Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN LUASAN LESI RADIOGRAFI THORAKS PADA PENDERITA TB PARU DENGAN DM DAN TANPA DM Mohammad Alvin Febrian Tiffany; Winansih Gubali; Sitti Rahma; Vivien Novarina Kasim; Nanang Roswita Paramata
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i3.11383

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan menyebabkan kematian terbesar ke-13 di dunia. Luas lesi yang tampak pada foto thoraks diklasifikasikan oleh American Thoracic Society dan National Tuberculosis Association yaitu minimal, moderate advanced, dan far advanced lesion. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran luasan lesi radiografi thoraks pada pasien TB paru dengan DM dan TB paru tanpa DM di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Periode Agustus 2023 - Agustus 2024. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 dengan desain penelitian deskriptif retrosepktif. Sampel diambil dengan metode purposive sampling yaitu pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu 100 orang. Hasil: Didapatkan distribusi pasien TB Paru DM dan TB Paru tanpa DM masing-masing berdasarakan jenis kelamin dominan perempuan yaitu 54,3% dan laki-laki 55,4%, kelompok usia dominan pada kelompok usia 19-59 tahun yaitu 74,3% dan 81,5%. Luasan lesi pada TB Paru DM mayoritas pada lesi luas yaitu 74,2% dan untuk TB Paru tanpa DM juga dominan pada lesi luas yaitu 63,1%. Simpulan: Distribusi pasien TB Paru dengan DM mempunyai persentase lesi luas lebih tinggi dibanding TB Paru tanpa DM. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan landasan untuk melakukan pemeriksaan gula darah pada pasien TB agar dapat mencegah peningkat luasan lesi.
Prevalensi Temuan Spondylosis Lumbal pada Pemeriksaan Konvensional Radiologi di RSUD Aloei Saboe Periode Januari-Juni 2025: Prevalence of Lumbar Spondylosis Findings in Conventional Radiology Examination at Aloei Saboe Regional Hospital in January-June 2025 Muh. Raditya A. Manyoe; Rizqullah F. Ilato; Azarya Cristo Andhara Biya; Aisyah Bintang B. Baraa; Wulandari Bempah; Winansih Gubali
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9585

Abstract

Spondylosis adalah penyakit yang membuat bagian tulang belakang menjadi rusak, ditandai dengan perubahan pada diskus yang terletak di antara tulang belakang, badan tulang, dan sendi-sendi kecil karena proses penuaan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Aloei Saboe pada periode Januari hingga Juni 2025. Berdasarkan hasil penelitian, spondylosis lumbal merupakan kondisi degeneratif yang meningkat seiring bertambahnya usia dan paling banyak ditemukan pada kelompok usia 60–74 tahun, namun dapat muncul lebih dini akibat faktor risiko seperti beban kerja, aktivitas fisik berulang, trauma, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok. Proses degenerasi diskus intervertebralis, ligamen, sendi faset, serta kondisi penyerta seperti osteoporosis berperan penting dalam mempercepat kerusakan tulang belakang. Selain itu, perbedaan jenis kelamin turut memengaruhi kejadian spondylosis lumbal, sehingga menegaskan bahwa kondisi ini bersifat multifaktorial dan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, serta faktor gaya hidup.