Kiswara, Komang Agus Triadi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEARIFAN LOKAL NGUPAH WAYANG Kiswara, Komang Agus Triadi; I Nyoman Sudanta; Gede Padma Sumardiana; Ni Wayan Yuni Astuti
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 24 No. 2 (2024): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v24i2.6681

Abstract

Wayang merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang ada di Bali. Sebagai sebuah kesenian wayang tentunya memiliki nilai yang sarat dengan religiusitas. Wayang merupakan kesenian yang dapat dipentaskan sebagai wali, bebali dan balih-balihan. Dalam sejarahnya wayang telah ada sejak jaman dahulu sehingga wayang juga disebut sebagai kesenian klasik. Sebagai sebuah bentuk kesenian wayang juga terkena oleh dampak globalisasi. Hal ini dapat kita lihat dari minimnya masyarakat yang saat ini gemar menonton wayang, terkecuali dalam bentuk wayang sebagai wali. Padahal disisilain wayang juga memiliki nilai yang sangat penting yaitu sebagai media dalam pembentukan karakter bagi generasi muda. Melalui sisipan cerita yang diambil melalui itihasa wayang mencoba menguraikan tentang ajaran-ajaran agama dalam setiap pertunjukannya. Hal inilah yang dilakukan oleh masyarakat di Kec. Banjar Kabupaten Buleleng kendatipun arus globalisasi melanda namun eksistensi pertunjukan wayang yang dibalut dalam tradiisi ngupah wayang masih terjaga. Hal ini dipercayai sebagai bentuk media internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter bagi mereka yang menanggap wayang.Dari latar belakang tersebut rumusan masalah yang akan dikaji dalam tulisan ini adalah 1) Mengapa tradisi ngupah wayang sebagai media pendidikan karakter masih eksis dilaksanakan di Desa Banjar Kecamatan Banjar? 2) Bagaimana bentuk tradisi ngupah wayang sebagai media pendidikan karakter di Desa Banjar Kec. Banjar Kab. Buleleng? 3) Bagaimana implikasi dari tradisi ngupah wayang sebagai media pendidikan karakter di Desa Banjar Kec. Banjar Kabupaten Buleleng? Penelitian yang dilakukan ini menggunakan metode kualitatif. Teori yang dipergunakan dalam membedah rumusan masalah adalah teori eksistensialisme, teori fungsional structural. Hasil penelitian ini adalah pentingnya kehadiran wayang sebagai media internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter adalah Atma sradha, tradisi, dan juga suah ujar (mesesangi), bentuk pendidikan karakter tertuang dalam lakon cerita, upakara, dan penglukatan.
KONSERVASI MANTRAM SESONTENGAN DALAM APLIKASI ANDROID SEBAGAI MEDIA EDUKASI ETIKA RITUAL Adi Jaya, I Kadek Noppi; Kiswara, Komang Agus Triadi
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 22 No. 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v22i1.85371

Abstract

Aplikasi Android Mantram Sesontengan dikembangkan untuk membantu generasi muda Hindu di Bali memahami dan melafalkan mantram dalam bahasa Sanskerta. Generasi muda mengalami kesulitan dalam pengucapan mantram yang menggunakan bahasa Sanskerta dan penurunan penguasaan bahasa lokal. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan aplikasi yang menyediakan akses mudah dan interaktif terhadap konservasi mantram sesontengan dan ritual keagamaan dalam suatu aplikasi berbasis Android. Model penelitian yang digunakan adalah alur penelitian yang terintegerasi dengan Successive Approximation Model, yang mencakup tahap preparation phase, iterative design phase, dan iterative development phase. Hasil pengujian dengan black box testing menunjukkan aplikasi berfungsi baik di berbagai perangkat Android. Tingkat keberhasilan pengujian mencapai 100%. Pengujian mencakup tampilan beranda, sidebar, pilihan mantram, dan detail mantram. Semua skenario pengujian berhasil, termasuk fungsi menampilkan halaman, menyimpan mantram secara offline, dan memutar audio. Aplikasi ini berpotensi dalam pelestarian budaya Hindu di Bali. Aplikasi ini meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam praktik keagamaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya teknologi dalam mendukung pendidikan agama dan pelestarian budaya.
Pencegahan 3 Dosa Pendidikan melalui Character Building berbasis Kearifan Lokal Bali: Tat Twam Asi Astutik, Windu; Kiswara, Komang Agus Triadi; Dewi, Putu Ratna Suprima; Widayati, Kurniasih
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.16746

Abstract

Background: Problems that arise because of bullying and sexual violence not only threaten the victim physically, but also psychologically. These three educational sins can be an obstacle to creating a good learning environment and cause trauma for children who are victims so that they can interfere with academic achievement and success. Preventing the 3 dosa besar pendidikan by establishing youth that is given peer educator training, and character education using the Tat Twam Asi concept approach. Method: This activity was carried out for 3 months, namely July to September 2024, involving partners, namely teachers and students of SMA Negeri 3 Denpasar and the activity implementation team consisting of the PKM Proposing Team, KPAD Bali Province, Psychologists and religious leaders. Results: The results of this activity were that 20 assigned students were selected, there was an increase in knowledge to 95% after socialization regarding the 3 major sins in education, there were 95% of students' attitudes and behavior according to the Tat Twam Asi concept and 90% of the task force members had the skills to prevent, detect and handle adolescent mental health problems related to the 3 dosa besar Pendidikan. Conclusions: Based on the increase in knowledge and skills shown by the posttest value, which is greater than the pretest value, it can be concluded that socialization, character education and peer educator training are quite effective in increasing knowledge and skills.