Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Dan Tantangan Perlindungan Hukum Terhadap Hak-Hak Pekerja Dalam Hubungan Kerja Di Indonesia Jihan Rafifah; Riyanti Angelina; Enjum Jumhana; Nazwa Aura Fatima; Wafiroh
Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2025): Februari : KONSENSUS : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/konsensus.v2i1.626

Abstract

This research examines legal protection of workers' rights in Indonesia. This study uses a qualitative and normative approach, analyzing applicable labor law. Even though Indonesia has a comprehensive legal framework, there is still a gap between regulation and implementation. This research identifies three main aspects of legal protection: economic, social, and technical. This study also found barriers to implementation, including regulatory factors, culture and company capabilities. This research recommends the government's active role in improving regulations, supervision and law enforcement, as well as building awareness of all parties regarding the responsibilities and roles of individuals in building harmonious and just industrial relations
Implikasi dan Kendala Penerapan Hukum Pidana Internasional di Zaman Moderenisasi Global (Studi Kasus Pembantaian Rohingya di Myanmar) Ade Putri Hanifa; Riyanti Angelina; H. Zaenudin
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The legal framework known as international criminal law is used to punish and prosecute those who commit international crimes, including mass murder, human rights violations, and illegal military operations. In the midst of the phenomenon of globalization, individuals who commit international crimes are increasingly difficult to be held accountable because they often try to escape abroad. Thus, the implementation of the provisions of international criminal law becomes very crucial to ensure integrity at the global level and prevent the perpetrators of international criminal acts from avoiding punishment. The implementation of international criminal law plays an important role in realizing justice globally and ensuring that the perpetrators of international criminal acts cannot avoid legal liability. However, its implementation faces various obstacles that are increasingly complex along with the development of globalization. The genocide case against the Rohingya ethnic group in Myanmar reflects various obstacles in the implementation of international criminal law, such as the difficulty of extraditioning cross-border perpetrators and the challenge of collecting strong, legitimate, and reliable evidence to bring the case to the realm of international justice. Keywords: Implementation, Criminal Law, International, Myanmar, Rohingya. Abstrak Kerangka hukum yang dikenal sebagai hukum pidana internasional dipakai untuk menghukum dan menuntut mereka yang melakukan kejahatan internasional, termasuk pembunuhan massal, pelanggaran hak asasi manusia, dan operasi militer yang ilegal. Di tengah fenomena globalisasi, individu yang melakukan kejahatan internasional semakin sulit untuk dimintai pertanggungjawaban karena seringkali mereka berupaya meloloskan diri ke luar negeri. Dengan demikian, penerapan ketentuan hukum pidana internasional menjadi sangat krusial guna memastikan integritas di tingkat global serta mencegah pelaku tindak pidana internasional terhindar dari hukuman. Pelaksanaan hukum pidana internasional berperan penting dalam mewujudkan keseimbangan secara global serta menjamin bahwa para pelaku tindak pidana berskala internasional tidak dapat menghindari pertanggungjawaban hukum. Meskipun demikian, penerapannya menghadapi beragam hambatan yang semakin kompleks seiring perkembangan globalisasi. Kasus genosida yang dihadapi etnis Rohingya di Myanmar mencerminkan berbagai kendala dalam pelaksanaan hukum pidana internasional, seperti kesulitan melakukan ekstradisi terhadap pelaku lintas negara serta tantangan dalam mengumpulkan alat bukti yang kuat, sah, dan dapat dipercaya guna membawa perkara tersebut ke ranah peradilan internasional. Kata Kunci : Implementasi, Hukum Pidana, Internasional, Myanmar, Rohingya.