Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN PETERNAK SAPI PERAH “SUMBER MULYO” DESA JUGO, KECAMATAN MOJO, KABUPATEN KEDIRI TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG TEKNIK PASCAPANEN DANPENYIMPANAN SUSU SEGAR Anifiatiningrum Anifiatiningrum; Nur Solikin; Erna Yuniati; Linawati Linawati; Melati Ariana; Charisa Fitria Ramadhani
Jurnal Agriovet Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/hvxse736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh Tingkat Pendidikan peternak sapi perah “Sumber Mulyo” Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri terhadap Tingkat pengetahuan tentang teknik pascapanen dan penyimpanan susu segar. Penelitian ini dilakukan di Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Subjek penelitian ini adalah Kelompok Ternak Sapi Perah “Sumber Mulyo” sebanyak 50 orang. Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan memberikan angket kuisioner yang terdiri dari 3 bagian : (1) data demografi, termasuk tingkat pendidikan; (2) pemahaman tentang teknik pascapanen; dan (3) penerapan teknik penyimpanan susu segar. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan variabel pemahaman dan penerapan teknik pascapanen dan penyimpanan susu. Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk menentukan pengaruh tingkat pendidikan terhadap kualitas penerapan teknik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil analisis regresi yang dilakukan terhadap 50 responden, ditemukan hubungan positif yang signifikan antara tingkat pendidikan dan skor pengetahuan mengenai teknik pascapanen dan penyimpanan susu segar, dimana tingkat pendidikan yang lebih tinggi berkontribusi pada skor pengetahuan yang lebih baik. Tingkat pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan skor pengetahuan, dengan koefisien regresi sebesar 15.09 (p < 0.001). Setiap kenaikan satu tingkat pendidikan meningkatkan skor pengetahuan rata-rata sebesar 15.09. Tingkat pendidikan menjelaskan 71.7% variansi dalam skor pengetahuan (R-squared = 0.717). Tingkat pendidikan peternak sapi perah “Sumber Mulyo” memiliki peran signifikan dalam meningkatkan pengetahuan peternak sapi perah terhadap teknik pascapanen dan penyimpanan susu segar. Hasil ini menggarisbawahi perlunya program pelatihan yang berorientasi pada peningkatan pendidikan bagi peternak untuk mendukung keberlanjutan produksi susu yang berkualitas.
PELATIHAN TEKNIK PASCAPANEN DAN PENYIMPANAN SUSU SEGAR PETERNAK SAPI PERAH “SUMBER MULYO” DESA JUGO, KECAMATAN MOJO, KABUPATEN KEDIRI Nur Solikin; Erna Yuniati; Anifiatiningrum Anifiatiningrum; Linawati Linawati; Melati Ariana; Charisa Fitria Ramadhani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/ztmk2h97

Abstract

Teknik pascapanen dan penyimpanan sangat mempengaruhi kualitas susu sapi. Kesalahan dalam penanganan pasca panen dan penyimpanan dan menyebabkan berubanya (menurun) kualitas susu yang dihasilkan peternak, sehingga pendapatan juga kurang maksimal. Keterbatasan pengetahuan dan teknologi sering kali mempengaruhi kualitas susu segar, sehingga diperlukan intervensi berupa edukasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang teknik penyimpanan dan pengolahan susu yang dimungkinkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan industri persusuan di daerah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui wawasan dan keterampilan peternak sapi perah dalam penanganan pasca panen dan penyimpanan susu segar.  Metode kegiatan mengunakan pembelajaran orang dewasa (andragogi), Teknik pengukuran dilakukan dengan pre-test, pemaparan materi dan post-test. Kegiatan dilakukan bulan Oktober - November 2024 dengan subjek adalah anggota Kelompok Ternak Sapi Perah “Sumber Mulyo” Desa Jugo Kecamatan Mojo sebanyak 50 orang. Hasil menujukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang teknik penanganan pasca panen dan penyimpanan susu segar dengan indicator nilai post-test rerata skor 85 kategori baik dibandingkan dengan nilai pre-test skor rerata 63 kategori cukup. Simpulan bahwa pelatihan yang diberikan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dan diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas susu serta peningkatan nilai ekonomi peternak.  
Pelatihan Business Model Canvas pada Karang Taruna Putra Laskar Pelangi Desa Jugo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri Linawati Linawati; Nur Solikin; Erna Yuniati; Melati Ariana; Charisa Fitria Ramadhani; Elfian Aldi Kurniawan
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 2 (2026): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i2.27127

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan penguatan manajerial pada para anggota Karang Taruna Putra Laskar Pelangi Desa Jugo Kabupaten Kediri untuk meningkatkan mutu dan kualitas sumberdaya manusia dalam mengelola usaha, khususnya usaha pengolahan aneka produk berbahan susu sapi perah. Business Model Canvas (BMC) dapat digunakan dalam menemukan peluang bisnis yang lebih baik, mengurangi risiko, dan menciptakan keunggulan kompetitif. Penerapan BMC dalam praktik bisnis, berpeluang pelaku usaha dapat merancang model bisnis yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi kepuasan konsumen. Metode pengabdian mengunakan pendekatan partisipatif dengan pembelajaran andragogi, peserta secara aktif terlibat dalam proses belajar tentang BMC untuk membedah kondisi usaha yang dijalankan. Berdasarkan fakta diketahui bahwa: 1) peserta dalam menjalankan usaha sebanyak 96 persen belum pernah mengunakan BMC sebagai alat menyusun rencana dan proyeksi usaha, setelah mendapat materi BMC dan praktik menerapkan BMC peserta mengetahui peta dan posisi usaha. 2) berdasar hasil belajar peserta dengan mengacu skor pretes dan postes dinyatakan ada peningkatan hasil belajar peserta tentang BMC, namun masih mengalami kesulitan dalam mendeskripsikan kondisi. Mempertimbangkan hasil tersebut masih diperlukan pendampingan secara berkala sehingga penguasaan lebih komprehensif serta usaha yang dijalankan dapat berkelanjutan.