Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT KEBAHAGIAAN LANSIA YANG TINGGAL PADA PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA DI PROVINSI BALI Octaviana Timorisa Aruan; Putu Ayu Sani Utami; Meril Valentine Manangkot; Putu Ayu Asri Damayanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p06

Abstract

Panti Werdha “merupakan” bentuk usaha dari pemerintah dalam memerangi permasalahan sosial seperti lansia yang terlantar. PSTW memberikan pelayanan jaminan hidup, pemeliharaan kesehatan, bimbingan mental, dan spiritual kepada lansia. Lansia merupakan fase akhir dalam kehidupan manusia. Hal ini membuat lansia mengalami banyak kemunduran yang mengakibatkan keluarga harus memberikan perawatan yang optimal kepada lansia. Namun, tidak semua lansia memiliki keluarga ataupun orang yang dapat merawat lansia pada masa tuanya sehingga PSTW menjadi tempat pilihan lansia untuk tinggal. Berbagai kemunduran yang dialami lansia memengaruhi aspek-aspek kehidupannya salah satunya adalah tingkat kebahagiaannya. “Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kebahagiaan lansia yang tinggal” pada PSTW “di” Provinsi Bali. “Metode penelitian” menggunakan desain kuantitatif “deskriptif”, dengan “pendekatan cross-sectional”. Populasi “penelitian ini” “adalah lansia” yang tinggal “di PSTW Wana Seraya dan” PSTW “Jara Mara Pati” menggunakan teknik pengambilan “sampel” purposive sampling sejumlah 40 lansia. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Oxford Happiness Questionnaire. Sebagian besar lansia “merupakan lansia madya dengan rentang” usia “70-79 tahun” sebanyak 42,5%. “Lansia” paling banyak berjenis kelamin perempuan (62,5%). Sebagian besar lansia tidak bersekolah (45%), tidak memiliki penghasilan (65%), masih memiliki keluarga (52,5%), mayoritas beragama Hindu (75%), sehat (62,5%), serta merupakan janda/duda (67,5%). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas lansia tidak bahagia (52,5%) dan paling banyak berada di PSTW Jara Mara Pati (40%). Peran perawat yang dapat dilakukan terhadap penemuan penelitian ini adalah pemberian advokasi hasil untuk dapat meningkatkan tingkat kebahagiaan lansia secara keseluruhan di PSTW. Adapun juga rekomendasi peneliti untuk peneliti selanjutnya adalah mencari tahu tingkat kebahagiaan lansia berdasarkan spesifikasi penyakit yang diderita lansia.
Wolbachia-Based Dengue Control Strategy Against Insecticide-Resistant Aedes Aegypti: A Literature Review Ni Kadek Meta Jayanti; Putu Ayu Asri Damayanti; I Made Sudarmaja
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64406

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a tropical disease associated with dengue virus infection and remains one of the largest vector-borne health problems worldwide. Approximately 390 million cases are caused annually by dengue virus infection, which is transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. Therefore, this literature review aims to explore the biomolecular mechanisms underlying the utilization of Wolbachia bacteria, evaluate the potential and effectiveness of this method in dengue vector control, and analyze various challenges and opportunities related to the latest developments in the implementation of Wolbachia-based strategies as a long-term dengue vector control approach. A literature search was conducted using the keywords “Wolbachia,” “Dengue,” “Resistance,” and “Aedes” through PubMed, ScienceDirect, and Scopus, with a focus on studies reporting dengue incidence and mosquito population dynamics. Wolbachia pipientis is an intracellular bacterium capable of inhibiting the replication of arboviruses, including the dengue virus, within the mosquito body by utilizing lipid resources to suppress viral replication and activate the immune system of the Aedes aegypti mosquito. According to research findings from several countries, the implementation of this method has successfully reduced the number of dengue cases and lowered the risk of dengue infection by approximately 40–77%, with sustained reductions observed over longer periods. Economic analyses of this intervention have also demonstrated that the method is cost-efficient, with a cost per Disability-Adjusted Life Year (DALY) of less than USD 1,500 and healthcare savings of up to USD 538,000 per 1,000 population. Overall, the utilization of Wolbachia has proven to be both effective and cost-efficient in reducing dengue fever incidence and controlling mosquito populations.