Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pentingnya Edukasi Tentang Latihan yang Dianjurkan untuk Mengurangi Nyeri pada Dismenore pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Walisongo Kec. Karangmalang Kab. Sragen Rizqillah, Indah Prima; Yoran, Yoseph Evan; Khanza, Namira Mutia; Pratamasari, Nastiti; Salsabila, Mutia; Nuraminazkiya, Muhammad Zulfa Rangga; Prasetyo, Arya Tri; Putri, Asnatul Baida; Saputri, Shinta Claudia; Herawati, Isnaini; Widodo, Agus; Wahyuni, Wahyuni; Susilo, Taufik Eko
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1976

Abstract

Masa remaja salah satu periode dari perkembangan manusia yang sangat penting. Salah satu tanda keremajaan yang muncul secara biologis pada perempuan yaitu menstruasi. Gangguan menstruasi yang dihadapi seorang perempuan yang menyebabkan ketidaknyamanan fisik bagi perempuan yang dapat mengganggu aktivitas mereka. Salah satu gangguan menstruasi yang menyebabkan ketidaknyamanan fisik yaitu dismenore. Fisioterapi sangat berperan dalam mengurangi nyeri dengan memberikan efek relaksasi pada otot-otot dan sistem pembuluh darah di sekitar perut atau area abdominal. Teknik relaksasi otot perut atau Abdominal Muscle Relaxation Technique yang diberikan oleh fisioterapi adalah intervensi modalitas dengan menggunakan hot pack dan abdominal stretching exercise. metode penyuluhan yang digunakan fisioterapi dan terapi latihan untuk penanganan nyeri menstruasi dengan metode pengambilan data primer menggunakan kuesioner dengan pre-test dan post-test hasil pre-test dan post-test dibandingkan untuk mengetahui pemahaman atau keefektifan dari penyuluhan yang dilakukan. Kuesioner tersebut memiliki 19 pertanyaan yang dijawab dengan Benar atau Salah. Berdasarkan hasil pertanyaan pada pre test dan post test terdapat peningkatan signifikan pada pertanyaan nomor sepuluh, lima belas dan delapan belas. yaitu sebanyak 6, 8 dan 9 jawaban benar, sedangkan untuk jawaban salah juga ada beberapa jawaban yang masih sama jumlah salahnya pada saat pre test dan post test. Secara garis besar melihat dari hasil test yang dilakukan dan interaksi para peserta saat penyuluhan, para peserta sudah memahami tentang dismenore. Penelitian ini mengungkapkan pentingnya penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pemahaman remaja perempuan terhadap dismenore dan metode penanganannya. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta setelah kegiatan edukasi, dengan kenaikan skor jawaban benar sebesar 5,7%.
Penerapan Sistem Klasifikasi Online Berbasis Web untuk Minimal Impairement Atlet Parasport di Sanggar Inklusi Permata Wijaya Sukoharjo Saputri, Shinta Claudia; Perdana, Suryo Saputra
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i1.102

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjawab permasalahan pendataan dan screening awal kondisi impairment atlet parasport yang belum terstandar di Sanggar Inklusi Permata Hati Wijaya Kecamatan Baki. Topik ini penting karena sistem klasifikasi atlet merupakan fondasi utama dalam menjamin keadilan, kesetaraan, dan inklusivitas dalam parasport, sementara mitra menghadapi keterbatasan akses terhadap klasifikasi resmi akibat kendala jarak, biaya, dan sumber daya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif melalui penerapan teknologi tepat guna berupa website sistem klasifikasi online berbasis web untuk screening minimal impairment. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi konsep minimal impairment, pendampingan penggunaan website, serta evaluasi kelayakan sistem menggunakan wawancara terstruktur. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa website dapat digunakan secara efektif oleh pengelola dan pendamping sanggar untuk melakukan pendataan dan screening awal kondisi impairment secara lebih sistematis dan terintegrasi. Mitra memberikan respons positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan tampilan, dan kebermanfaatan fitur, meskipun masih diperlukan adaptasi awal bagi pengguna dengan literasi digital yang beragam. Secara keseluruhan, penerapan website berkontribusi pada peningkatan efisiensi kerja, perubahan sikap terhadap pemanfaatan teknologi, dan penguatan tata kelola kelembagaan sanggar, sehingga memiliki potensi sebagai solusi berkelanjutan dalam mendukung pembinaan atlet parasport yang inklusif dan berbasis teknologi.