Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MEKANISME PERGANTIAN CREW KAPAL TERHADAP KETENTUAN SAFE MANNING DI PT. TARAKA SAMUDRA SEJAHTERA NISA, SAYYIDATUN; Dahri, Muhammad; Yudianto, Prima Yudha; Rakhman, Rizki Aini
Jurnal Baruna Horizon Vol 7 No 2 (2024): JURNAL BARUNA HORIZON
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan (STIAMAK) Barunawati Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52310/jbhorizon.v7i2.177

Abstract

Abstrak. Latar belakang penelitian ini menyoroti pentingnya sumber daya manusia (SDM) dalam industri pelayaran, khususnya terkait dengan kepatuhan terhadap ketentuan safe manning. Safe manning merupakan persyaratan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang mewajibkan perusahaan pelayaran untuk memastikan kru kapal memiliki kompetensi sesuai standar nasional dan internasional. PT. Taraka Samudra Sejahtera, sebagai perusahaan pelayaran, bertanggung jawab dalam merekrut dan mengelola kru kapal sesuai dengan ketentuan ini. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah ketidakpatuhan terhadap mekanisme pergantian kru kapal yang sesuai dengan standar safe manning, yang dapat mempengaruhi operasional kapal dan keselamatan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mekanisme pergantian kru kapal di PT. Taraka Samudra Sejahtera serta dampaknya terhadap kepatuhan pada ketentuan safe manning. Kerangka konsep yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan analisis kebijakan manajemen SDM, faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pergantian kru, serta kepatuhan terhadap regulasi safe manning. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pergantian kru kapal di PT. Taraka Samudra Sejahtera sering mengalami hambatan, seperti kurangnya kru pengganti yang kompeten, posisi jabatan yang tidak sesuai, dan kendala administratif. Untuk mengatasi hambatan tersebut, perusahaan telah mengambil beberapa langkah, termasuk merekrut kembali kru lama yang berkinerja baik, menyiapkan cadangan kru, dan memberlakukan sanksi untuk pelanggaran aturan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun upaya telah dilakukan untuk mematuhi ketentuan safe manning, masih terdapat beberapa area yang memerlukan perbaikan untuk memastikan operasional kapal yang aman dan efisien.
PERSEPSI RECRUITER TERHADAP KOMPETENSI BAHASA INGGRIS DALAM PROSES RECRUITMENT CREW KAPAL DI PT TOS INDONESIA Syahzanani, Afza; Dahri, Muhammad; Yudha, Prima; Rakhman, Rizki Aini
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 26 No. 2 (2026): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v26i2.606

Abstract

The international shipping industry demands high communication standards as seafarers come from diverse cultural and linguistic backgrounds. English has been established as the international working language through the Standard Marine Communication Phrases (SMCP) issued by the International Maritime Organization (IMO, 2002). Although English language competence has become part of the crew selection process at manning agencies, studies specifically examining how recruiters perceive this competence within the selection process remain considerably limited. This study aims to analyze the perceptions of recruiters at PT TOS Indonesia toward English language competence as a determining factor in the ship crew recruitment process. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through semi-structured interviews, direct observation, and company documentation. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman. The findings reveal that recruiters perceive English language competence as the principal determinant in crew selection, rather than a mere administrative requirement. Assessments were conducted situationally through four core indicators: the ability to comprehend work instructions in English, oral communication skills (speaking), proficiency in maritime terminology (Maritime English), and the ability to articulate operational reports contextually. Data showed that only 45.85% of 868 applicants passed the English selection stage. A 1–4 scoring rubric was applied to maintain objectivity, affirming that English language competence is an integral component of occupational safety within international maritime operations.