Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengetahuan Peternak Sapi Di Desa Semen Dalam Pemanfaatan Tanaman Obat Untuk Hewan Ternak Nur Solikin; Sapta Andaruisworo; Erna Yuniati; Ardina Tanjungsari; Anifiatiningrum Anifiatiningrum; Hilmy Mahdi Yasin; Ahmad Muhson
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v2i1.42

Abstract

Munculnya wabah penyakit mulut dan kuku pada hewan ruminansia merupakan ancaman bagi peternak, dikarenakan dapat menyebabkan penurunan pendapatan dan yang lebih parah dapat menyebabkan kematian hewan ternak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu mengetahui pengetahuan peternak sapi dalam membuat obat tradisional yang diperuntukkan bagi hewan ternak. Metode pendekatan yang digunakan yakni dengan cara partisipatoris berupa eksplorasi pengetahuan peternak mengenai jenis tanaman obat dan mekanisme membuat obat untuk ternak. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah Pengetahuan peserta (peternak) masih rendah dan meningkat setelah mengikuti kegiatan dan Tanaman yang digunakan sebagai obat/jamu untuk hewan ternak kurang dari 10 jenis.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN PETERNAK SAPI PERAH “SUMBER MULYO” DESA JUGO, KECAMATAN MOJO, KABUPATEN KEDIRI TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG TEKNIK PASCAPANEN DANPENYIMPANAN SUSU SEGAR Anifiatiningrum Anifiatiningrum; Nur Solikin; Erna Yuniati; Linawati Linawati; Melati Ariana; Charisa Fitria Ramadhani
Jurnal Agriovet Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/hvxse736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh Tingkat Pendidikan peternak sapi perah “Sumber Mulyo” Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri terhadap Tingkat pengetahuan tentang teknik pascapanen dan penyimpanan susu segar. Penelitian ini dilakukan di Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Subjek penelitian ini adalah Kelompok Ternak Sapi Perah “Sumber Mulyo” sebanyak 50 orang. Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan memberikan angket kuisioner yang terdiri dari 3 bagian : (1) data demografi, termasuk tingkat pendidikan; (2) pemahaman tentang teknik pascapanen; dan (3) penerapan teknik penyimpanan susu segar. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan variabel pemahaman dan penerapan teknik pascapanen dan penyimpanan susu. Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk menentukan pengaruh tingkat pendidikan terhadap kualitas penerapan teknik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil analisis regresi yang dilakukan terhadap 50 responden, ditemukan hubungan positif yang signifikan antara tingkat pendidikan dan skor pengetahuan mengenai teknik pascapanen dan penyimpanan susu segar, dimana tingkat pendidikan yang lebih tinggi berkontribusi pada skor pengetahuan yang lebih baik. Tingkat pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan skor pengetahuan, dengan koefisien regresi sebesar 15.09 (p < 0.001). Setiap kenaikan satu tingkat pendidikan meningkatkan skor pengetahuan rata-rata sebesar 15.09. Tingkat pendidikan menjelaskan 71.7% variansi dalam skor pengetahuan (R-squared = 0.717). Tingkat pendidikan peternak sapi perah “Sumber Mulyo” memiliki peran signifikan dalam meningkatkan pengetahuan peternak sapi perah terhadap teknik pascapanen dan penyimpanan susu segar. Hasil ini menggarisbawahi perlunya program pelatihan yang berorientasi pada peningkatan pendidikan bagi peternak untuk mendukung keberlanjutan produksi susu yang berkualitas.
Utilization of Post-Coal Mining Reclaimed Land for Livestock Feed and Animal Husbandry Production: Challenges of Microbial Contamination, Heavy Metals, and Nutrient Deficiency Budi Utomo; Aan Awaludin; Niati Ningsih; Dyah Laksito Rukmi; Wendy Triadji Nugroho; Anifiatiningrum Anifiatiningrum
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 17 No. 1 (2026): May
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2026.v17.no1.p1-15

Abstract

Coal mining causes significant environmental degradation, transforming land from a stable ecosystem into a disturbed area with complex ecological and chemical challenges. This study aims to evaluate the feasibility of post-coal mining reclaimed land as an area for livestock feed and animal husbandry production, focusing on the main research question: Does the land meet specific criteria such as heavy metal thresholds (e.g., Pb <0.3 mg/kg, Cd <0.1 mg/kg according to FAO/WHO), microbial community recovery (enzyme activity >30% increase), and nutrient availability (N, P, K >1% total)? The systematic literature review method involved searching 94 empirical articles from Google Scholar (years 2016-2025), selected based on criteria: empirical research design, English or Indonesian language, complete text, and relevance to the theme of mine land reclamation. Data analysis used a thematic approach to identify main themes related to reclaimed land conditions. The results show that 80% of studies report heavy metal pollution with Pb concentrations ranging from 5-50 mg/kg, Cd 0.5-5 mg/kg, and Hg 0.1-2 mg/kg, which pose a risk of bioaccumulation in feed plants; post-reclamation soil quality improvement trends reach 20-50% for soil organic carbon (SOC) and 30-60% for microbial enzyme activity, although the main constraints are slow microbial community recovery and chronic nutrient deficiency. In conclusion, reclaimed land is conditionally suitable for livestock feed and animal husbandry production if integrated restoration strategies are implemented to address microbial contamination, heavy metals, and nutrients, as well as continuous monitoring to ensure feed safety and animal health.