Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGGUNAAN METODE BERMAIN PERAN DENGAN MEDIA AUDIO PADA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR mutiara ratu nirmala; Noviyanti , Silvina; Sayyidatunnisa, Zhafira; edison , abiy dzaki
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v7i2.2084

Abstract

This research aims to describe the use of role playing methods with audio media in social studies learning about ASEAN arts and culture for class V students. This research is a qualitative research type with a case study method. The data collection techniques used are observation, interviews, tests. The data analysis technique uses the case study method.  The results of the research show that the use of role playing methods with audio media in social studies learning in class v elementary schools is effective. This is proven by positive learning outcomes such as students being more confident, able to control their emotions and having the courage to express opinions in social studies learning, especially on ASEAN arts and culture material. Each activity definitely has its own obstacles, such as lack of student involvement, a long time required, limited space and some students who are shy.
PERAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERBICARA PERMULAAN: KASUS SHABIRA ALULA Mutiara Ratu Nirmala; Winda Agil Zuhriana; Gempita Damayanti; Eko Kuntarto; Muhammad Sholeh
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, No. 04 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.20085

Abstract

Penelitian ini secara khusus berfokus pada peran orang tua sebagai fasilitator utama dalam proses berbahasa anak. penelitian ini mengangkat masalah shabira alula yang sudah pandai berbicara di usia 8 bulan, Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Penelitian ini seluruhnya didasarkan pada kajian literatur atau penelitian kepustakaan. Oleh karena itu hakikat penelitian adalah penelitian kepustakaanShabira Alula adalah seorang anak berusia 6 tahun. Pada usia 8 bulan, dia sudah berbicara dengan sangat lancar, dan berbicara dalam bahasa Indonesia yang sangat standar. Umur tersebut merupakan rentang umur yang biasanya para anak mulai berbicara atau mengucapkan satu atau dua kata. Sejak dalam kandungan Lala selalu diajak berbicara oleh ibunya, maka dari itu sejak umur 8 bulan ia mulai fasih berbicara. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbicara shabira alula di pengaruhi besar oleh peran kedua orang tuanya. Peran kedua orang tua lala dalam mempengaruhi bicara lala, yaitu mengajak berbicara sejak dalam kandungan, orang tua yang selalu mengajak berbicara dengan jelas, memberikan hukuman dan penghargaan, dan orang tua yang memahami karakterisitik anak agar bisa memilah parenting apa yang cocok untuk anaknya.
TAPAH MELENGGANG SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA KABUPATEN BATANG HARI: KAJIAN SEJARAH, MAKNA SIMBOLIK, DAN NILAI EDUKATIF Kurnia, Eka Kurnia; Natasya T; Nabilla Najwa Azzahra; Wiwik Kurniyati; Maulidia Alqanita; Deva Merlin Claudia; Ullyl Khoyrul Ummah; Mutiara Ratu Nirmala; Marsya; Zhafira Sayyidatunnisa; Afifa Suci Nahara; Oliver Chelsea Sitanggang; Destrinelli
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44978

Abstract

Tapah Melenggang is a cultural icon of Batang Hari Regency that represents the historical and ecological relationship between the community and the Batanghari River. This symbol not only depicts the tapah fish (Wallago leeri) as a local natural resource but also embodies cultural values shaped through the collective experiences of the Malay community. This study aims to analyze the historical aspects, symbolic meanings, social functions, and educational values of Tapah Melenggang as a form of local cultural identity. This research employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected from scholarly journals, academic books, and official documents, and analyzed through descriptive-interpretative techniques based on cultural symbolism theory and local wisdom-based education. Data validity was ensured through source triangulation. The findings indicate that Tapah Melenggang encompasses interconnected historical, symbolic, social, and educational dimensions. The symbol reflects values of strength, resilience, and balance, while also functioning as a collective identity and a contextual learning resource. Its integration into local wisdom-based education contributes to strengthening character development, cultural awareness, and the preservation of local identity in the era of globalization