Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : National Multidisciplinary Sciences

Risiko Produksi Usahatani Padi Di Desa Kembang Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso Mikala, Kawakibi Ahmad Fadhil; Untari, Wiwik Sri; Puryantoro, Puryantoro
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usahatani padi merupakan kegiatan pertanian yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,. Penduduk di wilayah pedesaan seperti Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso mayoritas petani. Tantangan dalam produksi usahatani padi tersebut antara lain faktor benih, luas lahan, hama dan penyakit, ketersediaan pupuk, tenaga kerja, dan kurangnya penerapan teknologi yang dapat berdampak pada pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko produksi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif pada 93 petani sebagai responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikelompokkan pada tiga katagori luas lakan, yaitu 0,01-0,50 Ha, 0,501-1,00 Ha, dan 1.01-2,00 Ha. Analisis data dilakukan menggunakan koefisien variasi sebagai tolok ukur tingkat risiko pada masing-masing katagori dan penerimaan usahatani padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi pada kategori luas lahan 0,01-0,50 Ha sebesar 0,28 dengan penerimaan Rp. 2.557.070 ; luas lahan 0,501-1,00 Ha sebesar 0,13 dengan penerimaan Rp. 5.591.104 dan pada luas lahan 1,01-2,00 Ha sebesar 0,05 dengan penerimaan Rp. 8.010.780, berarti ketiga katagori berada pada tingkat resiko rendah, dimana tingkat resiko produksi menurun seiring dengan kenaikan katagori luas lahan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan manajemen risiko dalam pertanian sebagai dasar penyusunan strategi pembinaan petani secara lebih terarah, salah satu diantaranya dengan membuat sistem informasi petani. dengan melibatkan aspek kelembagaan dan akses pasar secara lebih komprehensif, serta pemantauan risiko secara berkala.