Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Faktor Penentu Minat Siswa terhadap Program Studi Ekonomi Syari’ah STAI Kuala Kapuas Ushansyah, Ushansyah; Husin, Husin; Olis, Olis
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 19, No. 1 : Al Qalam (Januari 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v19i1.4369

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penentu minat siswa terhadap program studi ekonomi syari’ah STAI Kuala Kapuas, dengan jenis field research.  Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Teknik accidental sampling yang digunakan melalui angket kuesioner berjumlah 81 responden dari beberapa MA/SMA/SMK se-Kabupaten Kapuas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan secara simultan antara kurikulum pembelajaran, kualitas dosen, sarana dan prasarana, profil lulusan dan biaya kuliah terhadap minat siswa memilih program Studi Ekonomi Syari’ah STAI Kuala Kapuas. Secara parsial, kualitas dosen, kurikulum pembelajaran, sarana dan prasarana serta biaya kuliah memiliki pengaruh negatif signifikan, sedangkan profil lulusan Program Studi Ekonomi Syari’ah STAI Kuala Kapuas memiliki pengaruh positif signifikan. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kualitas manajemen sumber daya manusia, khususnya, Dosen dan perbaikan fasilitas serta biaya kuliah yang terjangkau untuk menarik minat siswa pada Program Studi Ekonomi Syari’ah STAI Kuala Kapuas.
A Theological Approach to Performance Management in Strengthening Modern Work Ethics in Educational Institutions Ushansyah, Ushansyah; Hamdanah, Hamdanah; Mazrur, Mazrur
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1487

Abstract

Islamic theology based performance management has emerged as a strategic approach to improving the quality of Islamic education in the contemporary era, particularly as institutions such as pesantren are required not only to transmit knowledge but also to cultivate character through exemplification and daily practices. The challenges of globalization, the need to strengthen work ethics, and the demand for enhancing the quality of Islamic educational institutions make the integration of kalam-derived theological values a relevant foundation for performance management. This article employs a descriptive qualitative method with a library research approach, analyzing literature related to performance management, Islamic theological values, and their implementation within Islamic educational institutions. Data were analyzed through processes of reduction, presentation, and conclusion drawing to reveal patterns of theological value integration in educational managerial practices. The findings indicate that performance management incorporating Islamic values such as honesty, responsibility, discipline, and collaboration effectively enhances the work ethic of teachers and students, strengthens organizational culture, and supports holistic character formation. Practical implementations, including maqaṣid al-shari‘ah based evaluation, the development of students’ soft skills, and teacher training grounded in Islamic values, positively influence the effectiveness of Islamic educational institutions. However, challenges such as insufficient training, limited facilities, and resistance to change must be addressed systematically. The implications of this study underscore the importance of reinforcing Islamic performance management policies, enhancing educator capacity, and fostering collaboration among schools, parents, and communities to develop Islamic educational institutions that are excellent, adaptive, and character-driven.
Interreligious Harmony : A Case Study Kapuas Intefaith Harmony Forum Kapuas Regency and Ma’na Cum Maghza Approach Ushansyah, Ushansyah; Taufiq, Muhammad; Anwar, Khairil
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 19, No 2 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v19i2.34307

Abstract

This study aims to examine the relevance of interpreting QS. Āli ʿImrān [3]:118–119 in fostering interreligious harmony within the pluralistic society of Kapuas Regency, which is currently experiencing local social and political dynamics, by employing the hermeneutical approach of Ma’na Cum Maghza developed by Sahiron Syamsuddin. This approach is selected for its capacity to integrate the historical-textual meaning of Qur’anic verses with their universal ethical messages in contemporary contexts. Methodologically, this research adopts a qualitative-interpretative design through library research and field studies. Data sources include Qur’anic verses, classical and modern Qur’anic commentaries, academic literature on Islamic hermeneutics and interreligious relations, as well as documents and social practices related to the role of the Interfaith Harmony Forum (FKUB) of Kapuas Regency. Data analysis is conducted by identifying the ma’na (original meaning) of the verses within their socio-historical context, followed by an exploration of their maghza (contextual significance) for present-day realities. The findings reveal that QS. Āli ʿImrān [3]:118–119, which was originally revealed in a context of political vigilance toward non-Muslims during the aftermath of the Battle of Uhud, can be reinterpreted through the Ma’na Cum Maghza approach as conveying broader socio-ethical messages that emphasize prudence, openness, and moral responsibility in interreligious interactions. Values such as at-tasamuh (tolerance), at-taʿāwun (cooperation), and at-tarāḥum (compassion) emerge as universal ethical principles that resonate with the initiatives and practices of FKUB Kapuas in maintaining social cohesion amid local political polarization. The implications of this study affirm that the Ma’na Cum Maghza approach positions the Qur’an as a source of universal ethics that promotes a peaceful and inclusive Islam, while also offering an applicable model for strengthening synergy among FKUB, the Ministry of Religious Affairs, and the Kapuas Regency Government based on Qur’anic values and local cultural wisdom. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi penafsiran QS. Ali Imran [3]:118–119 dalam membangun harmoni antarumat beragama di tengah masyarakat majemuk Kabupaten Kapuas yang tengah menghadapi dinamika sosial dan politik lokal, dengan menggunakan pendekatan hermeneutis Ma’na Cum Maghza sebagaimana dikembangkan oleh Sahiron Syamsuddin. Pendekatan ini dipilih karena kemampuannya mengintegrasikan makna historis-tekstual ayat dengan pesan etis universal yang kontekstual. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan desain kualitatif-interpretatif melalui studi pustaka dan studi lapangan. Sumber data meliputi ayat-ayat Al-Qur’an, karya tafsir klasik dan modern, literatur akademik tentang hermeneutika Islam dan relasi antaragama, serta dokumen dan praktik sosial yang berkaitan dengan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kapuas. Analisis data dilakukan dengan menelusuri ma’na (makna asal) ayat dalam konteks sosio-historisnya, kemudian mengelaborasi maghza (signifikansi) ayat bagi konteks kekinian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Ali Imran [3]:118–119 yang pada mulanya diturunkan dalam konteks kewaspadaan politik terhadap kelompok non-Muslim pada masa Perang Uhud, melalui pendekatan Ma’na Cum Maghza dapat ditafsirkan ulang sebagai pesan sosial-etis yang lebih luas, yang menekankan prinsip kehati-hatian, keterbukaan, dan tanggung jawab moral dalam interaksi antarumat beragama. Nilai-nilai at-tasamuh (toleransi), at-ta‘awun (kerja sama), dan at-tarahum (kasih sayang) muncul sebagai prinsip etis universal yang selaras dengan praktik dan program FKUB Kapuas dalam menjaga kohesi sosial di tengah potensi polarisasi politik. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan Ma’na Cum Maghza menempatkan Al-Qur’an sebagai sumber etika universal yang mendorong lahirnya Islam yang damai dan inklusif, sekaligus menawarkan model aplikatif bagi penguatan sinergi antara FKUB, Kementerian Agama, dan Pemerintah Kabupaten Kapuas berbasis nilai-nilai Qur’ani dan kearifan budaya lokal.