Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis bibliometrik terhadap tren riset teori uses and gratifications di Scopus Maulana, Daffa Aqshal; Patresia, Dita; Tirtana, Ikhwan; Pratiwi, Niken Resti; Fadhillah, Nurul
Comdent: Communication Student Journal Vol 2, No 1 (2024): Mei 2024 - Oktober 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v2i1.54434

Abstract

Latar Belakang: Analisis bibliometrik adalah metode untuk mengeksplorasi sejumlah data ilmiah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren penggunaan teori Uses and Gratifications, mengidentifikasi adanya hubungan antar konsep keilmuan, serta mengetahui jaringan penggunaan teori berdasarkan kata kunci (co-occurrence) dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun, dari tahun 2013 – 2023. Metode: Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode bibliometrik. Sedangkan untuk menganalisis dan memvisualisasikan database yang diperoleh dari Scopus, penulis menggunakan Microsoft Excel dan VOSviewer. Hasil dan Pembahasan: Data menunjukkan terdapat 268 artikel yang membahas penggunaan teori ini. Hasil analisis diawali dengan tren tahun publikasi terbanyak, dan tahun 2023 menjadi tahun terbanyak penggunaan teori ini sebanyak 38 artikel. Selanjutnya, data menunjukkan Amerika Serikat dan Spanyol menjadi negara teratas yang paling banyak menggunakan teori ini. Secara subjek ilmu kategori Social Sciences mendominasi penggunaan teori tersebut dengan persentase sebesar 55.3%, namun teori ini juga ditemukan dalam berbagai subjek ilmu lainnya. Pemetaan perkembangan publikasi berdasarkan kata kunci (co-occurrence) mengidentifikasikan teori Uses and Gratifications dalam tujuh cluster yang saling berkaitan. Dapat diketahui bahwa kata kunci yang memiliki kerapatan yang tinggi dengan teori yang diteliti adalah social media. Meskipun teori ini berfokus pada pengguna media (audiens) dan telah ada sejak tahun 1974, namun perkembangan zaman dan teknologi yang kemudian melahirkan berbagai media baru menjadi peluang untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.
Komunikasi strategis PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dalam mewujudkan world geothermal centre of excellence Maulana, Daffa Aqshal; Suryana, Asep; Wirakusumah, Teddy Kurnia
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i22025p317-329

Abstract

Strategic communication of PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) in realizing a world geothermal centre of excellence This research aims to explore the strategic communication implemented by PGE in its pursuit to become a world geothermal centre of excellence. A descriptive qualitative method with an explanatory approach was used, with primary data from interviews and secondary data from related documents. The results show that from a business standpoint, PGE has successfully positioned itself as a world geothermal centre of excellence. This is evidenced by its consistent focus on the business potential of geothermal energy. However, in terms of community engagement, PGE’s approach remains less than optimal. Although communication objectives have been stated, in practice, PGE have not been fully realized. PGE still needs to consider its corporate communication approach toward the community, as this could influence other corporate goals and help garner public support for the company. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komunikasi strategis yang diterapkan oleh PGE dalam upayanya menjadi pusat keunggulan panas bumi dunia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksplanatori, menggunakan data primer dari wawancara dan data sekunder dari dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi bisnis, PGE telah berhasil memposisikan dirinya sebagai pusat keunggulan panas bumi dunia, yang dibuktikan dengan fokus konsisten terhadap potensi bisnis energi panas bumi. Namun, dalam hal keterlibatan masyarakat, pendekatan PGE masih kurang optimal. Meskipun tujuan komunikasi telah ditetapkan, dalam praktiknya belum sepenuhnya terwujud. PGE masih perlu mempertimbangkan pendekatan komunikasi korporatnya terhadap masyarakat, karena hal ini dapat memengaruhi tujuan perusahaan lainnya serta membantu memperoleh dukungan publik terhadap perusahaan.