Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Wahau 1 Nursafa, Andi; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Jurnal Kesehatan Global Vol 8, No 1 (2025): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v8i1.6366

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis, yang umumnya menyerang paru-paru. Indonesia merupakan kontributor terbesar kedua pada peningkatan kasus tuberkulosis secara global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik demografi (usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan terakhir) dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Wahau 1, Kalimantan Timur, Indonesia. Metode penelitian ini ialah studi kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study yang di lakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Wahau I. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling yang diperoleh dari data rekam medis TB selama periode Januari-Oktober 2024 dengan jumlah responden 32 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square, analisis data dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama univariat digunakan untuk mendeskripsikan data dengan tabel distribusi frekuensi. Selanjutnya analisis bivariat, dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,884), jenis kelamin (p= 0,807), dan pekerjaan (p= 0,246) dengan kejadian tuberkulosis. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p= 0,029) dan perilaku merokok (p= 0,041) dengan kejadian tuberkulosis di Puskesmas Muara Wahau 1. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan pendidikan, perilaku merokok dan kejadian tuberkulosis di Puskesmas Muara Wahau 1. Oleh karena itu, pihak puskesmas diharapkan lebih fokus dalam meningkatkan upaya pencegahan penularan penyakit TB paru melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat terutama terkait perilaku merokok.
The Effectiveness of Video Education and Small-Group Discussions in Increasing Adolescent Awareness of Tuberculosis (TB) Prevention: A Literature Review Nursafa, Andi; Anggraeni, Ike
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): The 4th MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Remaja termasuk kelompok rentan yang memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penularan TBC di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Edukasi kesehatan yang menarik dan interaktif dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap pencegahan penyakit ini. Objective : literatur ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan melalui media video dan metode diskusi kelompok kecil dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap pencegahan TBC. Research Methods/ Implementation Methods : Metode penelusuran literatur dilakukan melalui database seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect berdasarkan publikasi tahun 2017–2025 dengan kata kunci “edukasi kesehatan”, “media video”, “diskusi kelompok kecil”, dan “tuberkulosis pada remaja” dengan menggunakan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses) sebagai protokol penelitian. Results : Hasil dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media video mampu meningkatkan pemahaman dan daya tarik peserta, sedangkan diskusi kelompok kecil mendorong partisipasi aktif serta perubahan sikap yang lebih bermakna. Kombinasi kedua metode ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku pencegahan TBC di kalangan remaja. Oleh karena itu, strategi edukasi berbasis media audiovisual dan interaksi kelompok kecil dapat dijadikan alternatif inovatif dalam program promosi kesehatan di sekolah. Conclusion/Lesson Learned : Oleh karena itu, strategi edukasi berbasis media audiovisual dan interaksi kelompok kecil dapat dijadikan alternatif inovatif dalam program promosi kesehatan di sekolah.
PELATIHAN ERGONOMI ANGKAT ANGKUT DAN PENILAIAN ERGONOMITAS PADA PORTER PELABUHAN SAMARINDA Rachmawati, Eka; Parengkuan, Sandra Reinny; Aditya, Aditya; Kartinah, Kartinah; Nursafa, Andi; Rohmah, Nur; Nurrachmawati, Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 4 No 06 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v4i06.1839

Abstract

Port porters are at high risk of occupational accidents and musculoskeletal disorders due to the use of non-ergonomic lifting and carrying techniques. Complaints such as pain in the back, neck, shoulders, and other body parts are common problems among stevedoring workers. This activity aims to improve the capacity of port porters through ergonomic evaluation, education, and training so they can work safely and more productively. The approach used is community empowerment with the Community Based Participatory Research (CBPR) method, which includes five stages: problem identification, priority setting, program design, outcome evaluation, and follow-up. The results of the activity showed a significant increase in porter knowledge at Samarinda Port, although some participants still do not apply correct lifting techniques in the field. It is hoped that ongoing socialization activities can be carried out by trained porters to colleagues who have not received training, so that this program can be sustainable and have an impact on improving safety and work productivity.