Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN ETIKA DAN HUKUM DALAM PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK DI RUMAH SAKIT Artemisya Christian; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sengketa medik di rumah sakit merupakan isu kompleks yang melibatkan aspek etika dan hukum, di mana keduanya memainkan peran penting dalam penyelesaian yang adil dan berimbang. Artikel ini mengkaji peran etika profesional kedokteran dan ketentuan hukum dalam menangani sengketa medik di lingkungan rumah sakit. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya sengketa, pendekatan etis yang dapat digunakan untuk mencegah konflik, serta mekanisme hukum yang diterapkan dalam proses penyelesaiannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi studi literatur, analisis kasus, dan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pendekatan etika dan hukum memberikan solusi lebih komprehensif dan efektif dalam menyelesaikan sengketa medik. Selain itu, mediasi dan negosiasi berbasis prinsip etis mampu membangun kembali kepercayaan antara pasien dan tenaga kesehatan, sementara pendekatan hukum memberikan kepastian dan perlindungan bagi kedua belah pihak. Dengan demikian, integrasi prinsip etika dan aturan hukum diharapkan dapat meminimalkan potensi sengketa dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.
MALPRAKTIK MEDIS DI JAKARTA: ANALISIS HUKUM DAN ETIKA MENURUT LBH DAN IDI Artemisya Christian; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 5 (2024): OKTOBER-NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas masalah malpraktik medis di Jakarta dengan mengkaji aspek hukum dan etika kedokteran berdasarkan pandangan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Melalui pendekatan yuridis normatif, penelitian ini menganalisis regulasi yang mengatur malpraktik medis serta perspektif hukum dan etika profesi yang diterapkan dalam penanganan kasus-kasus tersebut. LBH Jakarta mewakili sudut pandang pembelaan hak pasien, sementara IDI fokus pada perlindungan profesi dokter dan penerapan etika kedokteran. Kajian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara persepsi hukum dan etika dalam menangani kasus malpraktik, yang berdampak pada proses penyelesaian sengketa medis di Indonesia. Penelitian ini menyarankan adanya harmonisasi regulasi dan peningkatan kolaborasi antara kedua institusi dalam rangka menciptakan perlindungan hukum yang adil bagi pasien dan profesi medis.