Maulana, Mohammad Thoyib
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Sikap Sosial Siswa di MTs Miftahul Ulum Zainab, Siti; Maula, Istul; Maulana, Mohammad Thoyib; Prasetiya, Benny
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2610

Abstract

The urgency of this study is based on the phenomenon of declining social attitudes among students in school environments, such as low levels of empathy, cooperation, and social responsibility, as well as the limited number of empirical studies examining the relationship between emotional intelligence and social attitudes in the context of Islamic junior high school education. This study aims to examine the effect of emotional intelligence on students’ social attitudes at MTs Miftahul Ulum and to analyze the extent of emotional intelligence’s contribution to the development of students’ social attitudes. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research population consisted of all 120 students of MTs Miftahul Ulum, with a sample of 60 students selected using a simple random sampling technique. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring emotional intelligence and students’ social attitudes. Data analysis was conducted using simple linear regression assisted by SPSS, after meeting the required assumption tests. The results indicate that emotional intelligence has a significant and positive effect on students’ social attitudes, with a significance value of 0.000. Furthermore, the coefficient of determination shows that emotional intelligence contributes 69.6% to the variation in students’ social attitudes. These findings confirm that emotional intelligence plays a strategic role in shaping students’ social attitudes in the madrasah environment.ABSTRAKUrgensi penelitian ini didasarkan pada fenomena melemahnya sikap sosial siswa di lingkungan sekolah, seperti rendahnya empati, kerja sama, dan tanggung jawab sosial, serta masih terbatasnya kajian empiris yang mengkaji hubungan kecerdasan emosional dan sikap sosial dalam konteks pendidikan madrasah tsanawiyah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kecerdasan emosional terhadap sikap sosial siswa di MTs Miftahul Ulum serta menganalisis besarnya kontribusi kecerdasan emosional dalam membentuk sikap sosial peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MTs Miftahul Ulum yang berjumlah 120 siswa, dengan sampel sebanyak 60 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur kecerdasan emosional dan sikap sosial siswa. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana berbantuan SPSS, setelah memenuhi uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh signifikan dan positif terhadap sikap sosial siswa dengan nilai signifikansi 0,000. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 69,6% terhadap variasi sikap sosial siswa. Temuan ini menegaskan bahwa kecerdasan emosional memiliki peran strategis dalam pembentukan sikap sosial peserta didik di lingkungan madrasah.
Studi Komparatif Pemikiran Al-Ghazali dan John Dewey dalam Konteks Pendidikan Kontemporer Zainab, Siti; Maula, Istul; Maulana, Mohammad Thoyib; Akhmadi, Abdul Muhaimin; Noorhayati, Siti Mahmudah
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1132

Abstract

Urgensi penelitian ini untuk menjembatani pemikiran pendidikan klasik Islam Al-Ghazali dan filsafat pendidikan progresif John Dewey guna merumuskan pendekatan pendidikan kontemporer yang holistik, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman. Pendidikan kontemporer menghadapi tantangan serius akibat globalisasi, digitalisasi, dan perubahan struktur sosial yang mendorong orientasi pragmatis sekaligus berpotensi mereduksi dimensi reflektif dan kemanusiaan. Artikel ini bertujuan menganalisis secara komparatif pemikiran Al-Ghazali dan John Dewey dalam konteks pendidikan kontemporer untuk menawarkan perspektif alternatif yang lebih holistik. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan sumber data primer berupa karya Al-Ghazali Ihya’ ‘Ulum al-Din dan Ayyuha al-Walad, serta karya John Dewey Democracy and Education, yang didukung oleh literatur ilmiah nasional dan internasional bereputasi dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui pendekatan interpretatif, komparatif, dan kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang pendidikan sebagai proses penyucian jiwa dan pembentukan akhlak yang berorientasi pada kebahagiaan duniawi dan ukhrawi, sedangkan John Dewey menekankan pendidikan sebagai proses pertumbuhan berkelanjutan berbasis pengalaman, refleksi kritis, dan partisipasi demokratis. Meskipun berbeda secara epistemologis dan metafisik, kedua tokoh sama-sama menolak pendidikan yang bersifat mekanistik dan reduksionistik. Artikel ini menegaskan pentingnya sintesis nilai spiritual-etik dan pendekatan pragmatis-humanistik sebagai landasan pengembangan paradigma pendidikan kontemporer yang integratif, kontekstual, dan berorientasi pada pemanusiaan.