Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Health literacy and TB-related stigma among nurses in Jayapura, Papua: A cross-sectional study Sinaga, Eva; Batticaca, Fransisca; Suyanto, Agnes Angelita
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i1.658

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) remains a significant global and national health concern. In Papua, the TB treatment success rate has yet to reach national targets. One of the key barriers to achieving this goal is the stigma surrounding TB patients. Purpose: To identify the relationship between TB-related health literacy and nurse stigma at Abepura Regional Hospital. Method: A quantitative correlational study was carried out between April and June 2024, involving 125 purposively selected nurses from Abepura Regional Hospital. Data collection was conducted using a TB literacy questionnaire and a TB-Related Stigma questionnaire. The data were analyzed using univariate analysis and the Chi-square test. Results: Most respondents were female, non-Papuan, in early or late adulthood, held a bachelor's degree, and had 5-20 years of work experience. The majority were civil servants without prior TB-related training and were assigned to the Emergency and Pulmonary Rooms. While most respondents demonstrated good TB-related literacy, nearly 40% exhibited stigma toward TB patients. No significant correlation was found between TB health literacy and nurses' stigma. Conclusion: Despite possessing sufficient TB knowledge, nurses still exhibited a high level of stigma toward TB patients. Enhancing awareness and understanding among nurses and the community is essential through health promotion initiatives and strengthening the role of community and religious leaders.
TOWARD INDONESIA’S ZERO LEPROSY 2030: KEY LESSONS FROM EPIDEMIOLOGICAL TRENDS IN PAPUA 2020-2024 Sumolang, Inneke Viviane; Romadhon, Dimas Iqbal; Suyanto, Agnes Angelita
Folia Medica Indonesiana Vol. 61, No. 1
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papua, the easternmost province of Indonesia, has consistently reported the highest number of new leprosy cases and leprosy-related disabilities for decades. Despite this burden, no comprehensive study in recent years has systematically examined the epidemiological trends of leprosy in Papua using large datasets. This study provides an updated analysis of leprosy elimination efforts and evaluates the province’s readiness to achieve the Zero Leprosy 2030 target. A retrospective descriptive epidemiological review was conducted using secondary data from the routine health information system of Papua Province from 2020 to 2024. Extracted variables included demographic characteristics, new case reports, diagnostic classification, disability grade, case-finding method, and clinical outcomes. Data were analyzed descriptively and presented in tables and figures to illustrate temporal trends. Between 2020 and 2024, a total of 3,909 new leprosy cases were reported, with fluctuating case detection rates. Multibacillary (MB) leprosy predominated, particularly among males, although females also contributed a substantial proportion of MB cases. Child cases showed an increasing trend, accounting for up to 20% of all new cases. Most cases were detected at Grade 0, with passive case finding as the dominant detection method. Treatment outcomes showed that approximately 70% of patients were released from treatment annually, but relapse and default remained considerable. These findings highlight that Papua is still far from reaching the Zero Leprosy 2030 goal. Strengthening active case finding, improving treatment adherence, reducing stigma, and enhancing reporting and evaluation systems are urgent priorities. Sustained political commitment from local leadership will be crucial to ensure the successful implementation of these strategies.
Karakteristik Orang dengan Tbc-Diabetes yang Menjalani Terapi Obat Anti-Tuberkulosis di Klinik VCT RSUD Jayapura Tahun 2024 (Analisis Data Sekunder) Indrawan, Alfian; Suyanto, Agnes; Sinaga, Eva
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik pasien TBC-DM yang menjalani terapi OAT di Klinik VCT RSUD Jayapura tahun 2024. Metode dalam Penelitian ini Adalah deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder rekam medis pasien TBC-DM tahun 2024 dengan teknik total sampling. Variabel meliputi usia, jenis kelamin, jenis dan lokasi TBC, metode diagnosis, kontrol gula darah, dan resistensi obat. Analisis dilakukan secara deskriptif. Sebagian besar pasien berada pada kelompok usia 46–65 tahun dengan rerata usia sekitar 56 tahun dan didominasi laki-laki. Mayoritas merupakan kasus baru dengan TBC paru dan diagnosis ditegakkan melalui konfirmasi bakteriologis serta radiologi. Sebagian besar pasien menunjukkan kontrol gula darah buruk, dan hanya sebagian kecil mengalami TBC resisten obat. Pasien TBC-DM didominasi usia dewasa hingga lanjut dengan kontrol glikemik tidak optimal, menegaskan perlunya integrasi layanan TBC-DM untuk meningkatkan keberhasilan terapi OAT.
Pelatihan Pola Makan Sehat dengan Metode Plate Meal Bagi Keluarga Orang dengan Tuberkulosis Resistan Obat Berbasis Bahan Makanan Lokal Papua Indrawan, Alfian; Suyanto, Agnes; Sinaga, Eva
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1878

Abstract

Tuberkulosis Resistan Obat (TB-RO) merupakan masalah kesehatan serius yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan berdampak besar terhadap kondisi fisik, psikologis, serta status gizi pasien. Keberhasilan pengobatan TB-RO tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan minum obat, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dukungan nutrisi yang adekuat dari keluarga. Di Provinsi Papua, ketersediaan bahan pangan lokal yang kaya gizi sebenarnya cukup melimpah, namun pemanfaatannya sebagai pola makan sehat bagi penderita TB-RO masih terbatas akibat kurangnya pengetahuan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan motivasi keluarga penderita TB-RO dalam menerapkan pola makan sehat dan seimbang melalui metode plate meal berbasis bahan makanan lokal Papua. Kegiatan dilaksanakan di Klinik VCT-TB RSUD Jayapura dengan sasaran keluarga pasien TB-RO dan didukung oleh kader kesehatan setempat. Metode pelaksanaan meliputi ceramah edukatif, diskusi interaktif, serta demonstrasi penyusunan menu plate meal menggunakan bahan pangan lokal seperti sagu, ubi jalar, keladi, ikan, dan sayuran hijau. Evaluasi capaian dilakukan melalui observasi partisipasi peserta dan refleksi selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi dan peningkatan pemahaman mengenai prinsip plate meal, khususnya pembagian porsi makanan yang seimbang dan terjangkau. Peserta menyadari bahwa pola makan sehat dapat diterapkan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga dapat mendukung keberhasilan pengobatan TB-RO. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien TB-RO serta mendukung keberhasilan program pengendalian TB-RO melalui pendekatan berbasis keluarga dan kearifan lokal.