Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Transformasi Tradisi Penulisan Naskah Sunda Kuno pada Masa Peralihan Ditinjau Melalui Karya-karya Kai Raga Ade Ahmad Suprianto
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 6, No 2 (2015): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.801 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v6i2.297

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang mengupas naskah Wirid Nur Muhammad (selanjutnya disingkat WNM). Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai aspek-aspek fisik naskah dan isi WNM dibanding dengan naskah Sunda kuno karya Kai Raga lainnya. Teks WNM merupakan teks yang berisi tentang keislaman, yang menjelaskan mengenai proses penciptaan alam dunia dari Nur Muhammad. Kemudian dijelaskan mengenai proses penciptaan Adam hingga diturunkannya ke alam dunia. Selanjutnya, dijelaskan mengenai nama-nama tokoh (malaikat) beserta tugasnya di alam dunia. Pada proses pengkajiannya dibandingkan dengan naskah-naskah karya Kai Raga lainnya guna melihat perubahan pemikiran yang terjadi padanya.
Kesantunan Berbahasa Maksim Kesepakatan Tokoh Utama dalam Film Animasi Kisah Ibnu Haitsam karya Syarif Jamal (Kajian Pragmatik) Sudrajat, Destia Zacharany; Suprianto, Ade Ahmad
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i2.38254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa maksim kesepakatan tokoh utama yang muncul dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Penelitian ini berjenis penelitian dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Objek yang akan dikaji pada kesantunan berbahasa maksim kesepakatan ini adalah percakapan yang ada dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data tertulis berupa tuturan atau ucapan tokoh utama yang ada dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik catat. Terdapat kesantunan berbahasa maksim kesepakatan pada tuturan tokoh utama dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Dengan demikian, dalam penelitian ini akan dibahas satu permasalahan, yaitu bagaimana menggunakan kesantunan berbahasa maksim kesepakatan pada tokoh utama dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Berdasarkan batasan masalah tersebut maka dapat diidentifikasi tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan kesantunan berbahasa untuk mengetahui adanya maksim kesepakatan yang terdapat pada tokoh utama dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Adapun kesantunan berbahasa secara spesifik yang diuraikan dalam pembahasan ialah kesantunan berbahasa bentuk maksim kesepakatan, yakni pada nomor dengan data 1,3,9. Data-data tersebut mempunyai banyak kesamaan, yaitu tokoh Ibnu Haitsam memberikan pernyataan tuturan yang menyatakan kesepakatan dalam tuturannya, ada juga kesamaan dalam segi konteks yakni terdapat dalam key yang menyatakan bahwa Ibnu haitsam menyatakan tuturan tersebut dengan perasaan senang. Kata Kunci: Ibnu Haitsam, Kesantunan Berbahasa, Skala Kesantunan.
Dominasi Dan Perlawanan Dalam Novel Qolbu Al Lail Karya Naguib Mahfouz (Analisis Wacana Kritis) Syah, Abdulloh Jalaluddin; Rahtikawati, Yayan; Suprianto, Ade Ahmad
Al Mi'yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol 8 No 1 April 2025
Publisher : STIQ Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i1.4969

Abstract

Novel is one type of literary work that has the function of being a mirror of the social, cultural, and political life of society. This research aims to describe the textual level, discourse level, and sociocultural level that show various practices of domination and resistance in the novel Qolbu Al-Lail. This research uses a descriptive-analytic qualitative approach. The data source of this research is the novel Qolbu Al-Lail by Naguib Mahfouz. The data obtained is analyzed using Norman fairclough's critical discourse analysis theory. The theoretical foundation used is Pierre Bourdieu's symbolic domination theory. Based on the research, the following two things are known. The critical discourse analysis of this novel reveals the existence of symbolic domination and resistance reflected in 1) the textual level (diction, grammatical structure, language style), 2) the level of discourse practice (criticism of the Egyptian political and social system after the 1952 revolution), and 3) the sociocultural level (Egyptian social conditions in 1952-1975).
Kesantunan Berbahasa Maksim Kesepakatan Tokoh Utama dalam Film Animasi Kisah Ibnu Haitsam karya Syarif Jamal (Kajian Pragmatik) Sudrajat, Destia Zacharany; Suprianto, Ade Ahmad
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7 No 2 (2024): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i2.38254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa maksim kesepakatan tokoh utama yang muncul dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Penelitian ini berjenis penelitian dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Objek yang akan dikaji pada kesantunan berbahasa maksim kesepakatan ini adalah percakapan yang ada dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data tertulis berupa tuturan atau ucapan tokoh utama yang ada dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik catat. Terdapat kesantunan berbahasa maksim kesepakatan pada tuturan tokoh utama dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Dengan demikian, dalam penelitian ini akan dibahas satu permasalahan, yaitu bagaimana menggunakan kesantunan berbahasa maksim kesepakatan pada tokoh utama dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Berdasarkan batasan masalah tersebut maka dapat diidentifikasi tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan kesantunan berbahasa untuk mengetahui adanya maksim kesepakatan yang terdapat pada tokoh utama dalam film animasi kisah “Ibnu Haitsam” karya Syarif Jamal. Adapun kesantunan berbahasa secara spesifik yang diuraikan dalam pembahasan ialah kesantunan berbahasa bentuk maksim kesepakatan, yakni pada nomor dengan data 1,3,9. Data-data tersebut mempunyai banyak kesamaan, yaitu tokoh Ibnu Haitsam memberikan pernyataan tuturan yang menyatakan kesepakatan dalam tuturannya, ada juga kesamaan dalam segi konteks yakni terdapat dalam key yang menyatakan bahwa Ibnu haitsam menyatakan tuturan tersebut dengan perasaan senang. Kata Kunci: Ibnu Haitsam, Kesantunan Berbahasa, Skala Kesantunan.
Makna Harfu Jar Min dalam Qashidah Al-Burdah Karya Imam Al-Būṣīrī (Kajian Sintaksis) Munawan, Andis; Suprianto, Ade Ahmad; Mardiansyah, Yadi
Shaut al Arabiyyah Vol 13 No 2 (2025): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v13i2.58843

