Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Seni Tari Anak Usia Dini Melalui Creative Dance di RA Perwanida Ringinanaom Ervin Nuriana; Setyo Yanuartuti
Jurnal Pelita PAUD Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v4i2.974

Abstract

Pendidikan anak usia dini adalah bagian dari proses pendidikan anak secara khusus mempelajari usia 0-6 tahun. Pendidikan anak usia dini merupakan masa penting anak untuk membekali ilmu-ilmu dasar yang sekiranya anak mampu menerima, memahami, dan mampu menerapkan. Sehingga, hal ini akan menjadi modal anak bahwa apa yang telah anak tanamkan akan dibawanya ke tahap pendidikan selanjutnya. Pendidikan seni, sebagai bagian dari mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa,salah satu pembelajaran seni untuk anak usia dini adalah seni tari. Tari merupakan pendekatan yang ideal dengan tujuan merangsang daya imajinasi dan kreativitas dalam berfikir serta membentuk jiwa melalui pengalaman emosi, imajinatif, dan ungkapan kreatif, melalui materi creative dance anak menjadi bebas bergerak sesui dengan imajinasi mereka. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi, kemudian di jabarkan melalui model ADDIE diharapkan mampu meningkatkan karakter anak sebagai bekal menuju pendidikan selanjutnya, sehingga guru dapat memiliki strategi baru mengenai pembelajaran seni melalui creative dance.
Strategi Strategi Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Ekonomi dan Industri Kreatif Berbasis Komunitas Lokal: Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Arif Hidajad; Warih Handayaningrum; Umi Anugerah Izzati; Ervin Nuriana
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Mei, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i5.2424

Abstract

Abstract: Kegiatan pengabdian ini ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas relawan dan pengurus dalam mengelola pendidikan inklusif berbasis seni, memperkuat kesadaran multicultural peserta didik, serta mendorong komunitas memiliki tata kelola organisasi yang lebih tertata, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan pesisirstrategi manajemen pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan ekonomi dan industri kreatif berbasis komunitas lokal serta mengidentifikasi peran transformasi digital dan kolaborasi multipihak dalam memperkuat keberlanjutan ekonomi kreatif. Pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yang menempatkan mitra sebagai subjek aktif dalam keseluruhan proses kegiatan. Pendekatan ini dipilih karena sesuai dengan karakter Komunitas Pacitan Cerdas (PACE) sebagai komunitas pendidikan inklusif pesisir yang bergerak pada ranah sosial, budaya, dan penguatan kualitas kehidupan bermasyarakat.Agar memperkuat data analisis juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui analisis berbagai sumber literatur ilmiah, jurnal nasional dan internasional, dokumen kebijakan pemerintah, laporan resmi, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, ekonomi kreatif, digitalisasi, dan model kolaborasi Pentahelix. Teknik analisis data menggunakan content analysis melalui tahapan reduksi data, klasifikasi tematik, interpretasi, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif harus dilakukan secara multidimensional melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan literasi digital, pengembangan keterampilan kewirausahaan, serta penguatan solidaritas sosial komunitas. Transformasi digital terbukti mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, perluasan akses pasar, dan inovasi produk kreatif masyarakat lokal. Selain itu, model kolaborasi Pentahelix yang melibatkan akademisi, sektor bisnis, pemerintah, komunitas, dan media menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas lokal berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8, SDG 9, SDG 11, SDG 12, dan SDG 17. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual mengenai pentingnya integrasi pemberdayaan masyarakat, transformasi digital, dan kolaborasi multipihak dalam mendukung pembangunan ekonomi kreatif berkelanjutan di Indonesia.