Annisa Putri Sinaga
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN ASAS-ASAS UMUM PEMERINTAHAN YANG BAIK DALAM PUTUSAN PERADILAN TATA USAHA NEGARA Joni Sandri Ritonga; Rahma Fitri Amelia Hasibuan; Annisa Putri Sinaga; M. Fazli Pratama; Vressilia Witama; Faiz Putra Ramadhan Lubis; Nadilah Andini
Case Law : Journal of Law Vol. 6 No. 1 (2025): Case Law : Journal of Law | Januari 2025
Publisher : Program Studi Hukum Program Pasca Sarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/caselaw.v6i1.4731

Abstract

Penerapan asas-asas umum pemerintahan yang baik (AUPB) memiliki peran penting dalam penegakan hukum administrasi di Indonesia, khususnya dalam putusan peradilan tata usaha negara (PTUN). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan AUPB memengaruhi kualitas dan keadilan putusan PTUN. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji literatur, peraturan perundang-undangan, dan putusan PTUN yang relevan. AUPB, yang mencakup asas kepastian hukum, asas kecermatan, asas keterbukaan, dan asas profesionalitas, merupakan pedoman bagi hakim dalam menguji keputusan administrasi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AUPB dalam PTUN membantu menciptakan putusan yang tidak hanya memenuhi aspek formal hukum, tetapi juga substansi keadilan. Putusan PTUN yang berlandaskan AUPB mampu melindungi hak-hak masyarakat dari tindakan pemerintah yang sewenang-wenang, sekaligus mendorong akuntabilitas dan transparansi dalam pemerintahan. Namun, terdapat kendala dalam penerapannya, seperti kurangnya pemahaman hakim terhadap substansi AUPB dan lemahnya harmonisasi antara peraturan perundang-undangan dan prinsip AUPB. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan kapasitas hakim, harmonisasi regulasi, dan sosialisasi AUPB kepada aparatur pemerintah. Dengan penerapan AUPB secara konsisten, PTUN dapat menjadi instrumen efektif dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.
Analysis of Jinayah Fiqh on Adultery and the Moral Damage of the Younger Generation abdul; Annisa Putri Sinaga; Vressillia Witama; Irpan Mauliandi Damanik; Arsyad Rizki Pratama
Jurnal Sahabat ISNU SU Vol. 3 No. 1 (2026): ISNU Sahabat Januari
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/jsisnu.v3i1.1235

Abstract

Adultery is viewed in Islamic law as an act that not only violates moral norms but also has broad legal and moral implications, especially for the character formation of the younger generation. The weakening of moral awareness due to the normalization of sexual relations outside of marriage raises concerns about the destruction of the value system protected by Islamic law. This article aims to examine the views of Islamic jurisprudence (fiqh jinayah) on adultery as a crime, its impact on the moral decay of the younger generation, and the purpose of establishing sanctions for adultery as a preventive measure. The research method used is normative legal research with a fiqh jinayah approach. The approaches applied include a normative Islamic regulatory approach (statute approach) through a study of the Qur'an and Hadith, and a conceptual approach (conceptual approach) by examining the thoughts of Islamic scholars regarding adultery and its punishment in Islamic criminal law. The research data sources are secondary legal materials obtained through literature studies, including fiqh jinayah books, Islamic criminal law books, scientific journals, and the opinions of relevant Islamic legal experts. Data analysis is conducted qualitatively by interpreting and constructing Islamic legal norms to obtain a comprehensive understanding. The results of the study show that jinayah fiqh views adultery sanctions as an instrument for maintaining morals and protecting society, which is directed at preventing the spread of moral damage, especially among the younger generation.