Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Determinan E-Quality Service Dan E-Trust Terhadap Costumer Satisfaction (Studi : Pengguna Aplikasi MyTelkomsel Di Kabupaten Mamuju) Ansar; Suharlina
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 4 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v4i2.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-quality service dan e-trust terhadap customer satisfaction pengguna aplikasi MyTelkomsel di Kota Mamuju. Penelitian ini merupakan penelitian eksplantori dengan pendekatan kuantitatif. populasi penelitian sebanyak 27.882 pengguna MyTelkomsel yang ada di Mamuju, penentuan sampel memakai persamaan slovin, dengan teknik sampling purposive, kriteria yang digunakan adalah pengguna Aplikasi MyTelkomsel dengan range periode 2 tahun keatas. Pengujian kualitas instrumen penelitian menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Alat analisis data menggunakan regresi linear berganda, selanjutnya pengujian hipotesis menggunakan uji parsial dan uji simultan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa e-quality service memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap customer satisfaction, dengan nilai t hitung sebesar 7,403 dan signifikansi 0,000. Demikian pula, e-trust juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap customer satisfaction, dengan t hitung 4,713 dan signifikansi 0,000. Analisis simultan mengungkapkan bahwa e-quality service dan e-trust secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap customer satisfaction, terbukti dengan nilai F hitung 113,047 dan signifikansi 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas layanan elektronik dan kepercayaan pelanggan dapat meningkatkan kepuasan pengguna. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan user experience melalui desain antarmuka yang intuitif, kecepatan aplikasi, dan fitur yang relevan, serta menjaga keamanan dan privasi data pengguna untuk membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan agar tercipta kepuasan pengguna.
Analisis Pengaruh Relationship Marketing dan Brand Trust terhadap Keputusan Pembelian pada CV Timur Angin Cold di Kabupaten Mamuju Sunarto Hasri; Junaeda; Suharlina
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 7 No. 4 (2024): Agustus - Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v7i4.1465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh relationship marketing dan brand trust terhadap purchase decision pada CV Timur Angin Cold di Kabupaten Mamuju. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei, di mana jumlah responden ditentukan berdasarkan panduan Roscoe dalam Sugiyono (2021), yaitu minimal 10 kali jumlah variabel, sehingga diperoleh 30 responden melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, baik relationship marketing maupun brand trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara simultan, kedua variabel tersebut juga memberikan pengaruh signifikan terhadap purchase decision. Namun, kontribusi kedua variabel dalam menjelaskan keputusan pembelian masih tergolong lemah, dengan nilai determinasi sebesar 31,1%, yang mengindikasikan masih terdapat 68,9% variabel lain yang belum diteliti namun turut memengaruhi keputusan pembelian. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada konteks penerapannya pada industri cold storage berskala lokal di Kabupaten Mamuju, yang belum banyak dikaji dalam literatur terdahulu, khususnya dalam hal strategi pemasaran relasional dan kepercayaan merek sebagai determinan utama keputusan pembelian. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pelaku usaha dalam meningkatkan loyalitas pelanggan melalui penguatan hubungan jangka panjang dan citra kepercayaan merek.
Analisis Strategi Pemasaran Dengan Menggunakan Analisis SWOT dalam Meningkatkan Volume Penjualan Di Toko Terang Abadi di Kecamatan Papalang Muhammad Risal; Ramli S; Suharlina
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. 3 (2025): May - July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v8i3.1506

Abstract

Marketing strategy plays a highly strategic role in driving the business growth of Toko Terang Abadi. Amid increasingly competitive market conditions, it serves as a vital tool for enhancing the company’s economic value. By implementing appropriate and innovative strategies, Toko Terang Abadi has the potential to attract new customers while maintaining the loyalty of existing ones. This study was conducted at Toko Terang Abadi, located in Papalang District, with the aim of formulating an effective marketing strategy to increase sales volume. A quantitative approach was employed, with Toko Terang Abadi as the subject and its marketing strategy as the object of the research. The data collected were analyzed using the SWOT method to identify the company’s strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The results of the SWOT analysis indicate that Toko Terang Abadi is positioned in Quadrant I, signifying a strong internal position combined with substantial external opportunities for business expansion. This favorable position suggests that the company is well-suited to adopt an aggressive strategy—one that emphasizes active business expansion and optimizes growth potential by leveraging internal strengths to seize market opportunities. Based on these findings, it is recommended that the management of Toko Terang Abadi continue to pursue business expansion by opening new branches in other regions. Such initiatives are expected to strengthen the company's market position and provide a competitive advantage over other retail businesses.
The Influence of Digital Leadership and Organizational Culture on Millennial Employee Creativity at the West Sulawesi Communication, Informatics, and Coding Agency Nurazila, Nurazila; Muh. Rezky Naim; Suharlina
Jurnal Economic Resource Vol. 8 No. 2 (2025): September - February
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v8i2.1857

Abstract

In the digital age, technological literacy is an important factor in supporting community participation in various aspects of life, including the economy, education, and public services. However, the level of technological literacy in Indonesia, especially in areas such as West Sulawesi, is still relatively low. This can be seen from the limited understanding of the community in using technology effectively and safely, as well as the low utilization of digital services provided by the government. As the agency responsible for communication and information technology, the West Sulawesi Communication and Information Agency is expected to play an active role in improving the technological literacy of the community This study aims to determine the effect of Digital Leadership and Organizational Culture on Millennial Employee Creativity at the West Sulawesi Communication, Informatics, and Encryption Agency. The research method used was a survey with a saturated sampling technique, in which all subordinate employees who met the research criteria were included in the sample. The sample size was 64 millennial employees. The results of the study indicate that Digital Leadership does not influence Millennial Employee Creativity, with a significance value of 0.00>0.05. Organizational Culture has a significant partial effect on Millennial Employee Creativity with a significance value of 0.00<0.05. Organizational Culture has a strong and significant effect on Millennial Employee Creativity, while Digital Leadership does not have a significant effect on Millennial Employee Creativity in this model.