020. Sampel ikan yang diambil terdiri dari dua kelompok trofik, yaitu karnivora dan herbivora yang memakan alga dan lamun. Tujuan utama penelitian ini adalah menguji perbedaan konsentrasi Pb berdasarkan spesies dan kelompok trofiknya guna memahami distribusi polutan di wilayah tersebut. Daging ikan sebanyak 30 g hingga 50 g diambil pada bagian punggung, selanjutnya daging ditimbang lalu dibungkus dengan aluminium foil. Daging ikan di destruksi dan dianalisis dengan atomic absorbtion spectrophotometer (AAS). Konsentrasi Pb pada kelompok karnivora adalah sebesar 0,88 mg/kg, sedangkan pada kelompok herbivora sebesar 1,13 mg/kg. Konsentrasi tertinggi ditemukan pada Siganus spinus (1,34 mg/kg), sementara konsentrasi terendah pada Neoniphon sammara (0,27 mg/kg). Mengingat logam Pb telah melampaui ambang batas pada sedimen dan lamun akan menjadi sumber utama polusi yang masuk ke dalam rantai makanan dan pada akhirnya menempatkan ikan sebagai tingkat trofik yang lebih tinggi pada posisi rentan secara toksikologis. Kata kunci: logam berat Pb, bioakumulasi, Teluk Doreri