Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The effectiveness of Bunaken National Park management Manumpil, Abraham W; Mandagi, Stephanus V; Lasut, Markus T
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 1 (2017): APRIL
Publisher : AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.1.2017.24214

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Efektivitas Pengelolaan Taman Nasional Bunaken The important values of Bunaken National Park were gathered through interviews with80 respondents in order to obtain local people’s opinion of the marine park. Results showed that the most important value was coral reefs,holding 68.75% of the respondents’ opinion. Moreover, they put the environmental characteristics, such as fish, biodiversity, and mangrove, as major values of Bunaken National Park. Many respondents mentioned the economic values in relation with tourism business. As many as 11.25% of the respondents claimed that the presence of management and its programs was main value of the marine park. The respondents’ opinion  concerning the threat on the major values of Bunaken National Parkfound that nearly all respondents mentioned several deleterious behaviors that could directly demolish natural environmental values, such as fish blasting, fish poisoning, pollution and illegal mangrove cutting.  Illegal entry of the zonation and excessive exploitation from commercial fishing operations or fish netting, and low awareness  were also found. In addition, 8.75% of the respondents claimed that economic or poverty issues were major threats on Bunaken National Parkvalues, and 5% thought that government policy was the serious threat.This study revealed that Bunaken National Park has been effectively managed. It is indicated by a good patrol system and better social economic condition of the communities living inside the park.Hasil penelitian menunjukkantentang pandangan masyarakat lokal terhadap nilai-nilai penting Taman Nasional Bunaken, yang dilakukan melalui wawancara terhadap 80 responden untuk mendapatkan daftar apa saja yang menurut mereka nilai-nilai paling penting dari Taman Nasional Bunaken. Nilai terpenting menurut responden adalah terumbu karang (68,75%). Selanjutnya, responden menempatkan karakteristik lingkungan, seperti ikan, keragaman biologis, dan mangrove, merupakan nilai utama dari Taman Nasional Bunaken. Banyak responden juga menyebutkan nilai-nilai ekonomis yang dihubungkan dengan bisnis pariwisata. Sebanyak 11.25% responden berkomentar, bahwa adanya pengelolaan dan program-programnya merupakan nilai-nilai utama dari Taman Nasional Bunaken. Hasil wawancara tentang pandangan responden mengenai ancaman-ancaman terhadap nilai-nilai utama Taman Nasional Bunaken menunjukkan, bahwa hampir semua responden menyebutkan beberapa tingkah laku yang merusak yang secara langsung menghancurkan nilai-nilai lingkungan alami, misalnya bom ikan, racun ikan, polusi, dan penebangan mangrove secara ilegal. Pelanggaran zonasi dan eksploitasi berlebihan melalui operasi-operasi komersil atau penangkapan ikan dengan jaring, kurangnya kesadaran juga disebutkan. Sebanyak 8.75% responden mengatakan, bahwa isu ekonomi atau kemiskinan merupakan ancaman utama terhadap nilai-nilai Taman Nasional Bunaken; dan 5% responden yang mengatakan, bahwa kebijakan pemerintah merupakan ancaman serius. Penelitian ini mendapati, bahwa Taman Nasional Bunaken telah dikelola secara efektif. Hal ini diindikasikan dengan adanya suatu sistem patroli yang berjalan dengan baik dan peningkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat di kawasan Taman Nasional Bunaken.
Bioaccumulation of The Heavy Metal Lead (Pb) in Herbivorous and Carnivorous Fishes Within The Seagrass Ecosystem of Nusmapi Island Sembel, Luky; Manangkalangi, Emmanuel; Manumpil, Abraham W; Lutfi; Tebaiy, Selvi; Manan, Jemmy; Lefaan, Paskalina T.; Paisey, Anjeli S; Loinenak, Frida; Kolibongso, Duaitd
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.14.1.2026.66985

Abstract

Nusmapi Island, located in Doreri Bay, Manokwari Regency, West Papua Province, is exposed to various anthropogenic activities that may introduce pollutants transported from the mainland. Fish are commonly used as bioindicators of aquatic pollution due to their ability to accumulate contaminants through food webs. This study was conducted on Nusmapi Island from June to August 2020 to examine differences in lead (Pb) concentrations among fish species and trophic groups. Fish samples represented two trophic groups: carnivores and herbivores that feed on algae and seagrass. Pb concentrations in fish muscle were analyzed using a Shimadzu AA-6880 atomic absorption spectrophotometer (AAS). The results showed that the average Pb concentration in the carnivorous group was 0.88 mg/kg, while the herbivorous group exhibited a higher average concentration of 1.13 mg/kg. The highest Pb concentration was recorded in Siganus spinus (1.34 mg/kg), whereas the lowest concentration was found in Neoniphon sammara (0.27 mg/kg). Elevated Pb levels in sediments and seagrass around Nusmapi Island may exert continuous environmental pressure on marine biota. As Pb concentrations in these environmental compartments exceed threshold levels, they may serve as major sources of contamination entering the food chain, increasing the toxicological risk for fish occupying higher trophic levels. Keywords: heavy metal Pb, bioaccumulation, Doreri Bay   Abstrak Pulau Nusmapi merupakan daerah yang berada di kawasan Teluk Doreri Kabupaten Manokwari yang merupakan daerah yang terdampak akibat padatnya berbagai aktivitas dari daratan yang ditransport secara langsung maupun tidak langsung. Ikan merupakan organisme yang sering digunakan sebagai bioindikator untuk menilai tingkat pencemaran suatu perairan. Penelitian dilakukan pada bulan Juni - Agustus Tahun 2020. Sampel ikan yang diambil terdiri dari dua kelompok trofik, yaitu karnivora dan herbivora yang memakan alga dan lamun. Tujuan utama penelitian ini adalah menguji perbedaan konsentrasi Pb berdasarkan spesies dan kelompok trofiknya guna memahami distribusi polutan di wilayah tersebut. Daging ikan sebanyak 30 g hingga 50 g diambil pada bagian punggung, selanjutnya daging ditimbang lalu dibungkus dengan aluminium foil. Daging ikan di destruksi dan dianalisis dengan atomic absorbtion spectrophotometer (AAS). Konsentrasi Pb pada kelompok karnivora adalah sebesar 0,88 mg/kg, sedangkan pada kelompok herbivora sebesar 1,13 mg/kg. Konsentrasi tertinggi ditemukan pada Siganus spinus (1,34 mg/kg), sementara konsentrasi terendah pada Neoniphon sammara (0,27 mg/kg). Mengingat logam Pb telah melampaui ambang batas pada sedimen dan lamun akan menjadi sumber utama polusi yang masuk ke dalam rantai makanan dan pada akhirnya menempatkan ikan sebagai tingkat trofik yang lebih tinggi pada posisi rentan secara toksikologis. Kata kunci: logam berat Pb, bioakumulasi, Teluk Doreri