Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengukur Disparitas Regional dan Pola Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Papua Barat: Aplikasi Tipologi Klassen, Indeks Williamson, dan Indeks Theil Hans Sammy Marthin Salakory; Febby Sonya Matulessy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1356

Abstract

The difference in the content of the natural resources, concentrated economic activities in several cities and regencies, and the inadequate utilization of the sea and land for economic activities affect the difference in development and economic growth in cities and regencies throughout West Papua. This study aims to calculate and analyze the economic patterns and structures as well as regional disparities in West Papua. To answer the research issues, the analysis technique used is quantitative descriptive with Klassen typology analysis tools, Williamson index, and Thail Entropy Index. The results of the research and data analysis show that there are no cities and regency in West Papua which are high growth and high income, only the category of high income but low growth, namely Sorong Regency, Bintuni Bay. Regency and Cities that are high growth but low income are Sorong city, Fakfak, South of Sorong, Manokwari, Raja Ampat. Furthermore, low growth and low income are Maybrat, Kaimana, Arfak Mountains, South of Manokwari, Tambrauw. There has been a very high inequality in the research period, as evidenced by the Williamson index average of 1.53, and the Entropy Thail Index of 0.25. On the other side, this inequality has decreased over time, but Kuznets' inverted-U hypothesis does not apply to the economy of West Papua. The trigger for inequality is the difference in the content of natural oil and gas resources, centralized activities in several cities and regencies and much of the productive land is being neglected for economic activity.
Optimalisasi Nilai Ekonomi Mangga Golek melalui Pelatihan Produksi Selai sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan dan Kesehatan Masyarakat Desa Murnaten Febby Sonya Matulessy; Hans Sammy Marthin Salakory; Wiwi Rumaolat; Mohammad Dahlan Sely
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 2 (2026): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i2.26315

Abstract

Desa Murnaten memiliki potensi agraris yang luar biasa, khususnya pada komoditas mangga golek, namun masyarakat masih menghadapi permasalahan fluktuasi harga dan tingginya kehilangan hasil pascapanen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasi nilai ekonomi mangga golek melalui pelatihan produksi selai, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan status kesehatan masyarakat secara komprehensif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi observasi, penyusunan modul, pelatihan partisipatif, praktik mandiri, hingga pendampingan dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan melibatkan tiga puluh mitra yang terdiri dari kelompok tani dan kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga. Hasil utama kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan keamanan pangan, keterampilan teknis produksi, dan motivasi kewirausahaan peserta. Luaran yang dihasilkan berupa produk selai mangga golek berkualitas, modul pelatihan, peningkatan pendapatan rumah tangga, dan publikasi ilmiah. Kesimpulannya, hilirisasi produk pertanian melalui pengolahan selai merupakan strategi efektif yang tidak hanya meningkatkan nilai jual, tetapi juga mendorong diversifikasi pangan dan ketahanan gizi keluarga. Dampak kegiatan ini meliputi terciptanya usaha rumah tangga baru, peningkatan pendapatan keluarga, dan perbaikan pola konsumsi buah yang berimplikasi positif pada pencegahan masalah gizi di tingkat komunitas.