Ratih Wirapuspita Wisnuwardani
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kandungan Rhodamin B pada Saus Jajanan Anak Sekolah di SMAN 15 Samarinda Sebagai Upaya Pengawasan Keamanan Pangan Rika Yunita Sari; Arista Dian Yuniasih; Iriyani K.; Ratih Wirapuspita Wisnuwardani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i01.4176

Abstract

Keamanan pangan jajanan anak sekolah merupakan isu krusial dalam upaya perlindungan kesehatan, terutama terhadap paparan bahan tambahan pangan berbahaya. Salah satu zat pewarna sintetis yang sering disalahgunakan dalam produk pangan adalah Rhodamin B, yang seharusnya hanya digunakan dalam industri tekstil. Rhodamin B bersifat toksik dan karsinogenik, serta berisiko tinggi terhadap kesehatan, terutama jika dikonsumsi oleh anak-anak. Berbagai laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan masih adanya produk jajanan di sektor informal yang mengandung Rhodamin B. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan Rhodamin B pada saus jajanan pentol yang dijual di lingkungan SMP Negeri 15 Samarinda. Dua sampel saus diambil dari pedagang di dalam dan luar area sekolah, kemudian dianalisis di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Samarinda menggunakan metode spektrofotometri. Hasil uji menunjukkan bahwa kedua sampel negatif mengandung Rhodamin B. Dengan demikian, pada saat pemeriksaan, saus jajanan pentol yang dikonsumsi siswa dinyatakan aman dari zat pewarna berbahaya tersebut. Namun, pengawasan berkala dan edukasi kepada pedagang serta masyarakat tetap diperlukan untuk menjaga keberlanjutan keamanan pangan di lingkungan sekolah.
Nutrition Education Intervention with the Peer Educator Method in Efforts to Overcome Overnutrition in Adolescents Iriyani K.; Ratih Wirapuspita Wisnuwardani; Suryaningsi Suryaningsi
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Overnutrition is one of the health problems that still has a high prevalence in East Kalimantan. Adolescence is a period that is vulnerable to nutritional problems because it is still in the process of growth and development that requires nutritional intake according to needs, nutritious and balanced. Objective : This study aims to improve adolescent knowledge through the peer educator method at SMP Negeri 2 Samarinda. Research Methods/ Implementation Methods : The method used is cross-sectional with a sample of 53 students. The instrument used is a questionnaire given as a pre-test and post-test before and after being given nutrition education consisting of 20 knowledge questions, 15 attitude questions, and 13 practice questions about balanced nutrition, related to balanced nutrition material. To see the difference in knowledge, attitude, and practice values before and after being given nutrition education using the Paired Sample T-Test. The results showed that there was a significant difference (p = 0.001) in the values of knowledge, attitude, and practice before and after being given balanced nutrition education. Results : The results showed an average increase in knowledge of 22.36 ± 14.19, attitudes of 18.51 ± 9.26, and practices of 20.81 ± 12.70. Conclusion/Lesson Learned : This shows that nutrition education training with the peer educator method is effective in improving students' knowledge, attitudes, and practices at SMP Negeri 2 Samarinda.