Winda Agil Zuhriana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERBICARA PERMULAAN: KASUS SHABIRA ALULA Mutiara Ratu Nirmala; Winda Agil Zuhriana; Gempita Damayanti; Eko Kuntarto; Muhammad Sholeh
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, No. 04 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.20085

Abstract

Penelitian ini secara khusus berfokus pada peran orang tua sebagai fasilitator utama dalam proses berbahasa anak. penelitian ini mengangkat masalah shabira alula yang sudah pandai berbicara di usia 8 bulan, Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Penelitian ini seluruhnya didasarkan pada kajian literatur atau penelitian kepustakaan. Oleh karena itu hakikat penelitian adalah penelitian kepustakaanShabira Alula adalah seorang anak berusia 6 tahun. Pada usia 8 bulan, dia sudah berbicara dengan sangat lancar, dan berbicara dalam bahasa Indonesia yang sangat standar. Umur tersebut merupakan rentang umur yang biasanya para anak mulai berbicara atau mengucapkan satu atau dua kata. Sejak dalam kandungan Lala selalu diajak berbicara oleh ibunya, maka dari itu sejak umur 8 bulan ia mulai fasih berbicara. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbicara shabira alula di pengaruhi besar oleh peran kedua orang tuanya. Peran kedua orang tua lala dalam mempengaruhi bicara lala, yaitu mengajak berbicara sejak dalam kandungan, orang tua yang selalu mengajak berbicara dengan jelas, memberikan hukuman dan penghargaan, dan orang tua yang memahami karakterisitik anak agar bisa memilah parenting apa yang cocok untuk anaknya.
EKSISTENSI DAN NILAI BUDAYA PERMAINAN ”MAIN LADANG” PADA MASYARAKAT DESA OLAK, KABUPATEN BATANGHARI Adelsa Gusmiva; Ayu Masyitah; Winda Agil Zuhriana; Diana Pangestuti; Femi Br Ginting; Dhea Amanda; Annisa Humaila; Arum Desta Widyawati; Khusnul Qotimah; Ifta Juita Ananda; Cahya Karina
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43764

Abstract

This study aims to examine the cultural values and social meanings contained in the traditional game ”Main Ladang” in Olak Village, Muara Bulian Subdistrict, Batanghari Regency. Traditional games are part of local cultural heritage that contribute to children’s social interaction and character development. However, the rapid development of digital technology has changed children’s play patterns, resulting in a decline in the practice of traditional games. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews with community members who have knowledge and experience related to the traditional game ”Main Ladang”. The data were analyzed through stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that “Main Ladang” is a local variant of the Gobak Sodor game which reflects cultural values such as togetherness, cooperation, unity, and sportsmanship. The game is played in open spaces using simple line patterns that reflect the agrarian lifestyle of the community. Although the game still exists, its intensity has decreased due to the increasing use of digital technology among children. Therefore, ”Main Ladang” has the potential to be used as an educational medium for character development in elementary school children as well as a means of preserving local cultural heritage.