Urgensi penelitian ini untuk menjembatani pemikiran pendidikan klasik Islam Al-Ghazali dan filsafat pendidikan progresif John Dewey guna merumuskan pendekatan pendidikan kontemporer yang holistik, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman. Pendidikan kontemporer menghadapi tantangan serius akibat globalisasi, digitalisasi, dan perubahan struktur sosial yang mendorong orientasi pragmatis sekaligus berpotensi mereduksi dimensi reflektif dan kemanusiaan. Artikel ini bertujuan menganalisis secara komparatif pemikiran Al-Ghazali dan John Dewey dalam konteks pendidikan kontemporer untuk menawarkan perspektif alternatif yang lebih holistik. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan sumber data primer berupa karya Al-Ghazali Ihya’ ‘Ulum al-Din dan Ayyuha al-Walad, serta karya John Dewey Democracy and Education, yang didukung oleh literatur ilmiah nasional dan internasional bereputasi dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui pendekatan interpretatif, komparatif, dan kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang pendidikan sebagai proses penyucian jiwa dan pembentukan akhlak yang berorientasi pada kebahagiaan duniawi dan ukhrawi, sedangkan John Dewey menekankan pendidikan sebagai proses pertumbuhan berkelanjutan berbasis pengalaman, refleksi kritis, dan partisipasi demokratis. Meskipun berbeda secara epistemologis dan metafisik, kedua tokoh sama-sama menolak pendidikan yang bersifat mekanistik dan reduksionistik. Artikel ini menegaskan pentingnya sintesis nilai spiritual-etik dan pendekatan pragmatis-humanistik sebagai landasan pengembangan paradigma pendidikan kontemporer yang integratif, kontekstual, dan berorientasi pada pemanusiaan.
Copyrights © 2026