Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Keterkaitan Antara Strategi Maladaptif Regulasi Emosi Kognitif Dengan Ide Bunuh Diri Pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Saputra, Dinar; Sofia Tri Putri; Ratih Widiastuti; Nurun Nadya Hidayah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7571

Abstract

Mahasiswa psikologi sering menghadapi berbagai tantangan kompleks selama masa studi mereka, seperti tekanan akademik, tuntutan profesional, dan konflik pribadi. Ketidakmampuan dalam mengelola tantangan ini dapat memicu munculnya ide bunuh diri, yang berkisar dari keinginan pasif untuk mati hingga rencana bunuh diri yang lebih konkret. Dalam menghadapi tekanan tersebut, regulasi emosi kognitif (cognitive emotion regulation/CER) berperan sebagai mekanisme penting yang membantu individu mengelola emosinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara strategi maladaptif CER dengan ide bunuh diri pada mahasiswa jurusan psikologi. Terdapat 149 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Mayoritas responden memiliki tingkat ide bunuh diri dan penerapan strategi maladaptif CER pada kategori sedang. Hasil uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan nilai rxy = 0.477, yang mengindikasikan hubungan positif dengan kekuatan sedang antara strategi maladaptif CER dan ide bunuh diri. Penelitian ini menemukan hubungan yang signifikan yaitu semakin tinggi skor strategi maladaptif CER, semakin tinggi pula kemungkinan munculnya ide bunuh diri. Kata kunci: regulasi emosi kognitif, strategi maladaptif, ide bunuh diri, mahasiswa psikologi
PENERAPAN METODE SERVICE LEARNING DALAM PEMBEKALAN ORANG TUA TK SEJAHTERA BANDUNG UNTUK MENDUKUNG KEMANDIRIAN ANAK MENUJU SEKOLAH Widiastuti, Ratih; Deviana, Tina; Saputra, Dinar; Ghania, Aqila Irza
Jendela Akademika Vol. 3 No. 02 (2025): Jendela Akademika
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JendelaAkademika.302.02

Abstract

The transition from home to school is a crucial stage for early childhood, requiring independence skills, discipline, and the ability to follow instructions. Observations at Sejahtera Kindergarten in Bandung showed that the majority of children aged 3–6 still had difficulty following teacher directions and had not yet demonstrated independent behavior, largely influenced by habits at home. To address this, the community service team conducted a parenting seminar entitled "Providing Parents to Support Children's Independence: Preparing Children from Home to School." This activity used the Service Learning method with three stages: problem identification, activity preparation, and hybrid seminar implementation, involving 32 parents and 4 teachers. The material presented included morning routines that support independence, how to provide effective instructions, and strategies for training children to do activities independently. The results of the activity showed an increased understanding of parents regarding their role in shaping children's cognitive, social-emotional, and behavioral readiness. Active participant participation demonstrated that parent education-based interventions can be an effective strategy to facilitate children's transition to school. These findings emphasize the importance of consistent parental involvement at home as a key factor in children's successful adaptation to the school environment.
Analisis Bibliometrik terhadap Penelitian dengan Topik Kenyamanan Termal pada Rumah Susun Nabila Audina Maharani Pribadi; Daffa Rayhanza; Ratih Widiastuti; Hasan, Muhammad Ismail
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 1 No. 02 (2025): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : LPPM bekerja sama dengan Prodi Teknik Sipil, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, Desain Interior, dan Desain Komunikasi Visual Universitas Pradita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tren mengenai kenyamanan termal pada rumah susun khususnya mengenai bangunan hijau. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data yang merujuk berdasarkan scopus dengan kata kunci termal, kenyamanan, dan rumah susun. Artikel yang ditemukan mengenai topik pembahasan sebanyak 743 ini nantinya akan di filter menggunakan batasan tahun, bidang studi, jenis dokumen, bahasa, kata kunci, negara dan judul sumber yang menghasilkan 55 artikel. Selanjutnya analisis dan visualisasi data dilakukan menggunakan VOSViewer. Hasil analisis mengenai kata kunci termal, kenyamanan, dan rusunawa menunjukan bahwa pembahasan paling banyak mengenai topik pada bidang teknik, dengan jumlah publikasi terbanyak sebanyak 12 publikasi, meunjukan 4 klaster dengan “energi dan bangunan” merupakan istilah yang paling banyak sering muncul, serta pada tahun 2023 dan 2024 menjadi jumlah publikasi tertinggi dengan total 12 publikasi pada masing-masing tahunya. Penelitian ini tentunya sangat diperlukan di wilayah Indonesia dengan letak geografis yang berada pada negara tropis yang terletak di sekitar garis khatulistiwa.
Analisis Konten mengenai Pengalaman Emosional Emerging Adults terkait Ghosting pada Hubungan Romantis Widiastuti, Ratih; Saputra, Dinar; Rizka, Cut Mellyza; Fitri Apriliana, Novita
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 16 No 2 (2025):
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/zjpfee48

Abstract

Ghosting, which is defined as the sudden termination of communication without explanation, has become increasingly common in romantic relationships in the digital era. This behavior is often seen as a tactic for ending relationships. The study assessed the participants' emotions during the ghosting event, their current emotional refletions, and the factors and effects associated with ghosting. A qualitative approach was used, employing inductive content analysis to examine the participants'narratives and understand their emotional experiences based on their roles. The study involved 78 participants aged 19 to 25 who had experienced either ghosting other or being ghosted. Respondents were categorized into two groups: ghosters (those who ghosted others), ghostee (those who were ghosted). The findings reveal that emotional experiences vary significantly depending on one's role. Both ghosters and ghostees generally expressed similiar emotions, such as sadness, anger, and calmness during the event. However, guilt and relief were more commonly reported among ghosters, depending on the reasons for their behavior. In contrast, ghostees predominantly expressed feelings of sadness and hurt. The impacts felt by ghostees included diminished self-worth, emotional loneliness, and a decreased willingness to enter new relationships. This study underscores the impotance of interdisiplinary approaches to understanding ghosting, aiming promote healthier, safer, and more sustainable romantic relationships in the digital era.