Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Pemahaman Fiqih Ibadah melalui Metode Demonstrasi pada Siswa MTs Darus Sholihin Kabupaten Probolinggo Akhmadi, Abdul Muhaimin; Muhammad, Devy Habibi
MASALIQ Vol 5 No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v5i1.4839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas penerapan metode demonstrasi dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi fiqih ibadah dan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi, baik yang mendukung maupun yang menghambat, penggunaan metode ini di MTs Darus Sholihin. Pemahaman siswa tentang fiqih ibadah sering kali tidak optimal disebabkan oleh metode pengajaran yang kurang efektif, keterbatasan media pembelajaran, serta waktu yang terbatas. Akibatnya, banyak siswa cenderung menghafal materi tanpa memahami substansi ajaran ibadah tersebut. Di MTs Darus Sholihin Kabupaten Probolinggo, sejumlah guru fiqih masih mengandalkan metode ceramah yang kurang memperhatikan kebutuhan dan karakteristik siswa. Padahal, pembelajaran fiqih seharusnya tidak hanya berfokus pada penjelasan teoritis, melainkan juga membutuhkan demonstrasi praktis dan observasi langsung untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap materi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan kepala sekolah dan guru, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode demonstrasi, terutama dalam pengajaran sholat, terbukti efektif di MTs Darus Sholihin. Metode ini tidak hanya meningkatkan pemahaman dan daya ingat siswa, tetapi juga meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Lebih jauh lagi, integrasi pendidikan karakter dan nilai-nilai moral dalam penerapan metode ini turut berkontribusi pada pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh.
Studi Komparatif Pemikiran Al-Ghazali dan John Dewey dalam Konteks Pendidikan Kontemporer Zainab, Siti; Maula, Istul; Maulana, Mohammad Thoyib; Akhmadi, Abdul Muhaimin; Noorhayati, Siti Mahmudah
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1132

Abstract

Urgensi penelitian ini untuk menjembatani pemikiran pendidikan klasik Islam Al-Ghazali dan filsafat pendidikan progresif John Dewey guna merumuskan pendekatan pendidikan kontemporer yang holistik, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman. Pendidikan kontemporer menghadapi tantangan serius akibat globalisasi, digitalisasi, dan perubahan struktur sosial yang mendorong orientasi pragmatis sekaligus berpotensi mereduksi dimensi reflektif dan kemanusiaan. Artikel ini bertujuan menganalisis secara komparatif pemikiran Al-Ghazali dan John Dewey dalam konteks pendidikan kontemporer untuk menawarkan perspektif alternatif yang lebih holistik. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan sumber data primer berupa karya Al-Ghazali Ihya’ ‘Ulum al-Din dan Ayyuha al-Walad, serta karya John Dewey Democracy and Education, yang didukung oleh literatur ilmiah nasional dan internasional bereputasi dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui pendekatan interpretatif, komparatif, dan kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang pendidikan sebagai proses penyucian jiwa dan pembentukan akhlak yang berorientasi pada kebahagiaan duniawi dan ukhrawi, sedangkan John Dewey menekankan pendidikan sebagai proses pertumbuhan berkelanjutan berbasis pengalaman, refleksi kritis, dan partisipasi demokratis. Meskipun berbeda secara epistemologis dan metafisik, kedua tokoh sama-sama menolak pendidikan yang bersifat mekanistik dan reduksionistik. Artikel ini menegaskan pentingnya sintesis nilai spiritual-etik dan pendekatan pragmatis-humanistik sebagai landasan pengembangan paradigma pendidikan kontemporer yang integratif, kontekstual, dan berorientasi pada pemanusiaan.