Muhammad Isro' Hidayatullah
University of Mataram

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Rancangan Pembelajaran Learning Cycle 5E Berbasis Solo Taxonomy untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Muhammad Isro' Hidayatullah
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v1i2.49

Abstract

Pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis SOLO Taxonomy sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pembelajaran Learning Cycle 5E terdiri atas lima tahap: Engage, Explore, Explain, Elaborate, dan Evaluate, yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang aktif dan konstruktif. Dengan mengintegrasikan SOLO Taxonomy, evaluasi pembelajaran dapat dilakukan secara bertahap untuk mengukur tingkat pemahaman siswa, mulai dari pengetahuan dasar hingga kemampuan analisis yang kompleks. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah berbagai referensi untuk merancang pembelajaran pada materi perkembangbiakan hewan di kelas 6 Sekolah Dasar. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan ini mengahsilkan rancangan pembelajaran beserta contoh soal yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan juga memperkuat pemahaman konseptual dan keterampilan kolaboratif mereka. Artikel ini merekomendasikan implementasi model ini pada berbagai mata pelajaran untuk mendukung pembelajaran yang mendalam dan bermakna.
Dampak Negatif Penggunaan Gadget pada Anak Usia Sekolah Dasar Muhammad Isro' Hidayatullah; Didi Wahyudin; Hamdiana Hamdiana
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v1i2.60

Abstract

Perkembangan teknologi telah memengaruhi pola perilaku siswa, termasuk anak-anak di tingkat sekolah dasar. Meskipun gadget mempermudah akses informasi, penggunaannya yang berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif yang serius, seperti kecanduan, gangguan pada interaksi sosial, penurunan karakter, dan hambatan dalam proses tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak negatif tersebut serta merumuskan solusi untuk meminimalkannya. Pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka melalui analisis terhadap berbagai buku, artikel ilmiah, dan sumber terpercaya lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak buruk penggunaan gadget mencakup berkurangnya kemampuan komunikasi, melemahnya interaksi sosial, dan munculnya sikap kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, gangguan kesehatan fisik, emosional, dan psikomotorik juga menjadi perhatian penting. Penelitian ini menyarankan peningkatan literasi digital, pengawasan orang tua, pengaturan waktu pemakaian gadget, penerapan filter konten, serta aturan tegas dari pihak sekolah. Kolaborasi antara orang tua, pendidik, dan komunitas diperlukan untuk mengurangi dampak negatif tersebut sehingga anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara optimal dan bertanggung jawab
The Management of a Community-Based English Language Course in the 21st Century: A Case Study of The Bale English Course, Central Lombok Muhammad Isro' Hidayatullah; Rizka Sulisyana; Melinda Septiani; Lalu Mochamad Ridho Luthfi; Umi Sulvian; Maesri Latipah
Indonesian Journal of Educational Innovation Vol. 1 No. 2 (2025): May - August
Publisher : Yayasan Siti Widhatul Faeha Salahudin Syawal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non-formal education plays a crucial role in developing 21st-century competencies, particularly in English language skills. This study aims to analyze the implementation and management of learning at the Bale English Course (BEC), a community-based non-formal education institution, in developing the English language skills of rural communities. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation and in-depth interviews. The results show that the learning program at BEC includes class divisions based on ability, the use of participatory methods, the integration of 21st-century skills (4C), as well as support for contextual activities such as public speaking and social service. Obstacles faced include limited teaching staff and limited infrastructure. BEC plays a crucial role in developing English language skills, particularly in responding to 21st-century challenges through a communitybased approach and simple, contextual learning programs, while maintaining the continuity of learning activities with an inclusive approach. The implications of this study show the importance of policy support and strengthening institutional capacity for non-formal education in rural areas.
How Do Teachers Promote Honesty and Responsibility at the Elementary Education Level? A Narrative Inquiry Muhammad Isro' Hidayatullah; Retna Ayu Rachmawati; Hamdiana Hamdiana; Lalu Sumardi; Zokhidova Rano Elbekovna; Lalu Mochamad Ridho Luthfi
Indonesian Journal of Educational Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): January - April
Publisher : Yayasan Siti Widhatul Faeha Salahudin Syawal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65622/ijei.v2i1.223

Abstract

In Indonesia, a crisis in moral and values education is emerging among elementary school students, posing a serious threat to the development of a superior generation if these values are not firmly instilled. The purpose of this study is to examine how teachers promote honesty and responsibility in their students. Using a narrative inquiry approach, the research explored teachers’ lived experiences to deepen understanding of how moral values are cultivated in elementary schools. The findings reveal that fostering honesty and responsibility is a long-term, ongoing process underpinned by consistent role modeling, empathy, and daily practice. Teachers emphasized that values are best instilled through example rather than instruction alone. Challenges include inconsistent implementation among educators, the influence of social media, and limited parental understanding. Nevertheless, teachers’ experiences highlight strategies such as culturally responsive practices, Classroom agreements, and restorative approaches that support more effective value formation. This study suggests expanding pedagogy toward moral pedagogy, positioning teachers as moral agents whose reflective experiences contribute to the development of contextual theory and practice. It is recommended that future research and curriculum design emphasize integrating honesty and responsibility through modeling, reflection, and collaboration among schools, families, and communities.
Pop-Up Book dalam Perspektif Teknologi Pembelajaran: Pendekatan Holistik dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Muhammad Isro' Hidayatullah; Muslehudin Muslehudin; Melinda Septiani; Fitriani Fitriani; Edy Herianto; Siti Istiningsih
Jurnal Elementary:Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Vol 9, No 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/elementary.v9i1.37164

