Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN TEH KELOR SEBAGAI UPAYA MENJAGA IMUNITAS TUBUH SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Nurhayati Nurhayati; Syirril Ihromi; Asmawati Asmawati; Marianah Marianah; Adi Saputrayadi; Muhammad Jahidin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.078 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4659

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah daun kelor menjadi teh. Metode kegiatan ini dilakukan dengan metode PRA yakni melibatkan masyarakat dalam proses kegiatan. Kegiatan ini telah dilakukan menjadi beberapa tahapan diantaranya : (1) Sosialisasi persiapan kegiatan, (2) Pre test, (3) Penyampaian materi cara pengolahan teh (4) Pelatihan dan demonstrasi pembuatan teh kelor (5) Uji sensoris teh kelor (6) Evaluasi keberhasilan kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa (1) pengetahuan peserta tentang teh dan bahan baku pembuatan teh meningkat berturut-turut sebesar 73% dan 82%, (2) keterampilan peserta tentang cara membuat teh kelor meningkat sebesar 95%. Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bekal pengetahuan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga, sehingga dapat menjaga imunitas tubuh dalam mencegah penyakit covid 19. Kata kunci: teh kelor; imunitas; covid-19; pelatihan ABSTRACTThis service activity aims to increase the knowledge and skills of participants in processing Moringa leaves into tea. The method of this activity is carried out by the PRA method, which involves the community in the activation process. This activity has been carried out into several stages, including (1) Socialization of preparation for activities, (2) Pre test, (3) Delivery of tea processing methods (4) Training and demonstration of Moringa tea making (5) Moringa tea sensory test (6) Evaluation of the success of activities. The results of the community service activities showed that (1) the participants' knowledge of tea and the raw materials for making tea increased by 73% and 82%, respectively, (2) the skills of the participants on how to make Moringa tea increased by 95%. This activity is expected to be used as a provider of knowledge in meetings of the family's nutritional needs so that it can maintain the body's immunity in preventing Covid 19. Keywords: moringa tea; body immunity; covid-19; training
PENERAPAN TEKNOLOGI PROSES UNTUK KEBERLANGSUNGAN PRODUKSI MINYAK GORENG KELAPA DI DUSUN BILATEPUNG Nurhayati Nurhayati; Marianah Marianah; Desy Ambar Sari; Asmawati Asmawati; Desy Syafitri; Syirril Ihromi; Mursal Ghazali
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.9563

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga keberlangsungan produksi berlangsung secara kontinu, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para mitra terkait penerapan teknologi proses untuk menghasilkan minyak goreng kelapa yang berkualitas. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah para pembuat atau pengolah dan penjual minyak goreng kelapa yang ada di Dusun bilatepung Desa Beleka Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Metode kegiatan yang digunakan adalah metode PRA (Partisipatory Rural Appraisal). Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan diantaranya : (1) Koordinasi dan sosialisasi kegiatan, (2) Pelaksanaan kegiatan ini berupa penyuluhan dan pelatihan pengolahan minyak goreng kelapa serta alih teknologi penggunaan mesin parut portable mini, (3) Monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan penggabdian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan mitra terkait penerapan teknologi proses, peningkatan keterampilan mitra dalam mengoperasikan mesin parut kelapa mini portable sehingga meningkatkan kapasitas produksi minyak goreng kelapa yang dihasilkan. Diharapkan kegiatan ini masih bisa dilaksanakan secara kontinu terutama untuk kegiatan pelatihan pengolahan limbah menjadi beberapa produk pangan yang inovatif. Kata kunci: teknologi proses; minyak goreng kelapa ABSTRACTThis service activity aims to increase production capacity so that production continuity takes place continuously and increase the knowledge and skills of partners regarding the application of process technology to produce quality coconut cooking oil. The partners of this service activity are the makers or processors and sellers of coconut cooking oil in Bilatepung Hamlet, Gerung District, and West Lombok Regency. The activity method used is the PRA (Participatory Rural Appraisal) method. This service activity is carried out in several stages of activity including: (1) Coordination and socialization of activities. (2) Implementation of this activity includes counseling and training on coconut cooking oil processing and technology transfer using mini portable grating machines. (3) Monitoring and evaluation. The results of this service activity indicate an increase in partner knowledge regarding the application of process technology and partner skills in operating a mini portable coconut grater machine to increase the production capacity of the produced coconut cooking oil. Hopefully, this activity can still be carried out continuously, especially for training activities on waste processing into several innovative food products. Keywords: process technology; coconut cooking oil 
Analisis Kandungan Boraks dan Formalin Pada Beberapa Pedagang Bakso di Kota Mataram Adi Saputrayadi; Asmawati Asmawati; Marianah Marianah
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) 2018: Proceeding of The 1st International Conference on Halal Tourism, Products, and Services 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v0i0.1971