Abstract

Penelitian ini mengkaji fungsi dan makna ḥarf jar "min" (مِنْ) dalam Qasidah al-Burdah karya Imam al-Būṣīrī. Pendekatan yang digunakan adalah sintaksis-semantik dengan merujuk pada teori ma‘ānī al-ḥurūf Ibnu Hisyām. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik substitusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "min" memiliki beragam makna. Fungsi yang paling dominan adalah ibtidā’ al-ghāyah (permulaan atau titik asal), yang muncul sebanyak 21 kali. Fungsi ini digunakan untuk menunjukkan asal mula suatu objek atau peristiwa, baik secara fisik maupun konseptual. Selanjutnya, "min" juga banyak berfungsi sebagai bayān al-jins (penjelasan jenis atau kategori), yang ditemukan sebanyak 13 kali. Fungsi ini berperan dalam memerinci atau mengklasifikasikan entitas yang dibicarakan. Selain itu, "min" digunakan dalam makna at-ta‘līl (penyebab atau alasan) sebanyak 7 kali, untuk menjelaskan sebab terjadinya suatu kondisi atau tindakan. Penggunaan "min" dengan makna at-tab‘īḍ (sebagian dari keseluruhan) ditemukan sebanyak 6 kali, mengindikasikan bagian dari suatu totalitas. Dalam jumlah yang lebih sedikit, "min" juga bermakna murādifatu al-bā’ (sepadan dengan huruf bā’), sebanyak 2 kali, yang berfungsi menunjukkan alat atau sebab. Selain itu, ditemukan pula makna at-tanṣīṣ ‘alā al-‘umūm (penegasan terhadap keumuman) sebanyak 2 kali, serta makna al-faṣl (pemisah atau pembeda) sebanyak 1 kali. Keragaman makna tersebut menunjukkan kedalaman dan fleksibilitas bahasa Arab dalam menyampaikan nuansa makna dan ekspresi melalui satu unsur gramatikal.
Resolution Of The Psychological Conflict Of The Characters Razhan And Sameer In The Series Jayyibat Al-Eid Rahmandhika Putra, M. Bagus; Yani Ainusyamsi, Fadlil; Ahmad Suprianto, Ade
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 8 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/els-jish.v8i3.47128

Abstract

Literary works usually show personal and social struggles that mirror the complexities of human life. An example of this is the Jayyibat al-Eid series, which shows how the characters Razan and Sameer face challenges from cultural differences, family expectations, and their own wishes. This study aims to find out and describe the types of psychological conflict that Razan and Sameer face and to examine the ways they use ego defense mechanisms to deal with these struggles. The problems they face are examined using Kurt Lewin's theory of psychological conflict and Sigmund Freud's idea of ego defense mechanisms. The method used is is descriptive qualitative with observation and note-taking techniques, through dialogue, monologue, and the characters' actions that reveal the dynamics of inner conflict. The result shows that there are three main types of conflict: approach–approach conflict, avoidance–avoidance conflict, and approach–avoidance conflict. To handle these conflicts, the characters use different defense mechanisms like rationalization, reaction formation, denial, and repression. These strategies help them feel less anxious and keep their self-esteem intact. These results show that the emotional struggles in stories not only highlight how complex the characters are but also mirror the social and cultural situations that affect people's lives.