Abstract

Kebutuhan akan media pembelajaran yang mampu memfasilitasi pengalaman belajar bermakna mendorong perlunya kajian mendalam mengenai implementasi Pop-Up Book dalam kerangka kawasan teknologi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menelaah penggunaan Pop-Up Book matematika secara komprehensif sekaligus mengidentifikasi kontribusinya terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif dan jenis studi kasus yang berfokus pada pembelajaran matematika kelas IV di SD Negeri 7 Cakranegara. Data dikumpulkan melalui wawancara terbuka, observasi terstruktur menggunakan checklist, serta analisis dokumen pembelajaran. Proses analisis mengikuti model interaktif Miles & Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pop-Up Book diimplementasikan secara konsisten pada aspek desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi, serta mampu mendukung aktivitas kognitif siswa melalui visualisasi konkret, stimulasi analitis, dan penguatan penalaran selama pembelajaran matematika. Temuan ini menegaskan bahwa Pop-Up Book berfungsi tidak hanya sebagai media visual, tetapi juga sebagai perangkat pedagogis yang berkontribusi pada pembentukan kemampuan berpikir kritis pada jenjang sekolah dasar.
Pengaruh Model PBL berbantuan Media Wordwall terhadap Keterampilan Berpikir Kritis: Ditinjau dari Gaya Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar Muhammad Isro' Hidayatullah; Siti Maulidiya Nabila; Melinda Septiani; Elza Maulia Sopani; Fauzi Maha Adiyatma; Edy Herianto
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.32844

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Namun, variasi gaya belajar peserta didik kerap menjadi tantangan dalam memilih strategi dan media pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Wordwall terhadap keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar, dengan mempertimbangkan perbedaan gaya belajar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa kelas IV yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis dan angket gaya belajar, kemudian dianalisis dengan uji paired sample t-test dan ANOVA. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan berpikir kritis setelah perlakuan (p < 0,05) dengan efek sedang (Cohen’s d = 0,588), namun tidak terdapat perbedaan signifikan antar gaya belajar. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa PBL berbantuan Wordwall efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis secara merata tanpa dibatasi oleh gaya belajar. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengeksplorasi media interaktif lainnya yang lebih menonjolkan aspek auditori dan analisis longitudinal terhadap pengaruh jangka panjang terhadap perkembangan kognitif dan karakter siswa. Critical thinking is an essential 21st-century skill that needs to be cultivated from the elementary school level. However, variations in students' learning styles often present challenges in selecting appropriate teaching strategies and media. This study aims to examine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by Wordwall media on elementary students’ critical thinking skills, while considering differences in learning styles. The research employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 fourth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using a critical thinking test and a learning style questionnaire, then analyzed using paired sample t-test and ANOVA. The results revealed a significant improvement in critical thinking skills after the intervention (p < 0.05) with a moderate effect size (Cohen’s d = 0.588), yet no significant differences were found across different learning styles. The findings confirm that PBL assisted by Wordwall effectively enhances students' critical thinking skills evenly, regardless of learning style differences. Future research is recommended to explore other interactive media that emphasize auditory aspects and to conduct longitudinal studies on the long-term impact on students’ cognitive development and character formation.
Tinjauan Literatur: Efektifitas Penggunaan Model Pembelajaran Inquiry dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Muhammad Isro&#039; Hidayatullah; Kadek Listya Widhyastuti
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v1i3.112

Abstract

Pembelajaran inkuiri merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan eksplorasi, investigasi, dan pemecahan masalah dengan tujuan untuk meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain studi pustaka segingga data diperoleh dengan melakukan analisis berbagai referensi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil pembelajaran IPA karena mereka memungkinkan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan signifikan. Dari beberapa peneilitian, penerapan pembelajaran berbasis inkuiri terbukti dapat meningkatkan hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, dan sikap ilmiah peserta didik. Model ini dapat menjadi strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan IPA di sekolah dasar jika diterapkan dengan benar. Meskipun demikian, implementasi model ini menghadapi berbagai tantangan, seperti kesiapan guru, keterbatasan sumber daya, serta perbedaan karakteristik siswa. Oleh karena itu, penelitian di masa mendatang disarankan untuk lebih mendalami bagaimana faktor-faktor tersebut dapat dioptimalkan guna meningkatkan keberhasilan penerapan pembelajaran inkuiri.   
Implementation of Character Education from the Perspective of Philosophy of Science: Science, Ethics, and Morals as the Foundation of Holistic Education Value Muhammad Isro&#039; Hidayatullah; Retna Ayu Rachmawati; A Farmozi Zain; Muslehudin Muslehudin; Rusnan Hadi
Indonesian Journal of Educational Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): January - April
Publisher : Yayasan Siti Widhatul Faeha Salahudin Syawal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The understanding of ethics and morality in education is an inseparable element in the application of knowledge. On the other hand, the philosophy of science serves as a discipline that fosters essential life values such as ethics and morality, examining the nature and purpose of knowledge as well as its practical applications. The aim of this article is to analyze how the value of knowledge utility can contribute to character development among students in educational settings. This study employs a qualitative research method with a literature review design. The findings of this study indicate that the integration of ethics, morality, and the utilitarian value of knowledge, along with their implementation in character education and a holistic approach, constitutes a fundamental foundation in shaping well-rounded, knowledgeable, and dignified individuals. Therefore, the synergy between ethics, morality, and knowledge stands as a key pillar in achieving transformative and sustainable education.