Abstract

This study aims to find out whether there are borax and formalin contents in meatballs sold by traders who have permanent meatball stalls in Mataram City. This is intended to have a better picture of the use of hazardous food additives by meatball traders in the city. The research sample was taken from several places of meatball traders in the city of Mataram. The sample consists of 12 meatball traders in Mataram city, representing six locations (sub-districts) in the city.  Sample members are meatball traders who have a permanent stall only, excluding street vendors and mobile traders. The study used an experimental method with laboratory testing. The procedure included the test of borax and formalin content and the analysis of organoleptic properties of meatballs. Based on the results of the analysis, of the 12 samples collected showed that none contained borax (0%), but 100% contained formaldehyde.
PENERAPAN ALAT PENGIRIS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERUPUK Suwati Suwati; Muanah Muanah; Marianah Marianah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9939

Abstract

Abstrak: Pembuatan kerupuk sepenuhnya dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang banyak terutama pada proses pengirisan. Tujuan pendampingan adalah menerapkan alat pengiris untuk meningkatkan produktivitas kerupuk yang dihasilkan. Kegiatan pendampingan menggunakan 2 metode yaitu penyuluhan tentang pengaruh penerapan alat pengiris dalam pembuatan kerupuk dan praktik menggunakan alat pengiris kerupuk. Adapun sasaran utama kegiatan ini adalah tiga kelompok yang terlibat dalam pembuatan kerupuk baik itu pemilik usaha maupun tenaga kerja dengan total 18 orang terdiri dari 15 orang tenaga kerja dan 3 orang adalah pemilik usaha. Setelah kegiatan selesai dilaksanakan kegiatan pengabdian dievaluasi dengan cara wawancara menggunkan kuesioner. Hasil yang didapatkan setelah kegiatan pendampingan dilakukan dengan menerapkan alat pengiris kerupuk yaitu mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan masyarakat sebesar 95%, pengirisan dapat dilakukan lebih cepat dan kebutuhan tenaga kerja lebih sedikit karena 85% alat pengiris kerupuk tersebut mampu dioperasikan dengan baik serta dapat meningkatkan produktivitas kerupuk dari 25% menjadi 65%.Abstract: Making crackers is completely done manually, so it takes a long time and a lot of labor, especially in the slicing process. The purpose of the assistance is to apply a slicer to increase the productivity of the crackers produced. Mentoring activities use 2 methods, namely counseling about the effect of the application of a slicer in making crackers and the practice of using a cracker slicer. The main targets of this activity were three groups involved in making crackers, both business owners and workers with a total of 18 people consisting of 15 workers and 3 business owners. After the activities are completed, the service activities are evaluated by means of interviews using a questionnaire. The results obtained after the mentoring activity was carried out by applying the cracker slicer were able to increase knowledge, community skills by 95%, slicing could be done faster and the need for labor was less because 85% of the cracker slicer were able to operate properly and could increase the productivity of crackers from 25% to 65%.
Pendampingan pembuatan arang batok kelapa dengan motode vacum di desa Korleko kabupaten Lombok Timur Muanah Muanah; Suwati Suwati; Marianah Marianah; Basirun Basirun; Novi Yanti Sandra Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24169

