Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SENSE OF COHERENCE MAHASISWA DI DKI JAKARTA Sofia Tri Putri; Saputra, Dinar; Nurwardana, johan Ramadhan; Wulandari, Devi; Maria, Madonna La; Lestari, Maya Gita
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/inquiry.v14i02.823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Sense of Coherence (SOC) pada mahasiswa di DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah mixed method yang mencakup metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif yang digunakan adalah studi deskriptif dengan instrumen pengukuran Sense Of Coherence (SOC) Scale-13 yang diadaptasi dari Antonovsky. Sementara itu, metode kualitatif yang digunakan adalah wawancara.  Responden penelitian merupakan 183 mahasiswa yang tersebar di wilayah DKI Jakarta. Hasil pada penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa 49 responden memiliki sense of coherence yang rendah (26.8%), 88 responden memiliki sense of coherence sedang (48.1%), dan 46 responden memiliki sense of coherence yang tinggi (25.1%). Hasil dari penelitian kualitatif menjelaskan adanya beberapa faktor yang memengaruhi sense of coherence, yaitu dukungan rekan kuliah dan pihak di lingkungan universitas, kemampuan menjalin dan menjaga relasi dengan rekan kuliah, serta fleksibilitas dalam menghadapi perubahan situasi perkuliahan.
Keterkaitan Antara Strategi Maladaptif Regulasi Emosi Kognitif Dengan Ide Bunuh Diri Pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Saputra, Dinar; Sofia Tri Putri; Ratih Widiastuti; Nurun Nadya Hidayah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7571

Abstract

Mahasiswa psikologi sering menghadapi berbagai tantangan kompleks selama masa studi mereka, seperti tekanan akademik, tuntutan profesional, dan konflik pribadi. Ketidakmampuan dalam mengelola tantangan ini dapat memicu munculnya ide bunuh diri, yang berkisar dari keinginan pasif untuk mati hingga rencana bunuh diri yang lebih konkret. Dalam menghadapi tekanan tersebut, regulasi emosi kognitif (cognitive emotion regulation/CER) berperan sebagai mekanisme penting yang membantu individu mengelola emosinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara strategi maladaptif CER dengan ide bunuh diri pada mahasiswa jurusan psikologi. Terdapat 149 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Mayoritas responden memiliki tingkat ide bunuh diri dan penerapan strategi maladaptif CER pada kategori sedang. Hasil uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan nilai rxy = 0.477, yang mengindikasikan hubungan positif dengan kekuatan sedang antara strategi maladaptif CER dan ide bunuh diri. Penelitian ini menemukan hubungan yang signifikan yaitu semakin tinggi skor strategi maladaptif CER, semakin tinggi pula kemungkinan munculnya ide bunuh diri. Kata kunci: regulasi emosi kognitif, strategi maladaptif, ide bunuh diri, mahasiswa psikologi
INTERVENSI ART THERAPY DALAM PENANGANAN KECEMASAN REMAJA BINAAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK X JAKARTA Wijaya, Yohannes; Woro Kurnianingrum; Sofia Tri Putri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.3876.2023

Abstract

Kecemasan (anxiety) merupakan perasaan khawatir tentang kemungkinan bahaya pada masa depan. Terdapat masalah eksternal dan internal yang terjadi pada remaja. Jika individu memiliki masalah eksternalisasi, individu akan mengeluarkan masalahnya keluar dan muncul menjadi bentuk perilaku bermasalah. Sementara itu, jika individu mengalami masalah internalisasi, individu akan membawa masalah ke dalam diri mereka sendiri dan muncul dalam bentuk kecemasan dan depresi. Salah satu dari permasalahan tersebut adalah kenakalan remaja yang akhirnya dapat membuat remaja tersebut menjadi warga binaan di lembaga pembinaan. Kecemasan dapat terjadi karena persepsi masyarakat tentang warga binaan secara berlebihan memberikan efek buruk terhadap persepsi warga binaan di masyarakat tentang diri mereka, sehingga narapidana kehilangan rasa kepercayaan diri dan merasakan kecemasan menghadapi penerimaan masyarakat setelah hukuman berakhir. Dampak pada diri warga binaan yang mengalami kecemasan tidak hanya mempengaruhi fisiologis, tetapi juga pada aspek emosional dan aspek kognitif. Akhirnya, penerapan art therapy digunakan pada tujuh remaja untuk mengurangi tingkat kecemasan remaja tersebut. Ketujuh partisipan menunjukkan perilaku cemas yang dikeluhkan oleh petugas di lembaga pembinaan. Penelitian ini menggunakan quasi experimental one group pre-test post-test design di mana tes grafis dianalisa untuk mengetahui hasil sebelum dan sesudah dijalankan intervensi. Hasil akhir dari intervensi menyatakan bahwa art therapy dapat menurunkan kecemasan pada remaja.