Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

POLA KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI DIVISI LAYANAN DAN KEPESERTAAN PT TASPEN PERSERO KC PALEMBANG Muhaimin, Fahrul muhaimin; Sonia Nurprameswari
Journal Of Social And Political Science Vol. 2 No. 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jsaps.v2i1.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengevaluasi pola komunikasi organisasi yang digunakan di Divisi Layanan dan Kepesertaan PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Palembang, serta dampaknya terhadap motivasi karyawan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Temuan menunjukkan bahwa pola komunikasi organisasi berbasis komunikasi rantai mampu meningkatkan motivasi karyawan melalui penciptaan hubungan yang saling percaya dan keterbukaan. Implementasi pola komunikasi rantai ini diatur berdasarkan sistem penyampaian pesan yang terstruktur di divisi tersebut. Namun, terdapat hambatan seperti salah penafsiran pesan oleh penerima dan perbedaan persepsi da lam interpretasi pesan, yang umumnya terjadi karena pengalaman kerja yang lama. Untuk mengatasi masalah ini, diterapkan solusi berupa komunikasi dua arah agar karyawan baru tidak mengalami kesalahan dalam memahami pesan. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi komunikasi yang efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif. Hasil penelitian ini memberikan panduan penting bagi manajer dan karyawan untuk mengembangkan kebijakan komunikasi yang mendukung peningkatan motivasi dan kinerja dalam organisasi.
Komunikasi Organisasi Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan dalam Pelayanan Pengaduan Masyarakat di Kota Palembang Devi Yusrianti; Henyy Yusalia; Sonia Nurprameswari
J-IKA Vol. 13 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jika.v13i1.12616

Abstract

Pelayanan publik yang berkualitas menuntut adanya komunikasi organisasi yang efektif, terutama pada lembaga pengawas seperti Ombudsman Republik Indonesia. Namun, dalam praktiknya, pelayanan pengaduan masyarakat masih menghadapi berbagai kendala komunikasi yang berdampak pada kualitas layanan dan kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi organisasi serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pelayanan pengaduan masyarakat di Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi berlangsung melalui tahapan penerimaan laporan, verifikasi, pemeriksaan, hingga penyampaian rekomendasi. Namun, efektivitas komunikasi belum optimal karena masih terdapat hambatan berupa rendahnya responsivitas, ketidakkonsistenan informasi, serta kurangnya transparansi kepada masyarakat. Hambatan tersebut berdampak pada keterlambatan penyelesaian laporan serta menurunkan tingkat kepuasan dan kepercayaan publik. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi komunikasi internal dan eksternal yang transparan, responsif, dan konsisten merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan pengaduan masyarakat
INTERNAL RELATION ANTAR MAHASISWA DALAM MENGATASI BURNOUT PADA TINGKAT AKHIR DI ILMU KOMUNIKASI UIN RADEN FATAH PALEMBANG Clarissa Dwi Anggraini; Henny Yusalia; Sonia Nurprameswari
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v8i1.647

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami burnout akibat tekanan akademik yang terus-menerus, tuntutan penyelesaian tugas akhir, serta kecemasan terhadap masa depan setelah lulus. Burnout dapat berdampak pada kesehatan mental, motivasi belajar, dan proses akademik secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme dukungan yang hadir dari lingkungan terdekat mahasiswa, salah satunya melalui hubungan internal antar sesama mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana internal relations antar mahasiswa tingkat akhir di Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang berperan dalam mengatasi burnout. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teori yang digunakan adalah teori co-orientation dari Newcomb, yang menjelaskan pentingnya keselarasan persepsi, akurasi pandangan, dan kesepahaman terhadap objek komunikasi dalam membangun relasi interpersonal yang efektif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa tingkat akhir, dosen, dan psikolog.Hasil penelitian menunjukkan bahwa internal relations berkontribusi penting dalam membantu mahasiswa menghadapi burnout. Bentuk hubungan yang muncul antara lain: kepercayaan, komunikasi interpersonal, dukungan sosial, kolaborasi, serta kesamaan nilai dan tujuan. Kepercayaan memungkinkan mahasiswa saling terbuka; komunikasi interpersonal memberi ruang pelepasan emosi; dukungan sosial menguatkan mental; kolaborasi mempermudah penyelesaian tugas; dan kesamaan tujuan mempererat solidaritas.
Manajemen Privasi Komunikasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UIN Raden Fatah Palembang dalam Menggunakan Fitur Close Friend Instagram Dina Anugra; Ahmad Muhaimin; Sonia Nurprameswari
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v8i1.649

Abstract

Penelitian ini secara mendalam mengkaji bagaimana mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UIN Raden Fatah Palembang mengelola privasi komunikasi mereka dalam menggunakan fitur Close Friend di Instagram. Fitur Close Friend menjadi ruang strategis untuk menyampaikan ekspresi personal yang bersifat selektif dan terbatas. Namun, di balik kemampuannya menciptakan ruang privat, fitur ini juga memunculkan kerentanan terhadap kebocoran informasi pribadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mahasiswa mengelola privasi komunikasi mereka. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Communication Privacy Management (CPM) dari Sandra Petronio, yang menjelaskan konsep kepemilikan informasi, kontrol privasi, serta dinamika batas bersama yang dapat mengalami gangguan (privacy turbulence). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali secara mendalam pengalaman, motivasi, dan strategi mahasiswa dalam mengelola batasan informasi pribadi di media sosial. Temuan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa secara aktif menyusun strategi privasi berdasarkan kedekatan emosional, tingkat kepercayaan, dan pengalaman penggunaan. Mereka menetapkan batas informasi, memilih audiens secara selektif, serta membuat aturan pribadi dalam mengatur konten yang dibagikan. Meskipun fitur ini memberi rasa aman, masih terdapat risiko pelanggaran privasi, yang direspons mahasiswa dengan menyempitkan akses atau mengubah pola berbagi. Fitur Close Friend tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekspresi personal, tetapi juga menjadi media interaksi sosial yang strategis dan refleksi dari manajemen privasi komunikasi di era digital.
PEMAKNAAN INTERAKSI VIRTUAL PEMBERI GIFT POINTS PADA PENGGUNA LOWER SELF ESTEEM APLIKASI TANTAN DI PALEMBANG Adelina Nurul Hikmah Lubis; Sepriadi Saputra; Sonia Nurprameswari
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v8i1.650

Abstract

ABSTRACT The use of live streaming features in dating applications such as Tantan has led to the phenomenon of male users giving gift points to female hosts, which not only reflects entertainment activity but also serves as a form of symbolic communication, especially for users with lower self esteem. This study aims to explore how virtual interaction is interpreted by gift Point givers toward users with lower self esteem within the context of the Tantan application in Palembang. The research applies the theory of symbolic interactionism by George Herbert Mead and Herbert Blumer, which emphasizes that social meaning is constructed through interaction processes and the use of communication symbols. This study employs a qualitative method with a phenomenological approach, collecting data through in-depth interviews with seven male informants who have used Tantan for over a year and actively give gift points via its live streaming feature. The results show that in terms of motivation, gift points are given as a form of appreciation toward hosts who are personally appealing, in the context of action, gift points function as non-verbal communication tools representing the desire to interact, in self-perception, the act helps build a sense of existence and social acceptance, in trust, the decision to give is influenced by assessments of the host's worthiness and image, in social influence, giving behavior is shaped by trends and community recommendations, and in terms of satisfaction, positive responses from hosts determine the user's comfort and continued engagement with the application. Keywords: Gift points, Tantan, virtual interaction, lower self esteem, symbolic interactionism.