Abstract

Abstrak Hingga saat ini permintaan kopra kelapa semakin meningkat karena dalam penjualan jarak jauh kopra tersebut tidak mengalami kerusakan sehingga para petani kelapa semakin meminatinya. Selain tingginya permintaan, pengolahan kopra menghasilkan limbah berupa tempurung kelapa. Belakangan ini masyarakat Desa Korleko mengolah batok kelapa menjadi arang. Dalam pengolahannya menimbulkan beberapa kendala karena asapnya mengganggu lingkungan. Maka berdasarkan hasil survei, tim pelaksana dan mitra kegiatan mengatasi permasalahan tersebut dengan memberikan bantuan pembuatan arang dengan metode vakum. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis 24 Agustus 2023 ini diikuti oleh 24 peserta. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu penyuluhan dan pelatihan atau praktek pembuatan arang dengan metode vakum. Kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan lancar, hal ini terlihat dari antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebesar 90% karena pada dasarnya pengetahuan terkait pembuatan arang sudah ada di mitra, namun metode pembakaran vakum merupakan teknologi baru bagi mitra. Pembuatan arang dengan cara ini juga mampu meningkatkan jumlah produksi sebesar 50% dari sebelumnya dan arang yang dihasilkan lebih baik atau berkualitas karena potensi menjadi abu sangat kecil. Kata kunci: batok kelapa; arang; metode vakum.Abstract Until now, the demand for coconut copra is increasing because in long distance sales the copra is not damaged, so coconut farmers are increasingly interested in it. Apart from the high demand, copra processing produces waste called coconut shells. Recently, people in Korleko Village have processed coconut shells into charcoal. In processing it causes several problems because the smoke disturbs the environment. So, based on the survey results, the implementation team and activity partners solved this problem by providing assistance in making charcoal using the vacuum method. The activity carried out on Thursday 24 August 2023 was attended by 24 participants. Activities were carried out in two stages, namely counseling and training or practice in making charcoal using the vacuum method. The activities carried out ran smoothly, this could be seen from the enthusiasm of the participants during the activities. The results obtained from this activity were able to increase the community's knowledge and skills by 90% because basically the knowledge related to making charcoal already existed with the partners, but the vacuum burning method was a new technology for the partners. Making charcoal using this method is also able to increase the amount of production by 50% from before and the charcoal produced is better or of better quality because the potential for it to become ash is very small. Keywords: coconut shell; charcoal; vacuum method.
Penyuluhan dan pelatihan pengolahan minyak kelapa berbasis teknologi tepat guna di Kelompok Wanita Tani (KWT) Flora Barokah Lombok Barat Muanah Muanah; Marianah Marianah; Ilham Ilham
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27594

Abstract

AbstrakPengolahan minyak kelapa menjadi produk bernilai tambah merupakan peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pedesaan. Kelompok Wanita Tani (KWT) Flora Barokah di Lombok Barat memiliki potensi dalam mengembangkan keterampilan pengolahan minyak kelapa berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG). Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam memproduksi minyak kelapa secara efisien dan berkualitas tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan minyak kelapa. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait teknologi pengolahan, serta kemampuan memproduksi minyak kelapa dengan kualitas yang lebih baik. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penyuluhan dan pelatihan berbasis TTG mampu meningkatkan keterampilan peserta dan memberi dampak positif terhadap kemandirian ekonomi KWT. Saran ditujukan untuk keberlanjutan program pelatihan dan dukungan pemasaran produk lokal. Kata kunci: penyuluhan; pelatihan; minyak kelapa; teknologi tepat guna; KWT AbstractProcessing coconut oil into value-added products is an economic opportunity that can be utilized by rural communities. The Flora Barokah Women Farmers Group (KWT) in West Lombok has the potential to develop appropriate technology-based coconut oil processing skills. This counseling and training activity aims to increase the knowledge and skills of KWT members in producing coconut oil efficiently and with high quality. The method of activity implementation includes counseling, demonstration, and hands-on practice of making coconut oil. The results showed an increase in participants' understanding of processing technology, as well as the ability to produce coconut oil with better quality. The conclusion of this activity is that TTG-based counseling and training can improve participants' skills and have a positive impact on the economic independence of KWT. Suggestions are aimed at the sustainability of the training program and support for marketing local products. Keywords: counseling; training, cocnut oil; appropriate technology; KWT