Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FORMULASI SEDIAAN HAND SOAP DARI BUAH LERAK (Sapindus rarak DC) DENGAN VARIASI NA-CMC perma sari, rose intan
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i2.499

Abstract

Buah lerak (Sapandus rarak DC) merupakan salah satu bahan alam yang banyak tumbuh di Indonesia. Senyawa yang terdapat pada buah lerak didominasi saponin sebesar 28%, saponin inilah yang akan menghasilkan busa sehingga dapat digunakan sebagai bahan sulfaktan alami pada pembuatan sabun. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan hand soap dari buah lerak (Sapandus rarak DC) dengan konsentrasi variasi Na-CMC yang berbeda yaitu F1 (3%), F2 (4%), dan F3 (5%). Ekstraksi buah lerak dilakukan dengan metoda maserasi selama 2 minggu. Evaluasi hand soap buah lerak yang dilakukan adalah evaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, tinggi busa dan evaluasi hedonik, evaluasi dilakukan dengan membandingkan sediaan dengan formula yang beredar sebagai pembanding (FP). Hasil yang diperoleh sediaan hand soap buah lerak memenuhi syarat dengan pH berkisar antara 8,09 – 9,24, pada FP pH 8,33; viskositas berkisar antara 522.47 cps – 696.63 pcs, pada FP 511.82; tinggi busa berkisar antara 16,08% - 41,66%, pada FP 20%; pada uji hedonic panelis banyak memilih F2. Dapat di simpulkan bahwa formula yang paling bagus adalah F2 (4%) dan setelah dibandingkan dengan sediaan yang beredar dipasaran menunjukkan hasil yang tidak terlalu jauh berbeda.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN NANOEMULGEL ZINK OKSIDA DENGAN VARIASI KONSENTRASI CARBOPOL-940 SEBAGAI GELLING AGENT Maryanti, Evi; Arifin, Muhammad; Perma Sari, Rose Intan; Wirahmi, Nori; Putri, Dwi Kurnia; Kurniawan, Tri Danang
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v5i1.41163

Abstract

Sediaan nanoemulgel merupakan sediaan topikal dengan kombinasi antara fasa nanoemulsi dan basis hydrogel. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan formulasi dan evaluasi sediaan nanoemulgel berbahan aktif nanopartikel ZnO (NPs ZnO) dengan variasi konsentrasi carbopol-940. NPs ZnO yang digunakan disintesis dengan metode sonokimia. Formulasi nanoemulgel dibuat dengan variasi konsentrasi carbopol-940: 0,5%, 1%, dan 1,5%. NPs ZnO yang dihasilkan memiliki kemurnian yang tinggi dengan ukuran kristal sebesar 11,929 nm. Hasil formulasi nanoemulgel dari ketiga formula (F1, F2, dan F3) memiliki tipe emulsi minyak dalam air (a/m), dengan F1 dan F2 memenuhi kriteria nilai daya sebar, pH, dan viskositas, sedangkan F3 tidak memenuhi kriteria daya sebar. Nilai daya sebar, derajat keasaman (pH), uji viskositas dari nanoemulgel berbahan aktif NPs ZnO dipengaruhi oleh konsentrasi carbopol-940.
Uji Efektivitas Antikolestrol Ekstrak Etanol 96% Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Terhadap Kelinci Jantan (Oryctolagus cuniculus) Afifah, Aulia Nur; Farid, Muhammad; Perma Sari, Rose Intan; Rahmawati, Suci; Dominica, Dwi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13397

Abstract

Kolesterol merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat. Penggunaan obat sintetik seperti simvastatin efektif menurunkan kadar kolesterol, namun berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif dari bahan alami. Daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan fenolik yang berpotensi sebagai antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol 96% daun kelor terhadap kadar kolesterol pada kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pretest-posttest randomized control group design. Sebanyak 5 ekor kelinci jantan dibagi menjadi kelompok kontrol normal, kontrol positif (simvastatin), kontrol negatif (Na-CMC), serta dua kelompok perlakuan ekstrak dengan dosis 156 mg/kgBB dan 312 mg/kgBB. Induksi hiperkolesterolemia dilakukan menggunakan pakan tinggi lemak selama 7 hari, kemudian kadar kolesterol diukur pada hari ke-0, ke-7, dan ke-14. Hasil menunjukkan bahwa kontrol positif mengalami penurunan paling signifikan dari 185 mg/dL menjadi 105 mg/dL (43,24%). Kelompok ekstrak dosis 156 mg/kgBB dan 312 mg/kgBB juga mengalami penurunan menjadi 113 mg/dL (19,29%) dan 108 mg/dL (34,15%), sedangkan kontrol negatif hanya menurun sebesar 10,62%. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kelor memiliki aktivitas menurunkan kadar kolesterol, namun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan simvastatin.
Formulasi dan Evaluasi Emulgel Ekstrak Etanol 96% Daun Murbei (Morus alba) Ananda, Riska Dea; Perma Sari, Rose Intan; Mulia, Putri; Maryani, Deni; Hermansyah, Oky
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13405

Abstract

Sediaan emulgel merupakan sediaan topikal yang menggabungkan antara fasa emulsi dengan basis gel. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan formulasi dan evaluasi sediaan emulgel berbahan aktif ekstrak etanol 96% daun murbei (Morus alba) dengan variasi konsentrasi ekstrak F0 (0%), F1 (1%), F2 (5%), dan F3 (10%). Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan diperoleh rendemen sebesar 14,72%. Sediaan yang dihasilkan kemudian diuji melalui berbagai parameter, meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, tipe emulsi, viskositas, dan hedonik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki tampilan fisik yang baik serta homogen tanpa adanya partikel kasar. Nilai pH masing-masing formula berada dalam kisaran 4,5–6,5 sehingga sesuai dengan pH kulit. Daya sebar sediaan berada pada rentang 5–7 cm yang menunjukkan kenyamanan saat diaplikasikan. Semua formula tergolong emulsi tipe minyak dalam air (O/W). Namun, hasil pengukuran viskositas menunjukkan bahwa hanya F0 dan F1 yang memenuhi kriteria, sementara F2 dan F3 memiliki kekentalan yang lebih rendah dari standar. Berdasarkan uji hedonik, F1 memperoleh tingkat penerimaan tertinggi dari panelis. Dengan demikian, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun murbei (Morus alba) berpotensi diformulasikan dalam bentuk emulgel, dengan F1 sebagai formula paling optimal ditinjau dari sifat fisik dan tingkat kesukaan panelis.